JOMBANG,LintasDaerah.id – Kebakaran menghanguskan gudang penyimpanan milik SMP Negeri 2 Sumobito, Kabupaten Jombang, Jumat (17/4/2026) petang. Insiden yang diduga dipicu korsleting listrik itu menyebabkan atap gudang serta sejumlah perabot sekolah ludes terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta.
Peristiwa terjadi di Dusun Kendalsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, tepatnya di lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Sumobito. Api mulai terlihat sekitar pukul 17.50 WIB dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.10 WIB.
Kepala BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa bangunan yang terbakar merupakan gudang berukuran sekitar 3×5 meter yang digunakan untuk menyimpan meja dan kursi milik sekolah.
“Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, sehingga tidak merambat ke bangunan lain,” ujarnya.

Kebakaran pertama kali diketahui seorang warga bernama Alam Kurniawan sekitar pukul 17.40 WIB. Saat itu, ia melihat kobaran api muncul dari bagian gudang sekolah. Menyadari adanya kebakaran, warga sekitar langsung berupaya memadamkan api secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya.
Namun, api terus membesar sehingga warga melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran Jombang pada pukul 17.47 WIB untuk meminta bantuan penanganan.
Merespons laporan itu, tim dari Pos Damkar Mojoagung segera diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 17.50 WIB. Sekitar 15 menit kemudian, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman serta pendinginan.
Dua unit mobil fire pumper truck dikerahkan dalam proses penanganan. Berkat kesigapan petugas dan bantuan masyarakat setempat, api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan utama sekolah maupun permukiman warga di sekitar lokasi.
Dari hasil investigasi awal, petugas menduga kebakaran dipicu gangguan instalasi listrik di area gudang.
Petugas investigasi Damkar, Deny Santoso, mengatakan sumber api sementara mengarah pada korsleting listrik.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Namun, penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pastinya,” jelasnya.
Gudang yang terbakar diketahui dikelola oleh Kepala Sekolah Bambang Joko. Bagian yang rusak meliputi atap gudang dan sejumlah perabot sekolah seperti meja serta kursi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Setelah proses pemadaman selesai, petugas memastikan lokasi dalam kondisi aman dengan melakukan pendinginan guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Dalam penanganan kebakaran ini, sejumlah unsur terlibat, mulai dari Pos Damkar Mojoagung, Pos Damkar Jombang, Polsek Sumobito, relawan, pihak sekolah, perangkat desa, hingga warga sekitar.
BPBD Jombang mengimbau masyarakat, khususnya pengelola fasilitas umum dan sekolah, agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik. Pemeriksaan rutin jaringan listrik dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana kebakaran.
Baca Juga:
- Warsubi Dapat Apresiasi, Dinilai Beri Teladan Dialog Publik soal Pajak Daerah
- Akhirnya Prabowo Pidato Usai Satu Nyawa Melayang, Tapi Bungkam Soal Bubarkan DPR
- Sopir Bank di Solo Nekat Gasak Rp9 Miliar, Polisi Buru Pelaku
Editor : Nury






