Kursi Kadis Perkim Jombang, Jabatan Strategis yang Malah Seolah Tak Laku

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Perkim Jombang.

Kantor Dinas Perkim Jombang.

JOMBANG, LintasDaerah.id – Di lingkungan Pemkab Jombang, kursi kepala dinas mendadak menjadi buah bibir. Bukan karena diperebutkan ramai-ramai, tapi justru karena ada satu kursi yang malah ditinggal sendirian, tanpa rebutan, tanpa keramaian, tanpa drama antrean. Kursi itu milik Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).

Padahal, kalau dipikir-pikir, Dinas Perkim bukan jabatan sembarangan. Ini dinas yang bersinggungan dengan urusan rumah rakyat. Dari tanah yang dipijak, atap yang menaungi, sampai kawasan permukiman yang menentukan apakah seseorang tinggal di lingkungan layak atau sekadar bertahan hidup. Tapi entah kenapa, sampai batas akhir pendaftaran seleksi terbuka pada Jumat (20/2/2026) tengah malam, kursi ini justru cuma satu orang.

Rumor yang beredar di lorong-lorong kantor pemerintahan yang biasanya lebih cepat dari pengumuman resmi menyebutkan, satu-satunya pendaftar itu adalah seorang camat. Situasinya jadi terasa seperti lomba lari yang pesertanya cuma satu, tapi tetap harus start, tetap harus finis, dan tetap harus dinilai apakah layak menang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo mengatakan, secara keseluruhan ada 19 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendaftar seleksi terbuka untuk lima jabatan strategis. Selain Perkim, kursi lain yang diperebutkan adalah Kepala Dinas PUPR, Disporapar, Disdagrin, serta Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan.

Secara angka, 19 pendaftar terdengar cukup ramai. Tapi ketika angka itu dipecah per kursi, barulah terasa ada yang janggal. Kursi lain punya kompetisi. Sedangkan Kursi Perkim, setidaknya untuk sementara, punya kesunyian.

“Sampai pukul 24.00 WIB tanggal 20 Februari 2026, ada 19 orang ASN yang resmi mendaftar seleksi terbuka JPTP (Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama),” ujar Agus Purnomo.

Namun, birokrasi tidak mengenal istilah batal hanya karena sepi. Proses tetap berjalan. Panitia Seleksi tetap bekerja. Verifikasi administrasi tetap dilakukan, seolah ingin memastikan bahwa meskipun hanya satu orang yang datang, prosedur tetap harus dihormati.

Setelah verifikasi, masih ada uji kompetensi. Lalu wawancara. Tahapan-tahapan ini terdengar seperti serangkaian pintu yang tetap harus dibuka satu per satu, meski orang yang melewatinya tidak perlu berdesakan. (*)

Baca Juga:

Editor : Nury

Berita Terkait

DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM
Menko Pangan dan Bupati Warsubi Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Targetkan Pemerataan ke Sekolah Agama
3 Bupati Kompak! Flyover Mengkreng Segera Dibahas, Solusi Macet Parah di Jatim
WFH Jumat Resmi Berlaku di Jombang, ASN Dituntut Lebih Produktif dan Digital
Kunjungan Arifatul Choiri Fauzi di Jombang: Sekolah Rakyat dan UPTD PPA Jadi Sorotan Perlindungan Anak
Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya
Disperindag Jombang Buka Sewa Lahan Parkir dan Toilet Sentra PKL Ahmad Dahlan, Cek Harga dan Syaratnya!
Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 14:12 WIB

DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM

Jumat, 10 April 2026 - 17:37 WIB

Menko Pangan dan Bupati Warsubi Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Targetkan Pemerataan ke Sekolah Agama

Senin, 6 April 2026 - 15:56 WIB

WFH Jumat Resmi Berlaku di Jombang, ASN Dituntut Lebih Produktif dan Digital

Sabtu, 4 April 2026 - 14:56 WIB

Kunjungan Arifatul Choiri Fauzi di Jombang: Sekolah Rakyat dan UPTD PPA Jadi Sorotan Perlindungan Anak

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:07 WIB

Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru