Tarif 19 Persen AS: Ekonomi RI Diguncang, Politik Dagang Mengintai

- Redaksi

Selasa, 12 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – LintasDaerah.id | Kebijakan tarif resiprokal 19 persen yang resmi diberlakukan Amerika Serikat untuk barang asal Indonesia sejak 7 Agustus 2025, tak hanya soal angka di tabel perdagangan. Di baliknya, terselip pesan politik dagang yang kian keras terdengar.

Bagi Washington, tarif ini disebut sebagai langkah “adil” melawan hambatan ekspor mereka. Bagi Jakarta, ini ancaman yang bisa memangkas laju komoditas andalan dari tekstil, karet, kayu, alas kaki, hingga elektronik menuju pasar terbesar kedua RI setelah Cina.

Baca Juga  Kopi Excelsa Wonosalam Kian Mendunia, Bupati dan Wabup Jombang Dapat Tantangan  "Battle Seduh Kopi"

“Efek front loading sudah berjalan. Pesanan dari AS bisa melemah signifikan,” kata Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, dalam Media Briefing Permata Institute for Economic Research (PIER), Senin, 11 Agustus 2025. Potensi penurunan ekspor, menurut dia, bisa mencapai 5–10 persen dibanding tahun lalu.

Badan Pusat Statistik mencatat, pada Maret 2025, ekspor non-migas RI ke AS mencapai US$2,63 miliar naik 12,08 persen dari Februari. Kini, tren itu terancam berbalik. Perlambatan ekspor akan memukul pertumbuhan PDB kuartal III dan IV, yang diproyeksikan PIER hanya berada di kisaran 4,8–5,1 persen.

Baca Juga  Jadwal Lengkap Playoff MPL S15 dan Cara Beli Tiketnya

Di panggung internasional, tarif ini memicu riak ke sejumlah negara mitra dagang, menambah beban perdagangan global yang sudah rapuh. “Ini sinyal bahwa proteksionisme sedang kembali naik daun,” ujar seorang pengamat perdagangan internasional di Jakarta.

Bagi Indonesia, pilihan strateginya makin terbatas: melawan di meja negosiasi, atau mencari pasar baru sebelum gelombang ini berubah menjadi badai.(*)

Editor : Nury

Berita Terkait

Pasar Murah EPIK Mobile Hadir di Megaluh, Pemkab Jombang Perkuat Kendali Inflasi Jelang Idul Fitri
Disdikbud Jombang dan Bank Jatim Gelar Bazar Ramadan 4 Hari, Libatkan Puluhan UMKM
Disperta Jombang Pastikan Bantuan Pupuk Tembakau Tetap Berlanjut Tahun Ini
Kapolres Jombang Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Lahan 5 Hektare Desa Katemas
Bupati Warsubi Serahkan Bantuan Alsintan, Perkuat Posisi Jombang sebagai Lumbung Pangan Nasional
Dukung Swasembada Gula 2028, Pemkab Jombang dan Kodim 0814 Gelar Tanam Tebu Perdana
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolres Jombang dan BRI Salurkan 5 Unit Mesin Pengering Jagung
Disdagrin Jombang Pastikan Penataan Pasar Ploso Sesuai Perbup No. 76 Tahun 2024
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:49 WIB

Pasar Murah EPIK Mobile Hadir di Megaluh, Pemkab Jombang Perkuat Kendali Inflasi Jelang Idul Fitri

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:32 WIB

Disdikbud Jombang dan Bank Jatim Gelar Bazar Ramadan 4 Hari, Libatkan Puluhan UMKM

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:45 WIB

Disperta Jombang Pastikan Bantuan Pupuk Tembakau Tetap Berlanjut Tahun Ini

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:45 WIB

Kapolres Jombang Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Lahan 5 Hektare Desa Katemas

Senin, 5 Januari 2026 - 21:20 WIB

Bupati Warsubi Serahkan Bantuan Alsintan, Perkuat Posisi Jombang sebagai Lumbung Pangan Nasional

Berita Terbaru

Kondisi sebuah gudang rongsokan di Dusun Winong RT 03 RW 02, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, pada Senin (16/3/2026) dini hari.

Peristiwa

Gudang Rongsokan di Johowinong Jombang Ludes Terbakar

Senin, 16 Mar 2026 - 15:51 WIB

Politik & Pemerintahan

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Senin, 16 Mar 2026 - 09:28 WIB