Fokus Ekonomi Sirkular, Jombang Canangkan “Gerakan Sampah Sayang” Libatkan PKK

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JOMBANG,LintasDaerah.id – Pemerintah Kabupaten Jombang secara resmi mencanangkan “Gerakan Sampah Sayang” dalam rangkaian Jombang Fest, Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang ke-115 di Alun-Alun Jombang, Minggu (26/10/2025) sore.

 

Program kolaboratif antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Tim Penggerak PKK ini bertujuan mengatasi tantangan serius pengelolaan sampah, terutama sampah rumah tangga, dengan melibatkan peran strategis kaum ibu di tingkat akar rumput.

 

Pencanangan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang Miftahul Ulum, jajaran Kepala OPD terkait, Pengurus PKK Kabupaten Jombang, PKK Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Jombang.

IMG 20251027 WA0018

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Miftahul Ulum, menyampaikan bahwa hingga Semester I tahun 2025, persentase pengelolaan sampah di Kabupaten Jombang baru mencapai 50,3%, dan yang paling krusial, 80% sampah tersebut berasal dari rumah tangga.

 

“Ini adalah kesempatan penting untuk membangun kesadaran kolektif. Konsep pengelolaan sampah tidak lagi ‘kumpul—angkut—buang.’ Penyelesaian masalah harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu sampai hilir, dan ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tapi kewajiban bersama,” ungkapnya.

Baca Juga  Pasar Murah EPIK Mobile Hadir di Megaluh, Pemkab Jombang Perkuat Kendali Inflasi Jelang Idul Fitri

 

Miftahul Ulum juga mengapresiasi dan menunjuk Gerakan PKK sebagai motor penggerak utama dalam “Gerakan Sampah Sayang.”

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi menegaskan, “Gerakan PKK, dengan jaringan hingga Dasawisma, RT/RW, dan Kecamatan, mempunyai peran strategis untuk menjadi motor penggerak utama dalam Gerakan Sampah Sayang. Sekecil apa pun langkah dan tindakan kita untuk lingkungan, akan memberikan dampak besar bagi bumi dan generasi yang akan datang,” tandasnya.

 

Program “Sampah Sayang” berfokus pada upaya mengurangi, memilah, dan mengolah sampah rumah tangga melalui inisiatif seperti bank sampah, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, dan daur ulang anorganik.

 

Dalam diskusi interaktif yang memantapkan kegiatan tersebut, Miftahul Ulum mengungkapkan bahwa potensi timbulan sampah di Jombang mencapai 530 ton per hari, sementara kapasitas yang masuk ke TPA baru sekitar 150 ton per hari. “Artinya dari 100% potensi, kita baru di angka 53% pengelolaannya,” jelas Ulum, sembari menambahkan komitmen Pemkab untuk membangun minimal 4 TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan mendorong program Sekolah Adiwiyata.

Baca Juga  Disdagrin Jombang Keliling 6 Pasar, Laksanakan Monev BPTU

 

Di sisi lain, Ketua TP PKK Bidang Lingkungan Hidup Octadella Bilytha Permatasari menegaskan bahwa Program “Sampah Sayang” akan berjalan efektif karena langsung mengedukasi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai manfaat ekonomi dari sampah.

Sementara itu Shanti Ramadhani dari Sanggar Hijau Indonesia menyederhanakan prinsip pengelolaan sampah menjadi 3AH: Mencegah, Pilah, dan Olah.

 

“Mencegah itu seperti membawa tas belanja berkali-kali pakai, itu mengurangi. Kalau sudah terlanjur keluar sampahnya, tugas kita adalah Pilah dan Olah. Inovasi seperti keranjang ‘Sampah Sayang’ yang sudah disiapkan oleh PKK hadir untuk memotivasi agar sampah tidak dibuang ke sungai, tapi menjadi nilai berdaya di komunitas,” ujarnya.

 

Pencanangan ini ditutup dengan seremoni penandatanganan perjanjian kerjasama antara PKK Kabupaten Jombang, Dinas Lingkungan Hidup, dan Bank Sampah Induk Jombang, serta Flashmob “Sampah Sayang” sebagai simbol dimulainya aksi nyata.

 

Program “Sampah Sayang” mengusung semangat “Sampah Disayang, Lingkungan Tenang, Keluarga Senang”, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi mewujudkan ekonomi sirkular berbasis komunitas demi pembangunan berkelanjutan.

Editor : Nury

Berita Terkait

Pasar Murah EPIK Mobile Hadir di Megaluh, Pemkab Jombang Perkuat Kendali Inflasi Jelang Idul Fitri
Disdikbud Jombang dan Bank Jatim Gelar Bazar Ramadan 4 Hari, Libatkan Puluhan UMKM
Disperta Jombang Pastikan Bantuan Pupuk Tembakau Tetap Berlanjut Tahun Ini
Kapolres Jombang Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Lahan 5 Hektare Desa Katemas
Bupati Warsubi Serahkan Bantuan Alsintan, Perkuat Posisi Jombang sebagai Lumbung Pangan Nasional
Dukung Swasembada Gula 2028, Pemkab Jombang dan Kodim 0814 Gelar Tanam Tebu Perdana
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolres Jombang dan BRI Salurkan 5 Unit Mesin Pengering Jagung
Disdagrin Jombang Pastikan Penataan Pasar Ploso Sesuai Perbup No. 76 Tahun 2024

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:49 WIB

Pasar Murah EPIK Mobile Hadir di Megaluh, Pemkab Jombang Perkuat Kendali Inflasi Jelang Idul Fitri

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:32 WIB

Disdikbud Jombang dan Bank Jatim Gelar Bazar Ramadan 4 Hari, Libatkan Puluhan UMKM

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:45 WIB

Disperta Jombang Pastikan Bantuan Pupuk Tembakau Tetap Berlanjut Tahun Ini

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:45 WIB

Kapolres Jombang Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Lahan 5 Hektare Desa Katemas

Senin, 5 Januari 2026 - 21:20 WIB

Bupati Warsubi Serahkan Bantuan Alsintan, Perkuat Posisi Jombang sebagai Lumbung Pangan Nasional

Berita Terbaru

Kondisi sebuah gudang rongsokan di Dusun Winong RT 03 RW 02, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, pada Senin (16/3/2026) dini hari.

Peristiwa

Gudang Rongsokan di Johowinong Jombang Ludes Terbakar

Senin, 16 Mar 2026 - 15:51 WIB

Politik & Pemerintahan

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Senin, 16 Mar 2026 - 09:28 WIB