Soroti ‘Jual Beli’ Jabatan di Lingkup Pemkab Jombang, Waket SJN: Sempat Dengar Cerita Borongan Rp 2 Miliar

- Redaksi

Minggu, 20 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ronny Brown, Wakil Ketua (Waket) Serikat Jurnalis Nusantara (SJN).

Ronny Brown, Wakil Ketua (Waket) Serikat Jurnalis Nusantara (SJN).

JOMBANG, LitnasDaerah.id – Aroma ‘jual beli’ jabatan di lingkup Pemkab Jombang, Jawa Timur, tampaknya terus santer jadi perbincangan publik.

Ini diungkap Ronny Brown, Wakil Ketua (Waket) Serikat Jurnalis Nusantara (SJN). Ia mengaku tidak heran dengan mencuatnya isu ‘jual beli’ jabatan di lingkup Pemkab Jombang.

Bahkan, dia juga sempat mendengar adanya bandrol harga agar seseorang bisa menduduki kursi jabatan tertentu. Nilainya, mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya sendiri pernah mendapat cerita dari sumber internal terkait mutasi di tempatnya bekerja. Saat itu, ada sekitar tujuh posisi strategis yang kosong di salah satu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Kabarnya, pakai sistem borongan, yaitu seluruh posisi tersebut harganya Rp 2 Miliar. Itu pun hanya sebatas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas,” kata Brown.

Dia juga mengatakan, komersialisasi jabatan di balik adanya mutasi merupakan modus lama dan kerapkali menjadi buah bibir. Namun, dia menyadari jika hal itu sangat sulit ditemukan pembuktiannya.

“Hingga saat ini, Kabupaten Jombang terkenal ‘jorok’ soal transparansi dan akuntabilitas. Ini menjadi PR bagi Bupati dan Wabup Jombang. Jika nantinya terendus indikasi adanya praktik jual beli jabatan, agar lebih berani mengungkapnya ke permukaan,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Jombang H Warsubi menegaskan tidak akan ada ruang bagi siapa pun melakukan praktik ‘jual beli’ jabatan di masa kepemimpinannya.

Pihaknya menyebutkan, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mendapatkan kesempatan yang sama, adil dan transparan.

“Kami tidak akan mentoleransi budaya jual beli jabatan. Semua jabatan akan diumumkan secara terbuka dengan penelusuran rekam jejak dan integritas. ASN berhak bersaing secara terbuka dan adil,” tegasnya dalam konferensi pers yang digelar di kantor Pemkab Jombang, Selasa (8/4/2025) lalu.

Sekedar informasi, hingga Maret 2025, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang mencatat, ada 74 jabatan kosong. Mulai Eselon II B setingkat kepala dinas, staf ahli dan asisten, Eselon III A setingkat sekretaris dinas, maupun Eselon III B setingkat kepala bidang.

Apa Kahar Eks Kepala dan Sekretaris Disdikbud Jombang

Tak hanya soal jual beli jabatan, Waket SJN Brown juga menyoroti kabar eks Kepala dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, yang sempat menghebohkan pada Septerber 2024 lalu.

“Kabarnya sudah tenggelam kan?. Soal sanksi kepada keduanya, juga seolah tidak transparan. Ya, Kabupaten Jombang terkenal ‘jorok’ soal transparansi dan akuntabilitas,” ungkapnya.

Brown mengindikasi, jika ada campur tangan dari pihak tertentu saat itu. Sehingga, persoalan kisah asmara antara Kadis berinisial S dan Sekdin-nya berinisial D, nyaris tenggelam begitu saja.

“Hingga kini kasus itu entah kemana dan tidak ada titik terang dalam pengambilan tindakan. Dugaannya, ada yang melindungi dan ada pesanan khusus,” ujarnya.

Ketika itu, lanjut Brown, peran Sekertaris Daerah (Sekda) dan Pj Bupati menjadi sorotan dan perbincangan masyarakat Jombang.

“Nyata-nyata kalau hal itu telah mencoreng instansi. Berdasarkan keterangan narasumber waktu lalu, diduga keduanya merupakan anak emas salah satu pejabat tinggi di lingkup Pemkab Jombang. Sampai sekarang, sampean tahu sendiri. Kalau sudah dipurna-tugaskan transparansinya dimana. Gaji dan tunjangan artinya masih melakat. Dugaan saya adanya cinta segitiga,” bebernya. (*)

Baca Juga:

Editor : Ny

Berita Terkait

Gudang SMPN 2 Sumobito Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Jombang Siaga Satu! 25.000 Dosis Vaksin PMK Dikerahkan Demi Amankan Stok Kurban Idul Adha
Cek Langsung ke SPBE, Polres Jombang Tegaskan LPG 3 Kg Tidak Langka
Banjir Carangrejo Mulai Surut, BPBD dan Dinsos Salurkan Bantuan dan Tangani Jalan Longsor di Plandaan
Sehari Pascabencana, BPBD Jombang Kirim Bantuan ke Korban Angin Kencang di Dua Kecamatan
Mobil Toyota Innova Terbakar di Mojoagung Jombang, Kerugian Capai Ratusan Juta
Hujan Angin, RSUD Ploso Jombang dan Atap Rumah Warga Rusak
Ratusan Pemudik Jombang Balik ke Jakarta Gratis! Dishub Siapkan Bus Eksekutif Nyaman
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:33 WIB

Gudang SMPN 2 Sumobito Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Rabu, 15 April 2026 - 06:45 WIB

Jombang Siaga Satu! 25.000 Dosis Vaksin PMK Dikerahkan Demi Amankan Stok Kurban Idul Adha

Jumat, 10 April 2026 - 17:42 WIB

Cek Langsung ke SPBE, Polres Jombang Tegaskan LPG 3 Kg Tidak Langka

Jumat, 3 April 2026 - 15:02 WIB

Banjir Carangrejo Mulai Surut, BPBD dan Dinsos Salurkan Bantuan dan Tangani Jalan Longsor di Plandaan

Rabu, 1 April 2026 - 15:11 WIB

Sehari Pascabencana, BPBD Jombang Kirim Bantuan ke Korban Angin Kencang di Dua Kecamatan

Berita Terbaru