LOMBOK BARAT, LintasDaerah.id – Bau busuk pertama kali tercium dari rumah bercat putih di Perumahan Perembun Asri, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Baarat, Nusa Tenggara Barat. Pagi itu, belasan warga berkumpul, menahan napas, menyaksikan polisi membongkar cor semen di atas septic tank sedalam tiga meter. Di dalamnya, sesosok tubuh perempuan tergeletak, kepala menghadap ke bawah. Ia adalah Nurminah, 27 tahun, yang hilang sejak 12 Agustus 2025 lalu.
Kekasihnya, pria berinisial IH, kini duduk di ruang pemeriksaan Polres Lombok Barat. Wajahnya datar, tapi keterangan polisi menyebutkan satu kata yang mendasari kekejian ini, yakni cemburu.
“Motif awalnya asmara. Dia (IH) mengaku cemburu,” kata AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Barat, Minggu, 24 Agustus 2025.
Namun, apakah cemburu cukup untuk menjelaskan tindakan brutal yang menenggelamkan seorang perempuan ke dasar septic tank?
Kronologi Hilangnya Nurminah
Tempo menelusuri jejak kasus ini sejak awal. 12 Agustus 2025, keluarga Nurminah melapor ke polisi. Sang adik, Siti, menyebut Nurminah pamit keluar rumah sore itu, tanpa memberi tahu tujuan. Pesan WhatsApp terakhir masuk pukul 17.30, hanya emotikon hati. Setelah itu, ponsel mati.
Pencarian keluarga buntu. Hingga 19 Agustus, penyelidik mulai memeriksa IH, kekasih Nurminah yang dikenal dekat sejak dua tahun terakhir. Keterangan awal IH mengundang curiga: ia mengaku tidak tahu keberadaan Nurminah. Namun CCTV perumahan merekam mobil IH keluar rumah malam hari, tak lama setelah Nurminah diperkirakan hilang.
Penyidik mendatangi rumah IH di Perembun Asri pada 22 Agustus 2025, terlihat lantai halaman terlihat baru dicor. Awalnya IH berkilah, mengatakan ia memperbaiki saluran pembuangan. Namun, penggalian menemukan potongan kain yang identik dengan pakaian terakhir Nurminah.
Pada 24 Agustus, pukul 02.00 dini hari, tim forensik membongkar coran semen di atas septic tank. Bau menyengat langsung menyeruak. Jasad Nurminah ditemukan tanpa busana, tubuh membiru, dan kepala terbenam ke bawah.

IH mengaku membunuh karena cemburu. Polisi belum merinci objek kecemburuan itu apakah karena pria lain, atau faktor lain seperti utang, perselingkuhan, atau konflik ekonomi.
“Kami dalami terus. Akan muncul motif lainnya. Kami belum tahu juga di balik (cemburu) itu ada apa lagi,” ujar Eka.
Fakta tanpa busana menimbulkan dugaan kekerasan seksual. Namun polisi belum mengonfirmasi. Autopsi dijadwalkan Senin, 25 Agustus 2025 di RS Bhayangkara Mataram.
Sumber internal penyidik yang ditemui Tempo menyebut, ponsel Nurminah ditemukan di rumah IH. Dari ponsel itu, polisi menelusuri percakapan yang menunjukkan cekcok soal pertemuan dengan teman lama Nurminah. IH marah, menyebut Nurminah “bermain di belakangnya.”
Namun, ada percakapan lain yang lebih misterius. Ada bukti transfer sejumlah uang ke rekening IH beberapa hari sebelum Nurminah hilang, untuk apa uang itu? Polisi belum memberi jawaban.
Zubaidi, Kepala Desa Perampuan, yang ikut evakuasi jenazah, menggambarkan kondisi korban dengan nada berat.
“(Mayat ditemukan) tanpa busana, sehingga kami beri kain untuk menutup jenazahnya,” ujarnya.
Tetangga menyebut IH jarang bergaul, tetapi kerap membawa mobil mewah.
“Orangnya kelihatan tenang, nggak pernah kelihatan marah,” kata seorang warga.
Keluarga Nurminah terpukul. Sang ibu, yang ditemui Tempo di rumah duka, menangis saat mengucapkan kalimat pendek,
“Anak saya nggak pantas mati seperti ini.”(*)
Baca Juga:
- Tiga Remaja di Genukwatu Jombang Terluka Parah Saat Meracik Mercon Jelang Idul Fitri
- Budisatrio Djiwandono Pimpin Karang Taruna Nasional: Inklusif, Sosial, atau Politik?
- Resep Nasi Ayam Keju untuk Sarapan Praktis dan Lezat
Editor : Nury






