JOMBANG, LintasDaerah.id- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jogoroto, Jombang, menggelar Jalan Sehat Santri pada Ahad (2/11/2025). Acara yang dipusatkan di Lapangan Desa Jogoroto ini diikuti ribuan peserta dari pesantren, sekolah, hingga masyarakat umum, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, 97 Tahun Sumpah Pemuda, dan Hari Pahlawan.
Sejak pukul 06.30 WIB, Lapangan Desa Jogoroto telah dipadati peserta yang mengenakan atribut khas santri dan bendera NU. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga silaturahmi besar yang melibatkan pengurus ranting NU, Badan Otonom (Banom), dan lembaga di bawah MWCNU.
Wakil ketua PCNU KH M Yunus, Bendahara PCNU Jombang KH Rohmatul Akbar (Gus Bang), turut hadir memberikan dukungan. Dalam sambutannya, Gus Bang mengapresiasi kegiatan tersebut. “Ini bukan sekadar olahraga bersama, tapi juga cermin semangat santri yang menjaga persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat. Semoga semangat Hari Santri terus hidup di hati kita semua,” tuturnya.
Ketua MWCNU Jogoroto, H. Sholihun, SH, mengajak peserta meneladani semangat juang santri. “Semangat santri adalah semangat kebangsaan, persaudaraan, dan kemajuan,” ujarnya singkat.
Senada, Ketua PAC GP Ansor Jogoroto, Sahabat Samsul Huda, menegaskan jalan sehat ini sebagai wujud kebanggaan terhadap peran santri. “Santri bukan hanya ahli ibadah dan ilmu agama, tapi juga teladan dalam menjaga kesehatan, kebersamaan, dan persatuan.
Melalui jalan sehat ini kami ingin menunjukkan bahwa santri adalah simbol gerakan yang sehat, aktif, dan bersemangat,” tegasnya.
Rute jalan sehat dimulai dan berakhir di Lapangan Desa Jogoroto. Panitia menyiapkan ratusan doorprize menarik, termasuk hadiah utama berupa sepeda listrik, yang menambah kemeriahan acara. Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Forkopimcam Jogoroto serta seluruh Banom NU seperti GP Ansor, Muslimat, Fatayat, dan IPNU-IPPNU.
Ketua Panitia, Sahabat Dayat, berharap kegiatan ini mempererat silaturahmi antarwarga dan memperkuat kolaborasi lembaga pendidikan Islam. “Kami ingin semangat Hari Santri tidak berhenti di pesantren saja, tapi juga terasa di tengah masyarakat. Nilai-nilai santri itu universal: cinta tanah air, semangat belajar, dan peduli sesama,” jelasnya.
Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, acara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan dan keberkahan masyarakat Jogoroto dan Jombang.
Penulis : R Wijaya
Editor : Nury






