Belanja Modal Jombang 2025 Anjlok ke 51,65 Persen, Perencanaan Bappeda Disorot

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JOMBANG, LintasDaerah.id — Realisasi belanja modal Pemerintah Kabupaten Jombang tahun anggaran 2025 tercatat baru mencapai 51,65 persen dari total pagu Rp390,96 miliar. Rendahnya capaian tersebut mengemuka dalam audiensi antara Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Jombang dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang yang digelar di kantor Bappeda, Kamis, 18 Desember 2025.

Audiensi yang berlangsung tertutup namun intens itu dihadiri jajaran pengurus IWOI Jombang yang dipimpin Ketua Agus Pamuji. Dari pihak pemerintah daerah, hadir Kepala Bappeda Jombang Hartono didampingi pejabat struktural bidang perencanaan dan ekonomi.

Humas IWOI Jombang Ronny Brown secara langsung mempertanyakan rendahnya realisasi belanja modal yang dinilai mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 82,81 persen. Menurut Ronny, selisih hampir 30 poin persentase tersebut mengindikasikan persoalan serius dalam tahap perencanaan dan kesiapan teknis proyek pembangunan daerah.

“Target belanja modal 2025 dipatok Rp390,96 miliar, tetapi realisasinya hanya 51,65 persen. Ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan,” ujar Ronny.

Ia menilai proyek strategis yang tercantum dalam dokumen RKPD seharusnya telah melalui uji kesiapan sejak awal. Jika tidak, kata Ronny, potensi kendala lelang, lahan, maupun koordinasi antar perangkat daerah akan terus berulang dan berdampak pada rendahnya serapan anggaran.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappeda Jombang Hartono menegaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah telah disusun berbasis data dan indikator SMART. Ia menekankan bahwa serapan anggaran bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan.

“Perencanaan kami berbasis data dan analisis teknokratik. Jika di tengah pelaksanaan terdapat program yang tidak efektif atau terkendala faktor eksternal, maka evaluasi perlu dilakukan agar anggaran tidak dipaksakan,” kata Hartono.

Hartono juga mengakui adanya sejumlah faktor nonteknis yang memengaruhi realisasi belanja modal, antara lain tahapan Pilkada, perubahan kebijakan, serta pergantian pejabat yang berdampak pada proses pengambilan keputusan. Ia menyebut data yang disampaikan IWOI sesuai dengan catatan internal Bappeda dan menjadi bahan evaluasi ke depan.

Ketua IWOI Jombang Agus Pamuji menegaskan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial pers terhadap kebijakan publik. Menurutnya, masyarakat membutuhkan hasil pembangunan yang dapat dirasakan secara nyata, bukan hanya penjelasan normatif mengenai fleksibilitas perencanaan.

“Dokumen RPJMD dan RKPD tidak boleh berhenti sebagai narasi. Yang dibutuhkan publik adalah realisasi pembangunan fisik yang berdampak langsung,” ujar Agus.

Audiensi ditutup dengan kesepakatan bahwa Bappeda Jombang akan memperkuat evaluasi sinkronisasi antar dokumen perencanaan serta memastikan kesiapan teknis proyek sebelum penetapan anggaran belanja modal, guna mencegah terulangnya rendahnya serapan pada tahun berikutnya.

Lainnya:

Penulis : R Wijaya

Editor : Nury

Berita Terkait

Upacara Hardiknas 2026 di Jombang: Dorong Deep Learning dan Pendidikan Tanpa Batas
Kapolres Jombang Pimpin Apel Akbar, Sinergi Kamtibmas Digenjot
Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi
Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025
HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah
Forkopimcam Mojoagung Sidak Dapur MBG, Garuda Nusantara Lestari: “Gizi Anak Bangsa Adalah Harga Mati!
Program PK-RTLH Jombang 2026: 61 Rumah Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 2,045 Miliar
DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:11 WIB

Kapolres Jombang Pimpin Apel Akbar, Sinergi Kamtibmas Digenjot

Rabu, 29 April 2026 - 13:01 WIB

Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi

Senin, 27 April 2026 - 22:25 WIB

Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025

Senin, 27 April 2026 - 22:19 WIB

HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 20:03 WIB

Forkopimcam Mojoagung Sidak Dapur MBG, Garuda Nusantara Lestari: “Gizi Anak Bangsa Adalah Harga Mati!

Berita Terbaru