JOMBANG, LintasDaerah.id – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Jombang tercoreng ulah gangster jalanan. Dua insiden pengeroyokan terjadi di Kecamatan Mojowarno dan Jembatan Ploso, menimbulkan korban luka serius hingga keresahan masyarakat.
Insiden pertama pecah di Dusun Rejosari, Desa Gondek, Mojowarno pada Minggu (17/8/2025) malam. Berdasarkan keterangan warga, tiga remaja menjadi korban pengeroyokan rombongan geng motor berjumlah puluhan orang. Salah satu korban berinisial DDH ditendang hingga terjatuh, sementara korban lainnya dipukuli secara brutal.
Warga yang geram langsung melakukan pengejaran hingga ke wilayah Ngoro. Dua terduga pelaku berinisial CF dan RDC berhasil ditangkap saat berboncengan dengan motor Honda Beat.
Keduanya kini menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Mojowarno. “Kami masih memburu pelaku lainnya,” tegas Kapolsek Mojowarno, AKP Soesilo.
Kasus lain terjadi di Jembatan Ploso, Jumat (15/8/2025) malam. Seorang remaja asal Lamongan, Yoga Arjuna (16), dikeroyok 6–8 pemuda bermotor saat sedang berfoto di jembatan. Tanpa alasan jelas, ia dihajar hingga mengalami luka parah di kepala dan wajah. Hasil rontgen menunjukkan ada retak pada tulang tengkoraknya.
Hingga Senin malam (18/8/2025), Yoga masih dirawat intensif di rumah sakit Kecamatan Tembelang. Ayah korban, Sujianto (43), mengaku belum sempat membuat laporan polisi karena fokus mengurus perawatan anaknya. Sementara Kapolsek Ploso Kompol Purwo Atmojo menyebut pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus tersebut.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aksi gangster maupun tindak kejahatan lainnya.
“Kami bersama Pemerintah Daerah, Kodim, dan instansi terkait berkomitmen kuat menjaga keamanan masyarakat Jombang, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Tidak ada toleransi bagi siapapun yang mencoba merusak ketertiban,” tegasnya.(*)
Baca Juga:
- Polemik Lahan Sekolah, Dewan Pendidikan Jombang Datangi SDN Mojongapit 3
- Panasnya Dua Matahari di Langit Njomplang, Rakyat Gosong Sebelum Panen
- Mengapa Gerhana Bulan Total Terjadi di Indonesia? Ini Alasan Fenomena Blood Moon
Editor : Nury






