JOMBANG, LintasDaerah.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, kembali menggelar tradisi sedekah desa berupa kirab gunungan, pada Kamis (12/6/2025).
Rangkaian acara Sedekah Desa Balongbesuk dimulai pada 11 Juni 205 berupa sembelih kerbau disertai tahlil dan doa.
Kemudian dilanjutkan dengan kirab gunungan hasil desa Balongbesuk pada Kamis (12/6/2025) serta pagelaran wayang pada malam harinya.
Sementara itu, puncak acara akan digelar pada 19 Juni 2025 yang akan menghadirkan Cak Percil CS dan Guyon Maton yang berlokasi di Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Sedekah Desa sekaligus kirab gunungan menjadi simbol syukur atas limpahan rezeki, tetapi juga menjadi perwujudan pelestarian budaya melalui Kirab Budaya Balongbesuk yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat.
Bertempat di Punden Desa Balongbesuk, acara tahunan ini dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Sudiro, jajaran Forkopimcam Diwek, serta tokoh masyarakat dan seluruh warga desa.
Keakraban dan suasana penuh khidmat begitu terasa, menandai kekuatan gotong royong dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.
Kepala Desa Balongbesuk, Mochamad Saifur, menjelaskan, sedekah desa atau yang juga dikenal sebagai bersih desa merupakan tradisi turun-temurun sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi dan rezeki yang telah diterima selama setahun penuh.
“Ini adalah bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT, terutama atas hasil panen dan segala nikmat yang diberikan,” ungkapnya.
Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk tidak melupakan asal-usul dan tetap menjaga hubungan harmonis dengan alam serta Sang Pencipta.
Sedekah desa juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkuat solidaritas sosial, serta menanamkan nilai gotong royong kepada generasi muda.
Acara kirab budaya turut mewarnai sedekah desa Balongbesuk menjadi daya tarik tersendiri. Dengan mengenakan pakaian adat, masyarakat beriringan membawa hasil bumi dan simbol-simbol budaya lokal.
Wabup Jombang Salmanudin mengapresiasi semangat warga Balongbesuk dalam menjaga warisan budaya leluhur.
“Semua ini adalah wujud nyata kita dalam nguri-uri kabudayan Jawi. Budaya adalah identitas kita, dan lewat kegiatan seperti ini, kita bisa terus menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak cucu kita,” tegasnya.
Salmanudin juga menekankan, keberkahan sebuah desa tidak hanya terletak pada kekayaan alamnya, tetapi juga dari kerukunan warganya.
“Selama masyarakatnya rukun, budayanya dijaga, dan rasa syukurnya tumbuh, maka desa akan menjadi tempat yang subur, aman, makmur dan penuh berkah,” tambahnya.
Puncak acara diakhiri dengan doa bersama di Punden, sebagai bentuk harapan agar Desa Balongbesuk dijauhkan dari marabahaya serta senantiasa diberi keberkahan dan ketentraman.
Setelah itu, masyarakat dan tamu undangan menikmati tumpeng bersama sebagai simbol kebersamaan dan syukur.
Acara sedekah desa dan kirab budaya di Jombang ini menjadi bukti nyata, tradisi memiliki nilai-nilai luhur yang relevan hingga kini. Harapannya, kegiatan ini terus dijaga dan dikembangkan agar bisa menjadi aset budaya yang memperkuat jati diri bangsa.(*)
Lainnya:
- Mogok di Perlintasan, Mobil Picu Tabrakan Maut KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, 4 Tewas
- Viral Komplain Pelayanan, RS Airlangga Jombang Akui Kendala dan Minta Maaf
- Skandal Mafia Tanah Depok Diselidiki! Polda Metro Jaya Kunci Lahan Sengketa di Sawangan
Penulis : Apriani Alva
Editor : Nury






