Genjot Produksi Padi Lewat Program LTT-MTS, Bupati Jombang Turun Langsung ke Sawah

- Redaksi

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jombang Warsubi SH MSi saat turun langsung ke sawah pimpin tanam padi di Dusun Kalimati, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. Kamis (10/4/2025) pagi.

Bupati Jombang Warsubi SH MSi saat turun langsung ke sawah pimpin tanam padi di Dusun Kalimati, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. Kamis (10/4/2025) pagi.

JOMBANG, LintasDaerah.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, terus berupaya meningkatkan produksi padi melalui program Luas Tambah Tanam (LTT) dengan pendekatan Manajemen Tanaman Sehat (MTS).

Gerakan tanam padi ini dipimpin langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi SH MSi di Dusun Kalimati, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. Kamis (10/4/2025) pagi.

Tiba dilokasi tanam, Abah Warsubi –sapaan akrabnya, dengan sigap dan terampil langsung melepas sepatu dan turun ke sawah melaksanakan tanam padi, bersama Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr Rachmat SSi MSi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Heru Suseno MT, Kepala Dinas Pertanian Ir Much Rony MM. serta dari unsur TNI, Polri.

Hadir pada acara tanam padi tersebut, di antaranya: Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto, Forkopimcam Kecamatan Sumobito, Kepala Desa Kendalsari, para pimpinan perusahaan, perwakilan perguruan tinggi, perwakilan TNI, Polri, para petani, pengurus RPH, kelompok tani Kalimati dan gabungan kelompok tani Desa Kendalsari, penyuluh pertanian lapangan, serta pengamat organisme pengganggu tumbuhan se-Kabupaten Jombang.

Selain itu, mereka juga memberikan kesempatan untuk berdialog terkait Manajemen Tanaman Sehat.

Dalam sambutannya, Bupati Jombang mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya menyukseskan program swasembada pangan.

“Kegiatan ini membuktikan semangat luar biasa dari para petani, petugas, masyarakat, dan seluruh unsur pemerintah dalam menyukseskan program swasembada pangan Indonesia,” terangnya.

Abah Warsubi menyebut, Pemkab Jombang menargetkan luas tanam padi sebesar 81.250 hektare. Untuk mencapai target tersebut, maka penerapan MTS menjadi salah satu strategi utama.

“MTS diharapkan dapat meningkatkan produksi padi, menekan biaya usaha tani, menciptakan lingkungan pertanian yang lebih aman, serta menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat,”ujarnya.

Bupati Jombang mengatakan, untuk menjalankan kegiatan besar seperti ini, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. Tidak cukup hanya mengandalkan peran Dinas Pertanian, melainkan diperlukan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak.

Dukungan dari organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sangat diperlukan.

Tantangan besar lainnya adalah mengubah pola pikir petani yang masih bergantung pada pupuk dan obat kimia, serta kebiasaan membakar limbah pertanian.

“Oleh karena itu, saya berharap Dinas Pertanian, penyuluh pertanian lapangan, pengamat organisme pengganggu tumbuhan, dan petugas lapangan dapat membina petani agar dapat berbudidaya lebih baik,”katanya.

“Mari kita tingkatkan produksi dengan cara yang lebih cerdas, yaitu budidaya hemat, lingkungan selamat, dan produk yang lebih sehat,”tambahnya.

Pemkab Jombang juga mendorong pemberdayaan ekonomi desa melalui kegiatan ini. Potensi pembuatan pupuk organik, pestisida nabati, dan bahan pertanian lainnya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai usaha ekonomi produktif berbasis pertanian. Pemerintah desa pun didorong untuk mendukung melalui pemanfaatan dana desa.

“Mudah-mudahan Desa Kendalsari dapat menjadi model pengembangan desa pertanian mandiri, dengan pendekatan budidaya dan manajemen tanaman sehat,” harap Bupati Warsubi.

Sementara itu, Kades Kendalsari Mulyadi mengaku optimistis akan semakin memperluas Tambah Tanam dari 20 Hektar saat ini, menjadi 100 hektar kedepannya.

“Kami mewakili para petani, berharap adanya bantuan alat untuk pembuatan pupuk bokasi manual untuk produksi agen hayati dan sebagainya dari Pemerintah,”tutupnya.

Baca Juga:

Penulis : Advertorial

Editor : Ny

Berita Terkait

DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM
Menko Pangan dan Bupati Warsubi Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Targetkan Pemerataan ke Sekolah Agama
3 Bupati Kompak! Flyover Mengkreng Segera Dibahas, Solusi Macet Parah di Jatim
WFH Jumat Resmi Berlaku di Jombang, ASN Dituntut Lebih Produktif dan Digital
Kunjungan Arifatul Choiri Fauzi di Jombang: Sekolah Rakyat dan UPTD PPA Jadi Sorotan Perlindungan Anak
Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya
Disperindag Jombang Buka Sewa Lahan Parkir dan Toilet Sentra PKL Ahmad Dahlan, Cek Harga dan Syaratnya!
Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 14:12 WIB

DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM

Jumat, 10 April 2026 - 17:37 WIB

Menko Pangan dan Bupati Warsubi Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Targetkan Pemerataan ke Sekolah Agama

Senin, 6 April 2026 - 15:56 WIB

WFH Jumat Resmi Berlaku di Jombang, ASN Dituntut Lebih Produktif dan Digital

Sabtu, 4 April 2026 - 14:56 WIB

Kunjungan Arifatul Choiri Fauzi di Jombang: Sekolah Rakyat dan UPTD PPA Jadi Sorotan Perlindungan Anak

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:07 WIB

Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru