JOMBANG, LintasDaerah.id – Hujan deras mengguyur tol Jombang – Mojokerto (JoMo) pada Sabtu, 31 Mei 2025 sore. Di tengah derasnya air dan jarak pandang yang menipis, sebuah mobil sedan Suzuki Baleno melaju kencang membelah jalan.
Tepat di kilometer 686 jalur A, wilayah Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, mobil bernomor polisi AD-1246-PY itu kehilangan kendali.
Ban yang membelah genangan air mendadak tak lagi menggigit aspal. Mobil itu mengalami aquaplaning –tergelincir di atas air, tanpa arah, tanpa kendali.
“Mobil tiba-tiba oleng, lalu menghantam pembatas jalan. Dalam hitungan detik, mobil sudah terbalik dan terguling di jalur tol,” ujar Zanuar Firmanto, Kepala Departemen Operasi Astra Tol Jomo, dalam keterangannya usai kejadian.
Di dalam mobil itu, Dicky Irawan (32), warga Sragen, duduk di balik kemudi. Di sampingnya, seorang perempuan muda, V Nathania (24) asal Malang. Keduanya hanya bisa pasrah dengan insiden yang dialaminya.
Dentuman keras menggema di tengah derasnya hujan. Mobil menghantam guardrail, lalu terguling dan melintang, kondisi bodi mobil pun ringsek.
Sekitar Pukul 16.46 WIB, jalan tol berubah menjadi panggung kepanikan. Pengendara lain ada yang berhenti. Petugas juga meluncur cepat ke lokasi kejadian.
Di dalam mobil, Dicky mengalami luka di siku tangan kanan. Nathania selamat, meski syok dan luka gores di lengan kiri jadi bukti bahwa maut sempat menatap mereka dari dekat.
“Saat itu kondisi cuaca memang hujan. Dugaan kami mobil mengalami aquaplaning karena melaju cukup kencang dari arah Kediri ke Surabaya,” lanjut Zanuar.
Evakuasi berlangsung dramatis. Petugas Astra Tol Jomo, dibantu Polisi Jalan Raya (PJR) Polda Jatim, bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Mobil yang terguling, kemudian dievakuasi menggunakan crane milik Jasa Marga, sementara korban ditangani tim medis.
Beruntung, keduanya selamat dari maut. Meski begitu, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi pengendara lain, jika jalan tol, meski tampak mulus dan lurus, bisa jadi medan berbahaya ketika alam ikut berbicara.
“Kami imbau semua pengemudi agar selalu berhati-hati, apalagi saat hujan deras. Kecepatan tinggi sangat berisiko, dan aquaplaning bisa terjadi kapan saja,” imbau petugas PJR. (*)
Editor : Nury






