BADUNG, LintasDaerah.id – Usia boleh menua, tetapi semangat perjuangan tidak pernah pudar bagu sosok I Wayan Rembijok. Veteran asal Legian, Badung, Bali tersebut kini berusia 104 tahun dan masih berkesempatan menyaksikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Lahir pada Desember 1920, Rembijok tumbuh di tengah suasana kolonial. Saat pendudukan Jepang pada awal 1940-an, ia memilih ikut bergerilya bersama pemuda Legian.
“Bapak menolak bekerja sama dengan Jepang, lebih memilih sembunyi di lubang perlindungan,” tutur putranya, I Wayan Rembiyak, kepada awak media.
Dari balik lubang perlindungan, ia menyaksikan rakyat kecil bertahan dengan harapan pasukan Sekutu segera mengusir penjajah. Setelah proklamasi kemerdekaan, perjuangannya tidak berhenti. Rembijok bahkan masih ikut bergerilya pada masa pergolakan 1960-an sebelum akhirnya kembali hidup sebagai petani.
Namun, kehidupan di sawah pun tak selalu mudah. Pada 1997, lahan pertaniannya beralih fungsi untuk proyek pembangunan jalan. Sejak itu, kesehariannya dijalani sederhana bersama keluarga.
Kini di usia senja, tubuhnya sudah lemah, penglihatan kabur, dan langkah lumpuh. Aktivitasnya hanya terbatas di ranjang dengan mengenakan topi pejuang kebanggaannya. Sesekali ia menyahut dalam bahasa Bali ketika cucu-cucunya mengajak berbincang. “Kalau ditanya, beliau masih menjawab meski terbata-bata,” ujar cucunya, Nengah Suadirsa.
Meski kondisi fisiknya terbatas, keluarga bersyukur karena Rembijok masih bisa menyaksikan peringatan HUT ke-80 RI. “Ini kebahagiaan luar biasa. Ayah sudah melewati masa Jepang, Belanda, hingga kini bisa melihat Indonesia merayakan kemerdekaan ke-80,” ungkap Rembiyak dengan haru.
Nama Rembijok tercatat sebagai veteran sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, baru pada 2003 keluarganya menerima hak pensiun sebesar Rp1,4 juta per bulan setelah diurus ke Kementerian Pertahanan. Setiap HUT RI, ia juga mendapatkan uang rapel sekitar Rp2,5 juta.
Pemerintah desa disebut sudah rutin memberi perhatian, termasuk mendatangkan tim medis dari puskesmas. Kendati begitu, keluarga berharap perhatian lebih luas dari pemerintah pusat. “Masih banyak keluarga veteran di Legian yang belum mendapat hak pensiun. Semoga ada kebijakan agar mereka juga diperhatikan,” harap Rembiyak.
Bagi keluarganya, pesan sang veteran menjadi warisan berharga. “Ayah selalu berpesan agar generasi muda meneruskan semangat ’45. Jangan lupa membangun bangsa dengan kerja keras,” katanya.
Di balik tubuh ringkihnya, I Wayan Rembijok adalah saksi hidup sejarah bangsa. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan buah perjuangan panjang yang harus terus dijaga.(*)
Baca Juga:
- Jombang Sambut Delegasi BIMP-EAGA Brunei Darussalam, Perkuat Kemitraan Investasi Serumpun
- Sopir Kaget Disalip di Tikungan, Truk Muatan Kayu Terjun ke Sawah Mojoagung Jombang
- Carut-Marut Izin Pemasangan Kabel Fiber Optik di Jombang: antara Rekomendasi, Regulasi, dan Kewenangan
Editor : Nury






