Gus Wabup Jombang Buka Musrenbang RKPD 2027: Fokus Ekonomi Inklusif dan Program Desa Mantra

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JOMBANG, LintasDaerah.id- Langkah strategis menuju pembangunan Jombang tahun 2027 mulai dipetakan. Pada Selasa (10/2/026) pagi, giliran Kecamatan Diwek menjadi tuan rumah kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan. Suasana Pendopo Kecamatan Diwek tampak lebih ramai dari biasanya. Tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, delegasi desa, kepala UPTD, kepala sekolah, serta perwakilan organisasi perempuan dan kemasyarakatan dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Diwek, Jombang, Megaluh, dan Tembelang bergabung jadi satu dalam forum tersebut.

Wakil Bupati Jombang Salmanudin, S.Ag., M.Pd yang hadir didampingi Sekdakab Jombang Agu Purnomo, S.H., M.Si serta para Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebutuhan warga di tingkat desa dengan rencana besar pemerintah pusat. Didampingi Sekda Agus Purnomo, acara yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini menjadi wadah dialog terbuka guna memastikan pembangunan masa depan Jombang tepat sasaran dan inklusif.

IMG 20260211 WA0011

Tema pembangunan tahun 2027 yang diusung adalah “Integrasi Pengembangan Industri dan Perdagangan dengan Sektor Primer”. Tema ini menitikberatkan pada penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai fondasi utama yang terhubung dengan industri pengolahan serta pasar, baik konvensional maupun digital.

Baca Juga  Apel Rutin Tanggal 17, Ini Sejumlah Arahan Bupati Jombang ke ASN

“Potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal melalui perencanaan pembangunan yang terarah, terpadu, dan berbasis wilayah, sehingga Kabupaten Jombang tidak hanya menjadi daerah lintasan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Gus Wabup Salmanudin.

IMG 20260211 WA0012

Sebelum melangkah ke 2027, Gus Wabup memaparkan realisasi Pagu Indikatif Kewilayahan Pagu Indikatif Kewilayahan yang kini resmi beralih menjadi Prioritas Kecamatan untuk tahun 2026, fokus utama masih didominasi oleh perbaikan konektivitas dan penerangan jalan. Adapun rinciannya untuk 4 kecamatan tersebut sbb:

Kecamatan Diwek: Peningkatan ruas Sidowareg–Puton dan pemeliharaan ruas Plandi–Mayangan, serta pemasangan PJU di berbagai titik.

Kecamatan Jombang: Fokus pada rekonstruksi jalan di area perkotaan seperti ruas jalan Denanyar–Sendangrejo, Jln. Bromo, Jln. Bali, Jln. Brantas, dan Jln. Kemuning.

Kecamatan Megaluh: Penanganan optimal ruas jalan Dukuh Harum–Kedungrejo.

Kecamatan Tembelang: Pemerataan pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di hampir seluruh desa.

Dalam Musrenbang kali ini, Wakil Bupati Jombang juga menyampaikan pesan Bupati Warsubi yang menegaskan komitmen daerah dalam mengawal program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto. Pemerintah Kabupaten Jombang menginstruksikan agar program daerah bersinergi langsung dengan pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga  Bupati Jombang Resmi Dilantik Jadi Wakil Bendara Umum APKASI 2025–2030, Siap Dorong Penguatan PAD dan BUMD

“Musrenbang ini dilaksanakan agar setiap program yang direncanakan dapat mencerminkan kebutuhan riil masyarakat, serta selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi maupun Nasional,” jelasnya.

Sementara itu Hartono S.Sos., M.Si Kepala Bapperida menyampaikan bahwa mulai tahun 2026, Pagu Indikatif Kewilayahan resmi beralih menjadi Prioritas Kecamatan. Setiap kecamatan akan mendapatkan alokasi khusus sebesar Rp1 Miliar untuk peningkatan jalan kabupaten dan Rp200 Juta untuk pembangunan PJU.

Selain itu, melalui program Desa Mantra (Maju dan Sejahtera), Pemkab mendorong kolaborasi hingga tingkat bawah. Program ini menyasar pembangunan berbasis kewenangan desa, mulai dari kegiatan RT/RW, Dasawisma, pengadaan seragam Linmas, hingga pemeliharaan jalan lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa dapat terus terjaga demi mewujudkan visi besar: “Mewujudkan Jombang yang Maju Sejahtera untuk Semua”.

 

 

 

 

Editor : Nury

Berita Terkait

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras
Akademisi Soroti Perbup Jombang tentang Seleksi Perangkat Desa, Dinilai Berpotensi Picu Konflik Sosial
Izin Forkopimda Rampung, 8 Desa di Jombang Siap Gelar KDAW
Sekda Jombang Kejar Pencairan Insentif RT/RW, Target Tuntas Sebelum 10 Maret
Pemkab Jombang dan Kejari Teken MoU Bidang Datun Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Lelang Jabatan di Pemkab Jombang Ditutup, Sekda Pastikan Tanpa Pungutan dan “Amplop Siluman”
Jombang Raih Penghargaan Nasional, Abah Warsubi Hadiahkan Umrah untuk 5 Pasukan Kebersihan
Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji: Pokir Harus Pro-Rakyat dan Transparan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 09:28 WIB

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:10 WIB

Akademisi Soroti Perbup Jombang tentang Seleksi Perangkat Desa, Dinilai Berpotensi Picu Konflik Sosial

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:52 WIB

Izin Forkopimda Rampung, 8 Desa di Jombang Siap Gelar KDAW

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:44 WIB

Sekda Jombang Kejar Pencairan Insentif RT/RW, Target Tuntas Sebelum 10 Maret

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:25 WIB

Pemkab Jombang dan Kejari Teken MoU Bidang Datun Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Berita Terbaru

Kondisi sebuah gudang rongsokan di Dusun Winong RT 03 RW 02, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, pada Senin (16/3/2026) dini hari.

Peristiwa

Gudang Rongsokan di Johowinong Jombang Ludes Terbakar

Senin, 16 Mar 2026 - 15:51 WIB

Politik & Pemerintahan

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Senin, 16 Mar 2026 - 09:28 WIB