Tragedi “Femisida” Nurminah: Hilang 12 Hari, Ditemukan Terkubur di Septic Tank Rumah Kekasih

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurminah korban pembunuhan di Lombok Barat. Jenazahnya dikubur di septic tank rumah kekasihnya.

Nurminah korban pembunuhan di Lombok Barat. Jenazahnya dikubur di septic tank rumah kekasihnya.

LOMBOK BARAT, LintasDaerah.id – Bau busuk pertama kali tercium dari rumah bercat putih di Perumahan Perembun Asri, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Baarat, Nusa Tenggara Barat. Pagi itu, belasan warga berkumpul, menahan napas, menyaksikan polisi membongkar cor semen di atas septic tank sedalam tiga meter. Di dalamnya, sesosok tubuh perempuan tergeletak, kepala menghadap ke bawah. Ia adalah Nurminah, 27 tahun, yang hilang sejak 12 Agustus 2025 lalu.

Kekasihnya, pria berinisial IH, kini duduk di ruang pemeriksaan Polres Lombok Barat. Wajahnya datar, tapi keterangan polisi menyebutkan satu kata yang mendasari kekejian ini, yakni cemburu.

“Motif awalnya asmara. Dia (IH) mengaku cemburu,” kata AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Barat, Minggu, 24 Agustus 2025.

Namun, apakah cemburu cukup untuk menjelaskan tindakan brutal yang menenggelamkan seorang perempuan ke dasar septic tank?

Kronologi Hilangnya Nurminah

Tempo menelusuri jejak kasus ini sejak awal. 12 Agustus 2025, keluarga Nurminah melapor ke polisi. Sang adik, Siti, menyebut Nurminah pamit keluar rumah sore itu, tanpa memberi tahu tujuan. Pesan WhatsApp terakhir masuk pukul 17.30, hanya emotikon hati. Setelah itu, ponsel mati.

Pencarian keluarga buntu. Hingga 19 Agustus, penyelidik mulai memeriksa IH, kekasih Nurminah yang dikenal dekat sejak dua tahun terakhir. Keterangan awal IH mengundang curiga: ia mengaku tidak tahu keberadaan Nurminah. Namun CCTV perumahan merekam mobil IH keluar rumah malam hari, tak lama setelah Nurminah diperkirakan hilang.

Penyidik mendatangi rumah IH di Perembun Asri pada 22 Agustus 2025, terlihat lantai halaman terlihat baru dicor. Awalnya IH berkilah, mengatakan ia memperbaiki saluran pembuangan. Namun, penggalian menemukan potongan kain yang identik dengan pakaian terakhir Nurminah.

Pada 24 Agustus, pukul 02.00 dini hari, tim forensik membongkar coran semen di atas septic tank. Bau menyengat langsung menyeruak. Jasad Nurminah ditemukan tanpa busana, tubuh membiru, dan kepala terbenam ke bawah.

Rumah IH di Perumahan Perembun Asri Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Baarat Nusa Tenggara Barat
Rumah IH di Perumahan Perembun Asri, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Baarat, Nusa Tenggara Barat.

IH mengaku membunuh karena cemburu. Polisi belum merinci objek kecemburuan itu apakah karena pria lain, atau faktor lain seperti utang, perselingkuhan, atau konflik ekonomi.

“Kami dalami terus. Akan muncul motif lainnya. Kami belum tahu juga di balik (cemburu) itu ada apa lagi,” ujar Eka.

Fakta tanpa busana menimbulkan dugaan kekerasan seksual. Namun polisi belum mengonfirmasi. Autopsi dijadwalkan Senin, 25 Agustus 2025 di RS Bhayangkara Mataram.

Sumber internal penyidik yang ditemui Tempo menyebut, ponsel Nurminah ditemukan di rumah IH. Dari ponsel itu, polisi menelusuri percakapan yang menunjukkan cekcok soal pertemuan dengan teman lama Nurminah. IH marah, menyebut Nurminah “bermain di belakangnya.”

Namun, ada percakapan lain yang lebih misterius. Ada bukti transfer sejumlah uang ke rekening IH beberapa hari sebelum Nurminah hilang, untuk apa uang itu? Polisi belum memberi jawaban.

Zubaidi, Kepala Desa Perampuan, yang ikut evakuasi jenazah, menggambarkan kondisi korban dengan nada berat.

“(Mayat ditemukan) tanpa busana, sehingga kami beri kain untuk menutup jenazahnya,” ujarnya.

Tetangga menyebut IH jarang bergaul, tetapi kerap membawa mobil mewah.

“Orangnya kelihatan tenang, nggak pernah kelihatan marah,” kata seorang warga.

Keluarga Nurminah terpukul. Sang ibu, yang ditemui Tempo di rumah duka, menangis saat mengucapkan kalimat pendek,
“Anak saya nggak pantas mati seperti ini.”(*)

Baca Juga:

Editor : Nury

Berita Terkait

Sehari Pascabencana, BPBD Jombang Kirim Bantuan ke Korban Angin Kencang di Dua Kecamatan
Mobil Toyota Innova Terbakar di Mojoagung Jombang, Kerugian Capai Ratusan Juta
Hujan Angin, RSUD Ploso Jombang dan Atap Rumah Warga Rusak
Ratusan Pemudik Jombang Balik ke Jakarta Gratis! Dishub Siapkan Bus Eksekutif Nyaman
Biawak 1,5 Meter Masuk Rumah Warga di Mojoagung Jombang, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Tiga Remaja di Genukwatu Jombang Terluka Parah Saat Meracik Mercon Jelang Idul Fitri
Astaghfirullah, Penemuan Jasad Pria Bersimbah Darah di Bareng Jombang, Ini Identitasnya
Atap Kanopi Pasar Ploso Jombang Ambruk, Padahal Baru Direvitalisasi Rp3,9 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 15:11 WIB

Sehari Pascabencana, BPBD Jombang Kirim Bantuan ke Korban Angin Kencang di Dua Kecamatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:35 WIB

Mobil Toyota Innova Terbakar di Mojoagung Jombang, Kerugian Capai Ratusan Juta

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:16 WIB

Hujan Angin, RSUD Ploso Jombang dan Atap Rumah Warga Rusak

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:24 WIB

Ratusan Pemudik Jombang Balik ke Jakarta Gratis! Dishub Siapkan Bus Eksekutif Nyaman

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:32 WIB

Biawak 1,5 Meter Masuk Rumah Warga di Mojoagung Jombang, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Berita Terbaru

Kondisi atap RSUD Ploso, Jombang yang rusak diterjang angin kencang.

Peristiwa

Hujan Angin, RSUD Ploso Jombang dan Atap Rumah Warga Rusak

Selasa, 31 Mar 2026 - 07:16 WIB

Politik & Pemerintahan

Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya

Jumat, 27 Mar 2026 - 22:07 WIB