Gelombang BDI Guncang Senayan, Publik Soroti Sikap PDI Perjuangan soal Deddy Sitorus

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deddy Sitorus, anggota Partai PDI Perjuangan, jadi sorotan publik ditengah gelombang Badai Disiplin Internal (BDI).

Deddy Sitorus, anggota Partai PDI Perjuangan, jadi sorotan publik ditengah gelombang Badai Disiplin Internal (BDI).

JAKARTA, LintasDaerah.id – Gelombang Badai Disiplin Internal (BDI) masih mengguncang partai politik di Indonesia. Setelah Partai Nasdem, PAN, dan Golkar mengambil langkah tegas mencopot sejumlah kader dari jabatan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), kini sorotan publik tertuju kepada PDI Perjuangan (PDIP).

Partai berlambang banteng moncong putih itu dinilai lamban mengambil sikap terhadap salah satu anggotanya, Deddy Sitorus, yang tengah menuai kritik keras akibat pernyataannya di ruang publik. Deddy dianggap melontarkan kalimat kontroversial yang menyiratkan superioritas anggota dewan di atas masyarakat biasa.

Sebelumnya, Partai Nasdem bergerak cepat dengan menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbah. Menyusul kemudian Partai Amanat Nasional (PAN) yang mencopot Eko Patrio dan Uya Kuya dari jabatan strategis. Langkah serupa juga ditempuh oleh Partai Golkar dengan memberhentikan Adi Skadir.

Sementara itu, hingga Senin (1/9/2025), PDIP masih belum mengumumkan keputusan resmi terkait posisi Deddy Sitorus.

Nama Deddy menjadi sorotan setelah sebuah pernyataan yang ia lontarkan dalam forum media sosial viral dan menuai reaksi keras. Kalimat tersebut dinilai merendahkan publik, padahal anggota DPR dipilih oleh rakyat untuk menyuarakan aspirasi, bukan sebaliknya.

Pernyataan itu pun memicu gelombang kritik. Banyak kalangan menilai sikap Deddy arogan dan tidak pantas, terlebih di tengah kondisi masyarakat yang tengah menuntut empati dari wakilnya di parlemen.

“Pernyataan ini menampar nurani rakyat. DPR dipilih oleh rakyat, bukan penguasa yang boleh merendahkan publik,” ujar Arif Susanto, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Senin (1/9/2025).

Di media sosial, kritik terhadap Deddy semakin meluas. Sejumlah warganet bahkan mendesak PDIP untuk segera mengambil langkah tegas sebagaimana partai-partai lain.

Menurut mereka, sikap lamban justru berpotensi merusak citra partai dan menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap kader tertentu.

Hingga berita ini diturunkan, PDI Perjuangan belum mengeluarkan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi kepada Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto juga belum mendapat tanggapan.

Publik kini menunggu bagaimana langkah partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut dalam merespons badai disiplin internal yang sedang melanda berbagai partai politik di tanah air.

Lainnya:

Editor : Nury

Berita Terkait

Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi
Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025
HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah
Forkopimcam Mojoagung Sidak Dapur MBG, Garuda Nusantara Lestari: “Gizi Anak Bangsa Adalah Harga Mati!
Program PK-RTLH Jombang 2026: 61 Rumah Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 2,045 Miliar
DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM
Menko Pangan dan Bupati Warsubi Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Targetkan Pemerataan ke Sekolah Agama
3 Bupati Kompak! Flyover Mengkreng Segera Dibahas, Solusi Macet Parah di Jatim
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:01 WIB

Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi

Senin, 27 April 2026 - 22:25 WIB

Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025

Senin, 27 April 2026 - 22:19 WIB

HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 20:03 WIB

Forkopimcam Mojoagung Sidak Dapur MBG, Garuda Nusantara Lestari: “Gizi Anak Bangsa Adalah Harga Mati!

Jumat, 17 April 2026 - 04:26 WIB

Program PK-RTLH Jombang 2026: 61 Rumah Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 2,045 Miliar

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:01 WIB

Politik & Pemerintahan

Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025

Senin, 27 Apr 2026 - 22:25 WIB

Politik & Pemerintahan

HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah

Senin, 27 Apr 2026 - 22:19 WIB

Pendidikan & Budaya

MTQ ke-32 Jombang Resmi Dibuka, Ratusan Qari-Qariah Siap Syiar Al-Qur’an

Senin, 27 Apr 2026 - 22:14 WIB