JOMBANG, LintasDaerah.id – Setelah melalui pencarian selama dua hari, bocah berusia lima tahun bernama Adzriel Rafiq yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Desa Murangagung, Kecamatan Bareng, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (22/8/2025).
Peristiwa nahas itu berawal pada Kamis (21/8/2025) siang, saat korban bersama teman-temannya bermain dan mandi di sungai sejak pukul 12.00 WIB.
Namun hingga pukul 16.00 WIB, korban tak kunjung terlihat kembali ke tepi sungai. Warga hanya menemukan sepeda dan pakaian milik korban di sekitar lokasi.
Saat teman korban ditanya, mereka mengaku terakhir melihat Adzriel mandi di sungai sebelum hilang dari pandangan.
Mendapat laporan itu, warga menduga korban tenggelam dan langsung melaporkannya ke petugas. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Jombang, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat segera melakukan penyisiran sejauh 500 meter di sepanjang aliran sungai. Pencarian dilanjutkan hingga malam hari, namun korban belum juga ditemukan.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, menyampaikan bahwa pencarian berlanjut hingga hari kedua.
“Tim SAR gabungan hingga pagi ini masih bekerja dalam pencarian, semoga segera ditemukan,” ujarnya saat itu.
Upaya pencarian kemudian dibagi menjadi dua tim, yakni Search and Rescue Unit (SRU) air yang menyisir aliran sungai hingga wilayah Mojowarno, serta SRU darat yang memantau bantaran sungai dan sejumlah jembatan.
Akhirnya, jasad korban ditemukan di aliran Sungai Pait pada Jumat (22/8/2025) sekitar pukul 10.17 WIB.
Lokasi pememuan jasad korban berada di belakang rumah dekat area makam, sekitar 600 meter dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.

“Korban ditemukan siang hari dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar salah satu anggota tim SAR.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Kademangan, Faisol Zakaria. “Benar, memang sudah ditemukan untuk anak yang hanyut tersebut. Jasad korban langsung dievakuasi untuk diserahkan ke pihak keluarga,” katanya.
Plt Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, menegaskan proses SAR terhadap korban resmi dihentikan setelah jasad ditemukan. “Benar, sudah ditemukan dan sudah dievakuasi juga. Saat ini masih dilakukan visum oleh petugas INAFIS. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai,” pungkasnya.(*)
Lainnya:
- Mogok di Perlintasan, Mobil Picu Tabrakan Maut KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, 4 Tewas
- Viral Komplain Pelayanan, RS Airlangga Jombang Akui Kendala dan Minta Maaf
- Skandal Mafia Tanah Depok Diselidiki! Polda Metro Jaya Kunci Lahan Sengketa di Sawangan
Editor : Nury






