Lelang Jabatan di Pemkab Jombang Ditutup, Sekda Pastikan Tanpa Pungutan dan “Amplop Siluman”

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdakab Jombang, Agus Purnomo.

Sekdakab Jombang, Agus Purnomo.

JOMBANG, LintasDaerah.id – Seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi ditutup pada Jumat (27/2). Seperti biasa, setelah pintu ditutup, barulah orang-orang mulai menghitung siapa saja yang berhasil masuk sebelum kuncinya diputar.

Hasilnya: 29 pejabat dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya, babak yang lebih serius dari sekadar unggah berkas PDF.

Ketua Panitia Seleksi yang juga Sekdakab Jombang, Agus Purnomo memastikan seluruh formasi yang dibuka sudah memenuhi kuota pelamar. Artinya, kursi-kursi strategis itu tidak lagi sepi peminat.

“Total ada 29 pejabat yang lulus seleksi administrasi. Selanjutnya wajib mengikuti seleksi kompetensi manajerial melalui penilaian kompetensi,” ujar Agus Purnomo.

Lima jabatan yang diperebutkan di antaranya Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, serta Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan. Singkatnya, ini bukan lomba panjat pinang, ini perebutan kursi yang menentukan arah kebijakan dan tentu saja, nasib banyak orang.

Menariknya, bukan hanya pejabat internal Jombang yang ikut meramaikan. Seorang camat dari Mojokerto juga turut mendaftar. Dunia birokrasi memang tidak mengenal batas administratif kalau sudah bicara peluang.

Dari data yang diperoleh, untuk posisi Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan saja, ada delapan nama yang lolos. Di antaranya: Fahruddin Fauzi (Camat Tembelang), Adi Prasetyo (Kabag Organisasi Setdakab Jombang), Akhmad Samsul Bakri (Camat Dlanggu, Kabupaten Mojokerto), Dwi Ariyani (Sekretaris Dispendukcapil Jombang).

Lalu, Eko Prasetyo (Irban Investigasi Inspektorat Jombang), Endah Rachmawati (Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan), Mohammad Supakun (Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida), dan Suparyono (Kabag Perekonomian Setdakab Jombang).

Sementara untuk kursi jabatan Kepala Dinas PUPR, enam pejabat siap saling adu visi. Di antaranya: Agung Setiaji (Kabid Bina Marga PUPR), Agus Andrianto Dwi Wicaksono (Kabid Tata Ruang dan Pertanahan PUPR), Edy Yulianto (Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi PUPR), Imam Bustomi (Sekretaris PUPR), Setiawan Afandi (Irban Pembangunan Inspektorat), dan Sultoni (Kabid Sumber Daya Air PUPR).

Untuk lelang posisi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), diperebutkan empat nama, yakni: Ana Arisanti (Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM), Anjik Eko Saputro (Camat Mojoagung), Firdaus Himawan (Sekretaris Disdagrin), Nursila Cahyaningrum (Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMD).

Untuk lelang jabatan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) yang pendaftarannya sempat diperpanjang, kini sudah ada lima nama masuk bursa, di antaranya: Chris Maya Rineldha (Kabid Kinerja dan Kesejahteraan Aparatur BKPSDM), Dian Kusuma Rahmad Subekti (Kabag PBJ Setdakab Jombang), Haris Aminuddin (Kabag Protokol dan Komunikasi), Moh Nurdin Purwoko (Sekretaris Dinas PPKBPPPA), Usman (Camat Bareng).

Dan enam nama siap memimpin Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), dinas yang sering kali dianggap “menyenangkan”, padahal urusannya bisa sangat serius kalau sudah bicara event dan anggaran.

Enam nama yang mendaftar lelang jabatan Kepala Disporapar Jombang di antaranya: Faizal Ariawan HS (Sekretaris Kecamatan Megaluh), Iwan Hary Setyono (Kabid Olahraga Disporapar), Muchtar (Camat Jombang), Nur Evva Maylia (Camat Ngoro), Tridoyo Purnomo (Camat Ploso), Tony Prasetyo Wibowo (Sekretaris Bakesbangpol).

Sebagaimana kisah-kisah seleksi jabatan pada umumnya, ini baru babak awal. Setelah lolos administrasi, para kandidat wajib mengikuti seleksi kompetensi manajerial. Di tahap inilah bukan hanya gelar dan jabatan sebelumnya yang diuji, tetapi juga kapasitas memimpin dan semoga saja, ketahanan mental menghadapi dinamika birokrasi.

Agus Purnomo menegaskan, seluruh proses berjalan terbuka dan profesional. “Sesuai komitmen Abah Bupati dan Gus Wabup, tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun,” katanya. (*)

Lainnya:

Editor : Nury

Berita Terkait

Upacara Hardiknas 2026 di Jombang: Dorong Deep Learning dan Pendidikan Tanpa Batas
Kapolres Jombang Pimpin Apel Akbar, Sinergi Kamtibmas Digenjot
Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi
Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025
HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah
Forkopimcam Mojoagung Sidak Dapur MBG, Garuda Nusantara Lestari: “Gizi Anak Bangsa Adalah Harga Mati!
Program PK-RTLH Jombang 2026: 61 Rumah Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 2,045 Miliar
DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:34 WIB

Upacara Hardiknas 2026 di Jombang: Dorong Deep Learning dan Pendidikan Tanpa Batas

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:11 WIB

Kapolres Jombang Pimpin Apel Akbar, Sinergi Kamtibmas Digenjot

Rabu, 29 April 2026 - 13:01 WIB

Bukan karena Kritik Sekolah, Pemkab Jombang Ungkap Alasan Pemecatan Guru PNS Yogi

Senin, 27 April 2026 - 22:25 WIB

Prestasi Gemilang! Jombang Masuk Top 4 Nasional EPPD 2025

Senin, 27 April 2026 - 22:19 WIB

HUT Otonomi Daerah ke-30: Jombang Tancap Gas Sinkronkan Program Pusat-Daerah

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Skandal LPG Subsidi Terbongkar di Jombang, Modus Oplosan Terkuak!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:18 WIB