Bupati Pati Dituntut Lengser, Demo Warga Usung “Keranda Penipu” Buntut Kenaikan Pajak PBB P2

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pati Sudewo. (Foto: Instagram @pemkabpati_)

Bupati Pati Sudewo. (Foto: Instagram @pemkabpati_)

PATI – LintasDaerah.id | Alun-Alun Pati berubah dari ruang publik menjadi pusat demonstrasi terbesar dalam sejarah kabupaten, Rabu (13/08/2025). Ribuan warga memadati jantung kota, membawa spanduk, poster, hingga sebuah keranda bertuliskan “Keranda Penipu” sebagai simbol pemakaman kebijakan yang mereka anggap merugikan.

Arah protes mengarah langsung pada Bupati Pati, Sudewo, yang dituding gagal mengelola kebijakan publik dan memicu gelombang kemarahan warga.

Pemicu utama amarah massa adalah kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Meski pemerintah daerah mengklaim telah membatalkan kenaikan tersebut, warga menilai kerugian dan keresahan yang timbul tidak serta-merta terhapus.

Kenaikan PBB hanya menjadi salah satu dari rangkaian kebijakan yang dipersoalkan. Massa juga menyoroti pemecatan ratusan pegawai RSUD tanpa pesangon, penghapusan sejumlah sekolah melalui regrouping, serta penerapan sistem lima hari sekolah yang memicu protes dari guru dan orang tua.

Baca Juga  Tekanan Fiskal 2027, Wabup Jombang Minta Perangkat Daerah Pangkas Kegiatan Tak Berdampak

Suasana aksi memanas ketika terjadi lemparan sayur, botol, dan air mineral ke arah kantor bupati. Aparat Brimob bersenjata lengkap mengawal ketat, bahkan sempat melepaskan gas air mata. Namun, massa tetap bertahan.
“Kami sudah lama perih, jauh sebelum gas air mata ini,” ucap seorang warga yang ikut aksi.

Bupati Sudewo tidak muncul di hadapan massa. Beredar spekulasi bahwa ia berada di luar kota atau memilih bertahan di kantor. Akun Instagram pribadinya, @sudewoofficial, dibanjiri komentar sinis warganet.
“Pak, ini demo, bukan lomba sembunyi,” tulis salah satunya.

Kontras dengan amarah warga, hanya sepekan sebelumnya, 7 Agustus, Sudewo bersama istrinya, Atik Kusdarwati, tampil glamor dalam kirab Hari Jadi Pati ke-702. Mereka menaiki kereta kencana, mengenakan busana hitam-emas, dan melambaikan tangan. Gestur “saranghaeyo” ala idola K-pop dari Atik di tengah sorakan “pulang” justru memicu kritik tajam. Warganet menyebutnya sebagai “pose cinta di tengah penderitaan rakyat”.

Baca Juga  Sudewo di Ujung Tanduk, Warga Pati Kembali Gelar Aksi Demo 25 Agustus, DPRD Bergegas

Aksi 13 Agustus ini diperkirakan diikuti lebih dari 100 ribu orang, melampaui tantangan 50 ribu massa yang sebelumnya diucapkan Sudewo.

Bagi warga, demonstrasi kali ini bukan sekadar menuntut pembatalan PBB atau perubahan kebijakan di sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi juga menyangkut martabat dan akuntabilitas kepala daerah.

Seperti tercatat dalam sejarah, kemarahan rakyat jarang reda hanya dengan pernyataan atau penundaan kebijakan. Pati hari ini menegaskan kembali prinsip bahwa kepala daerah bukanlah penguasa absolut, melainkan pejabat publik yang harus siap mempertanggungjawabkan mandat rakyat.(*)

Penulis : Brown

Editor : Nury

Berita Terkait

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras
Akademisi Soroti Perbup Jombang tentang Seleksi Perangkat Desa, Dinilai Berpotensi Picu Konflik Sosial
Izin Forkopimda Rampung, 8 Desa di Jombang Siap Gelar KDAW
Sekda Jombang Kejar Pencairan Insentif RT/RW, Target Tuntas Sebelum 10 Maret
Pemkab Jombang dan Kejari Teken MoU Bidang Datun Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Lelang Jabatan di Pemkab Jombang Ditutup, Sekda Pastikan Tanpa Pungutan dan “Amplop Siluman”
Jombang Raih Penghargaan Nasional, Abah Warsubi Hadiahkan Umrah untuk 5 Pasukan Kebersihan
Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji: Pokir Harus Pro-Rakyat dan Transparan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 09:28 WIB

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:10 WIB

Akademisi Soroti Perbup Jombang tentang Seleksi Perangkat Desa, Dinilai Berpotensi Picu Konflik Sosial

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:52 WIB

Izin Forkopimda Rampung, 8 Desa di Jombang Siap Gelar KDAW

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:44 WIB

Sekda Jombang Kejar Pencairan Insentif RT/RW, Target Tuntas Sebelum 10 Maret

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:25 WIB

Pemkab Jombang dan Kejari Teken MoU Bidang Datun Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Berita Terbaru

Kondisi sebuah gudang rongsokan di Dusun Winong RT 03 RW 02, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, pada Senin (16/3/2026) dini hari.

Peristiwa

Gudang Rongsokan di Johowinong Jombang Ludes Terbakar

Senin, 16 Mar 2026 - 15:51 WIB

Politik & Pemerintahan

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Senin, 16 Mar 2026 - 09:28 WIB