Mutasi Pejabat Jombang, Solikhin Ruslie: Bukan Berdasar Kinerja, Lebih Balas Dendam Politik

- Redaksi

Minggu, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sholikin Ruslie, pakar hukum di Jombang mengkritisi mutasi pejabat struktural di Pemkab Jombang.

Sholikin Ruslie, pakar hukum di Jombang mengkritisi mutasi pejabat struktural di Pemkab Jombang.

JOMBANG, LintasDaerah.id – Mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, menuai kritik tajam. Utamanya, tidak berdasarkan kinerja.

Hal ini disampaikan Sholikhin Ruslie, dosen sekaligus pakar hukum di Jombang. Ia menilai, rotasi jabatan yang diumumkan Bupati Warsubi penuh tanda tanya dan sarat kepentingan politik, bukan semata urusan kinerja.

“Kalau bupati bilang mutasi ini tanpa transaksi, tanpa politik dagang sapi, hanya untuk kinerja, itu sulit dipercaya. Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya,” nilai Sholikin.

Ia menyinggung kebocoran daftar mutasi yang beredar jauh sebelum pelantikan.

“Dan terbukti 100 persen sesuai. Itu artinya ada permainan. Bagaimana bisa dibilang murni kinerja?,” lanjutnya.

Sholikin juga menyoroti kembalinya dr Puji Umbaran sebagai Direktur RSUD Jombang. Menurutnya, langkah itu janggal karena rekam jejak kinerjanya biasa-biasa saja.

“Kalau bicara prestasi, dr Makmur justru lebih mumpuni. Tapi yang dipertahankan justru sebaliknya. Ini bukan profesionalisme, ini kepentingan politik dan balas dendam pribadi,” katanya.

Lebih jauh, ia menyoroti enam posisi strategis yang belum terisi, di antaranya Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Satpol PP, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Ini jabatan-jabatan vital yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik. Kalau kosong, pelayanan akan macet. Mengapa dibiarkan? Dugaan saya karena negosiasi antara calon pejabat dengan bupati belum ketemu. Ada tarik-menarik kepentingan,” ujarnya blak-blakan.

Kritik juga diarahkan ke Satpol PP yang dianggap gagal mengendalikan pedagang kaki lima (PKL).

“Coba lihat sepanjang Jalan Hasyim Asyari, Alun-alun, hingga Sentra PKL. Semua semrawut. Kalau Satpol PP tidak punya konsistensi, penataan gagal total. Jadi apa gunanya?” ungkapnya.

Ia menegaskan, mutasi kali ini bukannya memperkuat kepercayaan publik. Menurutnya, justru merusak legitimasi bupati sendiri.

“Ini semakin jelas, mutasi bukan soal kinerja, tapi soal balas dendam, suka tidak suka, dan sarat kepentingan politik. Publik tidak bodoh, masyarakat bisa menilai,” tandasnya.

Mantan Anggota DPRD Jombang ini juga mengatakan, harapan masyarakat terhadap reformasi birokrasi telah dikhianati.

“Yang dijanjikan profesionalisme, yang terjadi justru politik praktis. Jangan salahkan kalau kepercayaan publik terdegradasi karena ulah bupati sendiri,” pungkasnya. (*)

Lainnya:

Editor : Nury

Berita Terkait

Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi
Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025
HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah
Forkopimcam Mojoagung Sidak Dapur MBG, Garuda Nusantara Lestari: “Gizi Anak Bangsa Adalah Harga Mati!
Program PK-RTLH Jombang 2026: 61 Rumah Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 2,045 Miliar
DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM
Menko Pangan dan Bupati Warsubi Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Targetkan Pemerataan ke Sekolah Agama
3 Bupati Kompak! Flyover Mengkreng Segera Dibahas, Solusi Macet Parah di Jatim
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:01 WIB

Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi

Senin, 27 April 2026 - 22:25 WIB

Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025

Senin, 27 April 2026 - 22:19 WIB

HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 20:03 WIB

Forkopimcam Mojoagung Sidak Dapur MBG, Garuda Nusantara Lestari: “Gizi Anak Bangsa Adalah Harga Mati!

Jumat, 17 April 2026 - 04:26 WIB

Program PK-RTLH Jombang 2026: 61 Rumah Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 2,045 Miliar

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:01 WIB

Politik & Pemerintahan

Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025

Senin, 27 Apr 2026 - 22:25 WIB

Politik & Pemerintahan

HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah

Senin, 27 Apr 2026 - 22:19 WIB

Pendidikan & Budaya

MTQ ke-32 Jombang Resmi Dibuka, Ratusan Qari-Qariah Siap Syiar Al-Qur’an

Senin, 27 Apr 2026 - 22:14 WIB