JOMBANG, LintasDaerah.id – Kalau ada yang mengira patroli sepertiga malam itu cuma ritual formal dimana kerap dikatikan dengan muter-muter, absen, lalu pulang, cerita dari Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini layak jadi bantahan. Di jam ketika logika sudah mengantuk dan kopi mulai kehilangan tenaga, justru ada aksi yang bikin satu motor gagal berpindah tangan.
Polres Jombang kemudian memberi penghargaan kepada tiga personel Polsek Ngoro dan tiga warga. Bukan karena mereka viral, bukan pula karena kontennya FYP, tapi karena mereka berhasil menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.
Tiga polisi yang diapresiasi adalah Aiptu Suharianto, Bripka Khoiron Ayatulloh, dan Brigadir Nova Anggik Syaifulloh. Dari unsur warga, ada Purwanto, Zufril Idris Mahendra, dan Bintang Hanasa Rahaja. Mereka ini contoh nyata bahwa ronda malam bukan sekedar alasan untuk ngobrol sampai larut atau bakar rokok berbatang-batang.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan dalam apel di Mapolres Jombang, Senin (19/1/2026). Apel yang biasanya kaku dan penuh aba-aba itu kali ini punya cerita berbeda: kerja yang tidak banyak bicara, tapi hasilnya nyata.

Menurut Kapolres, penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas, baik dari anggota Polri maupun masyarakat. Bahasa resminya begitu. Terjemahan bebasnya adalah kalau ada yang kerja bener, ya pantas dikasih penghargaan.
Kisahnya sendiri sederhana, tapi krusial. Saat patroli di jam rawan, petugas melihat seseorang mendorong sepeda motor di sebuah gang kampung. Aneh? Cukup mencurigakan? Jelas. Ketika hendak diperiksa, orang itu memilih lari alias kabur. Biasanya, kabur itu adalah sebuah keputusan yang jarang berakhir bahagia.
Berkat respons cepat polisi dan warga yang sedang ronda siskamling, pelaku akhirnya tertangkap. Tanpa drama panjang, tanpa adegan kejar-kejaran ala sinetron. Motor selamat, kampung tetap tenang.
Kapolres pun menyampaikan terima kasih kepada warga yang mau peduli dan terlibat. Karena keamanan, pada akhirnya, bukan cuma urusan seragam dan senjata, tapi juga kesadaran kolektif: saling jaga, saling waspada.
Di Kecamatan Ngoro, kejadian ini jadi pengingat sederhana. Bahwa di tengah malam yang sunyi, ronda kampung dan patroli polisi masih punya fungsi penting. Dan bahwa niat mencuri motor bisa gagal total, hanya karena satu gang dan beberapa orang yang memilih tidak cuek. (*)
Editor : Nury






