Seorang Guru dan Satu Murid Sekolah Rakyat Jombang Mundur, Ikuti Jejak Ratusan Guru Nasional

- Redaksi

Selasa, 29 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang guru dan satu murid Sekolah Rakyat Jombang mundur. (Foto dibuat dengan AI)

Ilustrasi seorang guru dan satu murid Sekolah Rakyat Jombang mundur. (Foto dibuat dengan AI)

JOMBANG, LintasDaerah.id – Program Sekolah Rakyat yang baru diluncurkan pertengahan Juli 2025 kini mulai menghadapi tantangan serius. Setelah ratusan guru secara nasional memilih mundur dari penugasan, fenomena serupa kini terjadi di Jombang. Seorang guru dan satu siswa diketahui mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat Jombang.

Informasi ini dikonfirmasi oleh Kepala Sekolah Rakyat Jombang Andik Minarto. Guru yang mengundurkan diri diketahui merupakan pengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang sebelumnya merupakan aparatur sipil negara (ASN) dari Kementerian Agama.

”Kami belum tahu pasti alasannya, karena yang bersangkutan langsung mengundurkan diri. Kemungkinan ia kembali ke sekolah asalnya,” tuturnya.

Sementara itu, seorang siswa juga memilih keluar dari Sekolah Rakyat Jombang. Belum diketahui secara pasti alasan siswa tersebut mundur, namun diduga berkaitan dengan adaptasi lingkungan dan sistem belajar yang sangat berbeda dari sekolah umum.

Pemkab Jombang saat ini masih menunggu kebijakan pusat terkait pengganti guru yang mundur, karena perekrutan guru Sekolah Rakyat merupakan kewenangan langsung pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan Kemendikbudristek. Sementara itu, pendekatan persuasif juga dilakukan agar guru yang mengundurkan diri dapat mempertimbangkan kembali keputusannya.

Di sisi lain, isu pengunduran diri tenaga pendidik bukan hanya terjadi di Jombang. Secara nasional, sebanyak 160 guru Sekolah Rakyat telah memilih mundur dari tugasnya. Alasan utama yang mencuat adalah keberatan terhadap penempatan lokasi mengajar yang terlalu jauh dari domisili.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.

“Mereka mengundurkan diri bukan karena tekanan atau permasalahan internal. Mereka keberatan karena lokasi penempatan terlalu jauh dari tempat tinggal,” kata Gus Ipul dalam pernyataannya di hadapan media.

Meskipun begitu, Gus Ipul menegaskan, pemerintah telah menyiapkan tenaga pengganti dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ada sekitar 50 ribu guru PPG yang siap diterjunkan jika dibutuhkan di seluruh Indonesia.

“Kita tidak akan memaksa siapa pun untuk bertugas. Kalau merasa tidak sanggup, silakan mundur. Kita sudah siapkan penggantinya,” ujarnya.

Sekolah Rakyat adalah program inovatif pemerintah yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, terutama dari Desil 1 dan 2.

Program ini mengusung konsep sekolah berasrama dengan pembelajaran yang menekankan nilai-nilai karakter, nasionalisme, dan literasi dasar. Pendidikan, akomodasi, makan, hingga pakaian semua diberikan secara gratis.

Namun sejak peluncurannya pada 14 Juli 2025, sejumlah kendala muncul di lapangan. Selain penempatan yang jauh, sistem tinggal di asrama dan kurikulum padat disebut menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pengajar maupun siswa.(*)

Lainnya:

Penulis : Apriani Alva

Editor : Nury

Berita Terkait

MTQ ke-32 Jombang Resmi Dibuka, Ratusan Qari-Qariah Siap Syiar Al-Qur’an
Kepala Dinas Pendidikan Jombang Pantau Pelaksanaan TKA SMP 2026
Ketua PCNU Jombang Kritik Kebijakan Pendidikan, Kesejahteraan Guru dan Moral Siswa Jadi Sorotan
Disdikbud Jombang Verifikasi Data Sarana Prasarana SD untuk Akurasi Kebijakan
Perkuat Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Gelar Workshop Deep Learning bagi Guru SMP
Gus Wabup Salmanudin di Grand Final Guk & Yuk Cilik 2026: Kemenangan Sejati Adalah Mentalitas dan Keberanian
Bangkitkan Warisan Budaya, Jombang Gelar Rekonstruksi Kesenian Gambus Misri Bintang Sembilan
Optimalkan Potensi Siswa, 265 Guru di Jombang Ikuti Bimtek Deteksi Dini Inteligensi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 22:14 WIB

MTQ ke-32 Jombang Resmi Dibuka, Ratusan Qari-Qariah Siap Syiar Al-Qur’an

Senin, 6 April 2026 - 15:31 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Jombang Pantau Pelaksanaan TKA SMP 2026

Senin, 6 April 2026 - 14:45 WIB

Ketua PCNU Jombang Kritik Kebijakan Pendidikan, Kesejahteraan Guru dan Moral Siswa Jadi Sorotan

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:45 WIB

Disdikbud Jombang Verifikasi Data Sarana Prasarana SD untuk Akurasi Kebijakan

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:58 WIB

Perkuat Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Gelar Workshop Deep Learning bagi Guru SMP

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:01 WIB

Politik & Pemerintahan

Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025

Senin, 27 Apr 2026 - 22:25 WIB

Politik & Pemerintahan

HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah

Senin, 27 Apr 2026 - 22:19 WIB

Pendidikan & Budaya

MTQ ke-32 Jombang Resmi Dibuka, Ratusan Qari-Qariah Siap Syiar Al-Qur’an

Senin, 27 Apr 2026 - 22:14 WIB