SIDOARJO, LintasDaerah.id – Suasana tenang di kawasan kanal Brantas, tepatnya di wilayah Jabon, Desa Kajartengguli, Kecamatan Prambon, mendadak berubah mencekam pada Rabu (27/8/2025) pagi.
Sekitar pukul 10.30 WIB, warga dikejutkan dengan penemuan sosok mayat yang mengapung di perairan dekat area utara Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin).
Tim gabungan dari kepolisian, BPBD, PMI, dan relawan tanggap darurat segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Proses pengangkatan jenazah berlangsung dramatis karena arus kanal cukup deras. Warga yang sejak awal penasaran pun memadati area pinggiran kanal untuk menyaksikan langsung jalannya evakuasi.
Penemuan ini dengan cepat menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian menduga, jasad tersebut adalah “Mawar Hitam”, sebutan bagi korban hilang misterius yang sempat ramai diberitakan beberapa waktu lalu.
Ada pula yang mengaitkan penemuan mayat ini dengan isu penculikan yang belakangan santer diperbincangkan.
Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai identitas korban. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan awal di lokasi sebelum jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.
Kapolsek Prambon, saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan detail.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pendataan identitas. Informasi yang beredar di masyarakat masih sebatas dugaan,” ujarnya singkat.
Kabar cepat yang beredar melalui media sosial sering kali memperkeruh suasana.
Beberapa postingan bahkan langsung mengaitkan kasus ini dengan dugaan kriminal berantai, tanpa adanya bukti konkret. Aparat menekankan agar masyarakat tetap tenang dan tidak termakan isu yang belum terverifikasi.
“Proses investigasi membutuhkan waktu. Jangan sampai spekulasi liar justru menambah kepanikan,” ujar seorang relawan yang ikut dalam evakuasi.
Kanal Brantas sendiri bukan kali pertama menjadi lokasi penemuan mayat. Dalam catatan warga, beberapa kasus serupa pernah terjadi, meski penyebab kematian berbeda-beda. Fakta ini menambah sorotan publik terhadap kondisi keamanan di sekitar jalur air tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah telah dibawa ke RSUD terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Publik kini menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian dan forensik untuk memastikan siapa sebenarnya sosok yang ditemukan, serta apa penyebab kematiannya.(*)
Editor : Nury






