JOMBANG, LintasDaerah.id – Seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi ditutup pada Jumat (27/2). Seperti biasa, setelah pintu ditutup, barulah orang-orang mulai menghitung siapa saja yang berhasil masuk sebelum kuncinya diputar.
Hasilnya: 29 pejabat dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya, babak yang lebih serius dari sekadar unggah berkas PDF.
Ketua Panitia Seleksi yang juga Sekdakab Jombang, Agus Purnomo memastikan seluruh formasi yang dibuka sudah memenuhi kuota pelamar. Artinya, kursi-kursi strategis itu tidak lagi sepi peminat.
“Total ada 29 pejabat yang lulus seleksi administrasi. Selanjutnya wajib mengikuti seleksi kompetensi manajerial melalui penilaian kompetensi,” ujar Agus Purnomo.
Lima jabatan yang diperebutkan di antaranya Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, serta Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan. Singkatnya, ini bukan lomba panjat pinang, ini perebutan kursi yang menentukan arah kebijakan dan tentu saja, nasib banyak orang.
Menariknya, bukan hanya pejabat internal Jombang yang ikut meramaikan. Seorang camat dari Mojokerto juga turut mendaftar. Dunia birokrasi memang tidak mengenal batas administratif kalau sudah bicara peluang.
Dari data yang diperoleh, untuk posisi Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan saja, ada delapan nama yang lolos. Di antaranya: Fahruddin Fauzi (Camat Tembelang), Adi Prasetyo (Kabag Organisasi Setdakab Jombang), Akhmad Samsul Bakri (Camat Dlanggu, Kabupaten Mojokerto), Dwi Ariyani (Sekretaris Dispendukcapil Jombang).
Lalu, Eko Prasetyo (Irban Investigasi Inspektorat Jombang), Endah Rachmawati (Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan), Mohammad Supakun (Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida), dan Suparyono (Kabag Perekonomian Setdakab Jombang).
Sementara untuk kursi jabatan Kepala Dinas PUPR, enam pejabat siap saling adu visi. Di antaranya: Agung Setiaji (Kabid Bina Marga PUPR), Agus Andrianto Dwi Wicaksono (Kabid Tata Ruang dan Pertanahan PUPR), Edy Yulianto (Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi PUPR), Imam Bustomi (Sekretaris PUPR), Setiawan Afandi (Irban Pembangunan Inspektorat), dan Sultoni (Kabid Sumber Daya Air PUPR).
Untuk lelang posisi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), diperebutkan empat nama, yakni: Ana Arisanti (Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM), Anjik Eko Saputro (Camat Mojoagung), Firdaus Himawan (Sekretaris Disdagrin), Nursila Cahyaningrum (Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMD).
Untuk lelang jabatan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) yang pendaftarannya sempat diperpanjang, kini sudah ada lima nama masuk bursa, di antaranya: Chris Maya Rineldha (Kabid Kinerja dan Kesejahteraan Aparatur BKPSDM), Dian Kusuma Rahmad Subekti (Kabag PBJ Setdakab Jombang), Haris Aminuddin (Kabag Protokol dan Komunikasi), Moh Nurdin Purwoko (Sekretaris Dinas PPKBPPPA), Usman (Camat Bareng).
Dan enam nama siap memimpin Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), dinas yang sering kali dianggap “menyenangkan”, padahal urusannya bisa sangat serius kalau sudah bicara event dan anggaran.
Enam nama yang mendaftar lelang jabatan Kepala Disporapar Jombang di antaranya: Faizal Ariawan HS (Sekretaris Kecamatan Megaluh), Iwan Hary Setyono (Kabid Olahraga Disporapar), Muchtar (Camat Jombang), Nur Evva Maylia (Camat Ngoro), Tridoyo Purnomo (Camat Ploso), Tony Prasetyo Wibowo (Sekretaris Bakesbangpol).
Sebagaimana kisah-kisah seleksi jabatan pada umumnya, ini baru babak awal. Setelah lolos administrasi, para kandidat wajib mengikuti seleksi kompetensi manajerial. Di tahap inilah bukan hanya gelar dan jabatan sebelumnya yang diuji, tetapi juga kapasitas memimpin dan semoga saja, ketahanan mental menghadapi dinamika birokrasi.
Agus Purnomo menegaskan, seluruh proses berjalan terbuka dan profesional. “Sesuai komitmen Abah Bupati dan Gus Wabup, tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun,” katanya. (*)
Editor : Nury






