JOMBANG, LintasDaerah.id – Di tengah kisruh skorsing yang dilayangkan Perserosi Jombang pada Dita Lasmaretha, pendiri dan pelatih klub sepatu roda Joins Indonesia di Jombang ini justru menunjukkan ketangguhannya dengan membuktikan prestasi.
Meski klub miliknya dilarang beroperasi dan lisensinya sebagai juri pun dibekukan, semangatnya untuk melahirkan atlet-atlet muda tidak pernah padam.
Situasi pelik ini memaksanya mengambil keputusan yang berat, yakni membawa atlet-atlet didikannya bertanding di luar kota dengan mewakili daerah lain.
Salah satu langkah konkretnya adalah dengan meminta izin sekaligus pertimbangan dari Ketua KONI Jombang untuk mengalihkan anak-anak binaannya agar bisa membela Kota Surabaya. Keputusan ini berbuah manis.
“Sebelum mengikuti lomba, saya sempat telp Ketua KONI Jombang, beliau memberikan semangat saya dalam melatih bibit atlet sepatu roda Jombang,” ungkap Dita Lasmaretha.
Sebanyak tujuh atlet sepatu roda asal Jombang, yang saat ini bernaung dalam klub DL Academy Surabaya, sukses berlaga dalam Semarang Rookie Championship (SRC) 2025, yang digelar pada 4–6 Juli 2025 di Plaza Lantai 1 Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Kota Semarang.
Ajang ini merupakan kejuaraan inline freestyle tingkat nasional yang diikuti 800 peserta dari berbagai kota, dengan kategori umur Beginner, Junior, dan Youth.
SRC 2025 mempertandingkan lima nomor lomba dinataranya Classic Slalom, Speed Slalom, Battle Slide, Fish Slalom, dan Skate Cross. Pembukaan kejuaraan ini dihadiri oleh Ketua KONI Kota Semarang Arnaz Andrarasmara, perwakilan PORSEROSI Kota Semarang Atik Kusmiati, dan General Manager Muladi Dome, Budi, yang mewakili Kepala BP UBIKAR UNDIP.
Adapun tujuh atlet asal Jombang yang tampil membela Surabaya dalam event tersebut adalah:
- Adiba Najma Alralinsyah (Speed Slalom Junior U12 Woman, Classic Slalom Junior U12 Woman)
- Shanala Kania Ramadhani (Speed Slalom Junior U12 Woman, Classic Slalom Junior U12 Woman)
- Annasya Rahmania Rizqika (Speed Slalom Junior U9 Woman, Classic Slalom Junior U9 Woman)
- Achmad Dliyaa Uddiin Isbach (Speed Slalom Junior U9 Man, Classic Slalom Junior U9 Man)
- M Sultan Abqory Azzam (Speed Slalom Youth Man, Classic Slalom Youth Man)
- Iftitah Azzahra Masaid (Speed Slalom Junior U12 Woman, Classic Slalom Junior U12 Woman)
- Lovecha Darla Callista (Speed Slalom Junior U12 Woman, Classic Slalom Junior U12 Woman)
Dari ajang ini, para atlet Jombang berhasil meraih lima medali yang membanggakan:
- M Sultan Abqory Azzam: Medali emas Speed Slalom Youth Man dan medali perunggu Classic Slalom Youth Man.
- Achmad Dliyaa Uddiin Isbach: Medali emas Speed Slalom Junior U9 Man dan medali perak Classic Slalom Junior U9 Man.
- Iftitah Azzahra Masaid: Medali emas Speed Slalom Junior U12 Woman.
Dalam wawancara dengan LintasDaerah.id, Dita Lasmaretha yang juga merupakan pelatih sekaligus owner DL Academy menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian anak-anak binaannya.
“Pastinya bangga banget ya, lihat anak-anak DL Academy bisa naik podium. Itu jadi bukti kalau kerja keras, disiplin, dan semangat mereka selama ini nggak sia-sia. Tapi yang paling bikin saya senang, bukan cuma soal juaranya, tapi bagaimana mereka semua, baik yang podium maupun belum, tetap berjuang maksimal dan nggak menyerah,” ungkap Dita.
Ia menekankan, proses adalah hal terpenting dalam dunia olahraga. Atlet yang belum meraih podium pun tetap mendapat perhatian yang sama dan dijadikan sebagai pelecut semangat untuk lebih giat berlatih.
“Bagi yang belum naik podium, justru melalui turnamen seperti ini bisa jadi bahan bakar. Karena proses nggak pernah bohong. Semuanya memiliki waktunya masing-masing, dan tugas kita sekarang adalah terus latihan, terus berkembang, dan tetap percaya sama diri sendiri,” lanjutnya.
Harapan Dita ke depan adalah agar seluruh atlet DL Academy tidak hanya tumbuh dalam aspek teknik dan fisik, tetapi juga memiliki mental juara dan semangat pantang menyerah. “Podium itu penting, tapi perjalanan dan prosesnya jauh lebih berharga,” tegasnya.
Kisah Dita Lasmaretha dan para atlet muda sepatu rodda Jombang menjadi bukti, semangat tak bisa dibungkam oleh konflik. Keteguhan dan dedikasi untuk terus mengasah potensi anak-anak muda, meski harus melintasi batas administratif dan menghadapi berbagai hambatan, justru menjadi titik tolak bagi prestasi yang lebih gemilang.(*)
Penulis : Apriani Alva
Editor : Nury






