Pelopor Sepatu Roda Ini Beber Pemicu Muskablub Perserosi Jombang

- Redaksi

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sandy Dolorosa, salah satu pelopor atau tokoh awal berdirinya olahraga sepatu roda di Jombang.

Sandy Dolorosa, salah satu pelopor atau tokoh awal berdirinya olahraga sepatu roda di Jombang.

JOMBANG, LintasDaerah.id – Konflik internal di tubuh cabang olahraga (Cabor) sepatu roda Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus jadi perhatian publik.

Kali ini, Sandy Dolorosa, salah satu pelopor atau tokoh awal berdirinya olahraga sepatu roda di Jombang giliran membahas terkait polemik yang melibatkan pelatih, klub dan pengurus Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Jombang.

Sandy Dolorosa dipercaya dan ditunjuk sebagai Plt Ketua Perserosi Jombang berdasarkan hasil Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Porserosi Jombang pada akhir April 2025 lalu.

Sandy –sapaan akrabnya, mengaku sudah tidak aktif di kepengurusan selama dua periode terakhir atau sekitar delapan tahun.

Meski begitu, kiprah dan kontribusinya dalam sejarah sepatu roda Jombang tak bisa dipungkiri. Sandy pernah menjabat sebagai Ketua Klub Rijis, klub sepatu roda legal pertama di Jombang yang diakui KemenkumHAM.

“Saya sudah tidak terlibat delapan tahun terakhir. Tapi saya tahu betul bagaimana sejarah sepatu roda di Jombang. Klub Rijis dulu yang membentuk pondasi,” kata Sandy kepada LintasDaerah.id.

Terkait munculnya Muskablub Porserosi Jombang, Sandy menegaskan jika forum tersebut bukanlah aksi mendadak. Melainkan hasil akumulasi kekecewaan yang menumpuk selama bertahun-tahun.

Ia menyebut, banyak pengurus klub sepatu roda di Jombang yang merasa kecewa atas komunikasi yang buruk, ketertutupan informasi, dan dugaan praktik subjektif dalam pemilihan atlet.

Baca Juga  2.200 Ton Beras Digelontorkan, Pemkab Jombang Tegaskan Komitmen Bantu Warga dan Kendalikan Inflasi

“Tiap Porprov, selalu ada drama. Atlet berpotensi tak dipilih, bahkan ada yang sampai menangis,” papar Sandy.

Salah satu pemantik utama Muskablub adalah pernyataan dari Ketua Porserosi Jombang saat ini, yang menyebut atlet yang berasal dari klub tanpa legalitas, tidak boleh naik podium. Sandy menepis pernyataan itu sebagai hal yang tidak berdasar.

“Saya konfirmasi ke Pengprov. Tidak ada aturan seperti itu, karena Porprov adalah antar-kabupaten, bukan antar-klub,” tegasnya.

Sesuai dengan berita acara Muskablub, lanjut Sandy, munculnya forum tersebut lantaran adanya mosi tidak percaya pada kepengurusan Porserosi Jombang saat ini.

Ia membeber, setidaknya dada tiga alasan hingga munculnya mosi tidak percaya tersebut di antaranya,

Pertama, kepengurusan yang tidak sehat. Menurutnya, beberapa pihak menilai, kepengurusan Perserosi Jombang saat ini dianggap hanya dikuasai oleh satu keluarga yang menyebabkan organisasi tidak profesional dan tidak inkusif.

Kedua, pengelolaan keuangan tidak transparan. Kepemimpinan Perserosi Jombang saat ini dianggap tidak transparan dan terindikasi manipulatif.

Terakhir, tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara Porserosi Jombang dengan klub-klub yang dinaunginya. Hal ini, lanjut Sandy, mengakibatkan kebingungan bagi wali atlet dan pihak klub untuk memperoleh informasi yang benar.

Baca Juga  Diguyur Hujan, 21 Tim Marching Band Tetap Meriahkan Hari Jadi Ke-115 Jombang 

Muskablub Porserosi Jombang yang diikuti empat klub, di mana Sandy sempat ditunjuk sebagai Ptt Ketua Porserosi Jombang, rupanya memantik reaksi keras dari kubu pengurus resmi.

Sandy mengatakan, kalau Plt Ketua Porserosi Jombang versi Muskabluk mendapat somasi dari pengacara Ketua Porserosi Jombang.

“Teman-teman klub sudah berkali-kali minta salinan AD/ART, tapi tidak pernah diberi. Lalu tiba-tiba disomasi karena pakai istilah Muscablub,” paparnya.

Mirisnya, meskipun sempat terjadi upaya mediasi, pemberlakukan sanksi terhadap klub dan atlet tetap berlanjut.

Beberapa atlet bahkan harus pindah klub agar bisa tetap berlaga, termasuk di ajang di luar daerah. Bahkan juri berlisensi nasional pun ikut terkena skorsing.

“Juri itu bukan di bawah Porserosi, kok bisa disanksi juga? Ini penyalahgunaan wewenang,” kata Sandy geram.

Sandy menegaskan, kalau dirinya tidak punya ambisi jabatan atau kepentingan pribadi dalam konflik ini. Saat itu, ia menyatakan siap mundur kapan saja demi menjaga kelangsungan karier para atlet.

“Saya hanya ingin atlet tidak jadi korban. Mereka yang membawa nama Jombang, masa depan mereka jangan dikorbankan karena konflik elit,” pungkasnya. (*)

Baca sebelumnya: Pemicu Muskablub Porserosi Jombang Terselimuti Tabir Gelap, Nasib Skorsing Klub Sepatu Roda Digantung

Penulis : Apriani Alva

Editor : Nury

Berita Terkait

Jombang Pencak Silat Championship II: 1.235 Atlet Muda Siap Beradu Prestasi
Kejuaraan Karate Perdana Cup III 2025 Jombang, Wadah Pembentukan Karakter dan Prestasi 
ARPIT Mojowarno Kampiun BUMDES CUP 1 2025 Setelah Tundukkan Leo Putra Lewat Drama Penalti 5-4
Sinergi Polres-Pemkab Jombang, Lomba Voli Pelajar Salurkan Energi Positif dan Perkuat Kamtibmas
Diguyur Hujan, 21 Tim Marching Band Tetap Meriahkan Hari Jadi Ke-115 Jombang 
Hadirkan Pejabat Tinggi Kejaksaan RI, Jombang Adhyaksa Playon 2025 Meriahkan Jombang Fest
Kapolres dan Bupati Jombang Pimpin Apel Pembukaan Lomba Kamtibmas, Tekankan Edukasi Bahaya Narkoba
Meriah! Kevin Cup I 2025 Resmi Dibuka, 32 Klub Voli Jawa Timur Adu Kekuatan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:17 WIB

Jombang Pencak Silat Championship II: 1.235 Atlet Muda Siap Beradu Prestasi

Senin, 15 Desember 2025 - 20:54 WIB

Kejuaraan Karate Perdana Cup III 2025 Jombang, Wadah Pembentukan Karakter dan Prestasi 

Minggu, 16 November 2025 - 05:59 WIB

ARPIT Mojowarno Kampiun BUMDES CUP 1 2025 Setelah Tundukkan Leo Putra Lewat Drama Penalti 5-4

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:44 WIB

Sinergi Polres-Pemkab Jombang, Lomba Voli Pelajar Salurkan Energi Positif dan Perkuat Kamtibmas

Senin, 20 Oktober 2025 - 07:03 WIB

Diguyur Hujan, 21 Tim Marching Band Tetap Meriahkan Hari Jadi Ke-115 Jombang 

Berita Terbaru

Kondisi sebuah gudang rongsokan di Dusun Winong RT 03 RW 02, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, pada Senin (16/3/2026) dini hari.

Peristiwa

Gudang Rongsokan di Johowinong Jombang Ludes Terbakar

Senin, 16 Mar 2026 - 15:51 WIB

Politik & Pemerintahan

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Senin, 16 Mar 2026 - 09:28 WIB