JOMBANG, LintasDaerah.id – Penjelasan Kementerian Agama (Kemenag) Jombang terkait skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) menambah dimensi baru dalam polemik proyek rehabilitasi 15 ruang kelas yang sebelumnya menjadi perhatian publik.
Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Jombang, Nur Khozzin, menyampaikan bahwa dalam mekanisme program tersebut, lembaga penerima manfaat umumnya mengetahui nominal pagu anggaran.
“Kalau penerima itu biasanya tahu, karena memegang dokumen perencana dan dokumen kerja. Mestinya pasti tahu,” ujar Nur Khozzin dalam wawancara, 13 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa proses dimulai dari pengusulan yayasan melalui sistem daring, dilanjutkan verifikasi berjenjang hingga tingkat provinsi dan pusat. Setelah itu, pelaksanaan teknis menjadi kewenangan satuan kerja pelaksanaan teknis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Provinsi, termasuk penunjukan konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor.
Dalam skema tersebut, yayasan berposisi sebagai penerima manfaat yang menerima hasil pekerjaan setelah masa pemeliharaan dan serah terima selesai.
Namun, pernyataan Kemenag tersebut berbeda dengan keterangan Ketua Yayasan Mambaul Ma’arif Hadi Syaifuddin,dan Kepala Sekolah Mts Amrullah dalam pemberitaan sebelumnya, yang menyatakan tidak mengetahui nominal pasti anggaran proyek yang di publik disebut mencapai Rp2,5 miliar.
Perbedaan penjelasan ini memunculkan pertanyaan mengenai alur informasi di tingkat pengelola lembaga. Secara administratif, jika pengusulan dilakukan oleh yayasan dan dokumen perencanaan berada dalam proses tersebut, maka pengetahuan terhadap pagu anggaran menjadi bagian dari tahapan awal program.
Proyek ini diketahui masuk dalam skema tahun anggaran 2025 dengan sistem multiyears hingga 2026.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan tambahan dari pihak yayasan maupun kepala sekolah terkait pernyataan terbaru dari Kemenag Jombang tersebut.
Baca Juga:
- Polres Jombang Sambut Hari Bhayangkara ke-79 Lewat Bakti Religi Aksi Bersih Tempat Ibadah
- Inspirasi 3 Resep Olahan Nasi Sisa Kemarin untuk Sarapan Lezat, Praktis dan Anti Mubazir
- Lahan Untuk Sekolah Rakyat di Denanyar Disurvei, Jombang Masuk Tahap II
Editor : Nury






