JOMBANG, LintasDaerah.id – Warna biru cerah tampak mencolok di antara lautan seragam merah, kuning, hijau, dan ungu pada defile pembukaan PORKAB Jombang 2025, Rabu (6/8/2025) pagi. Barisan itu bukan dari kecamatan atau OPD, melainkan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jombang yang untuk pertama kalinya ambil bagian dalam defile.
Langkah-langkah tegap para atlet muda berjalan menyusuri lintasan Stadion Merdeka Jombang, menggenggam erat simbol kebanggaan mereka—medali emas, perak, dan perunggu hasil perjuangan di ajang Porprov Jawa Timur. Kilau medali yang terpantul sinar mentari menjadi penanda keberhasilan yang dicapai dengan penuh dedikasi.
Defile ini memang menjadi sorotan. Bukan hanya karena kehadiran KONI yang selama ini lebih sering bekerja di balik layar, tetapi juga karena wajah-wajah atlet muda yang penuh semangat dan percaya diri. Mereka bukan sekadar peserta parade. Mereka adalah pejuang olahraga. Anak-anak muda yang telah membuktikan diri bahwa Jombang mampu bersaing, bahkan menang, di level provinsi.
Ketua KONI Jombang, Sumarsono, menyebut keikutsertaan perdana ini sebagai bentuk penghormatan kepada para atlet. Baginya, defile bukan cuma simbol seremoni, tapi momentum untuk mengangkat wajah-wajah berprestasi agar dikenal publik secara luas.
“Kami ingin masyarakat tahu siapa saja putra-putri daerah yang sudah mengharumkan nama Jombang di Porprov. Mereka layak dikenal dan diapresiasi. Mereka ini adalah aset daerah,” ujarnya di sela-sela acara pembukaan.
Barisan KONI yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai cabang olahraga seperti atletik, pencak silat, panahan, hingga bola voli, tampil dengan penuh kebanggaan. Seragam biru yang mereka kenakan bukan sekadar warna—ia adalah simbol solidaritas dan semangat kompetitif yang menyala.
Tak sedikit penonton di tribun berdiri dan memberi tepuk tangan saat barisan atlet KONI lewat. Beberapa bahkan spontan mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel mereka. Wajah-wajah bangga, bahkan haru, tampak di antara kerumunan. Ada rasa kagum yang tak bisa disembunyikan.
Bagi KONI, ini adalah langkah awal untuk membumikan olahraga sebagai budaya, bukan hanya di level kompetisi tetapi dalam keseharian masyarakat. Sumarsono menegaskan bahwa PORKAB bukan semata ajang perlombaan antar kecamatan, tetapi juga panggung pembibitan atlet dan edukasi semangat sportivitas dari bawah.
“Harapannya, dari desa-desa akan lahir bibit unggul yang bisa membawa nama Jombang lebih tinggi. Tapi sebelum itu, mereka butuh inspirasi. Dan hari ini, kami hadir untuk memberi contoh nyata,” tambahnya.
Momen defile ini bisa jadi akan diingat sebagai titik balik, bahwa KONI Jombang tak lagi hanya berperan di balik layar. Ia muncul di garis depan, menyapa masyarakat, memberi teladan, dan membawa energi baru bagi perkembangan olahraga di Kabupaten Jombang.
Langkah para atlet itu bukan hanya gerak fisik, tetapi juga pesan simbolis: bahwa prestasi bukan mimpi kosong. Ia bisa diraih oleh siapa saja yang berani mencoba, tekun berlatih, dan tak mudah menyerah. Dan lewat defile ini, KONI mengajak seluruh elemen untuk sama-sama bergerak, demi Jombang yang lebih sehat, sportif, dan membanggakan.
Hari itu, stadion bukan sekadar tempat seremoni. Ia berubah menjadi panggung kebanggaan, tempat semangat juara dipertontonkan—bukan dengan kata-kata, tapi dengan kilau medali, langkah pasti, dan senyum kemenangan.(*)
Baca Juga:
- Fun Walk di May Day 2025, Bupati Jombang Beri Kejutan 3 Hadiah Umroh
- Pria Muda Ditemukan Meninggal di Area Sawah Bareng Jombang
- 3 Tunjangan Wakil Rakyat Jadi Sorotan, Ketua DPRD Jombang Beberkan Rinciannya
Penulis : Apriani Alva
Editor : Nury






