JOMBANG, LintasDaerah.id – Mapolres Jombang jadi saksi momen puluhan personel Polri berdiri rapi bukan untuk apel kesiapan, melainkan untuk menerima tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian, Senin pagi (26/1/2026).
Upacara berlangsung khidmat, lengkap dengan barisan tegap dan suasana formal khas kepolisian.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan memimpin langsung prosesi penganugerahan, disaksikan para pejabat utama, Kapolsek jajaran, hingga personel Polri dan ASN di lingkungan Polres Jombang.
Dalam amanatnya, AKBP Ardi menegaskan, Satyalancana ini bukan sekadar pin untuk dipasang di dada seragam. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk terima kasih negara atas kesetiaan panjang, kerja tanpa cacat, dan pengabdian yang sering kali tak terlihat publik.
“Ini penghargaan negara atas pengabdian yang tulus, penuh loyalitas, dan tanpa cacat selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” ujar Ardi.
Namun, Kapolres juga mengingatkan bahwa penghargaan semacam ini datang bersama konsekuensi. Bukan cuma soal hak administratif, melainkan juga beban moral yang ikut naik level.
“Penghargaan ini harus jadi pengingat bahwa tanggung jawab ke depan semakin besar. Kepada institusi, masyarakat, dan negara,” tegasnya.

AKBP Ardi berharap, Satyalancana Pengabdian ini bisa menular tapi bukan virus, melainkan semangat kerja dan dedikasi ke anggota lain di jajaran Polres Jombang.
Ia juga mengajak seluruh personel untuk menjaga marwah institusi Polri, sekaligus menjaga diri dan keluarga dengan menjauhi pelanggaran dan hal-hal yang tak perlu.
Tahun ini, total ada 61 personel Polres Jombang dan Polsek jajaran yang menerima Satyalancana. Rinciannya cukup beragam, di antaranya 35 personel masa kerja 8 tahun, 4 personel 16 tahun, 18 personel 24 tahun.
Serta 4 personel yang sudah 32 tahun setia mengenakan seragam cokelat. Mulai dari Perwira Pertama hingga Bintara, semuanya punya satu kesamaan: bertahan lama di dunia yang tuntutannya sering tidak ringan.
Upacara tak berhenti sampai di situ. Setelah penganugerahan Satyalancana, Polres Jombang juga memberi penghargaan kepada 11 personel berprestasi. Sepuluh di antaranya berasal dari Satgas Khusus Curanmor Unit 1, yang sukses membongkar kasus pencurian kendaraan bermotor selama dua bulan terakhir, dengan total barang bukti sekitar 30-an unit sepeda motor.
Satu penghargaan lainnya diberikan kepada personel Pamapta 3 SPKT Polres Jombang, yang dinilai sigap merespons laporan masyarakat melalui Call Center 110 Polri terkait dugaan penganiayaan terhadap warga negara asing asal Kamboja.
Singkatnya, pagi itu Mapolres Jombang bukan cuma soal barisan dan aba-aba. Ada cerita tentang kesetiaan panjang, kerja senyap, dan upaya memberi apresiasi di tengah tugas kepolisian yang tak pernah benar-benar libur. (*)
Editor : Nury






