JOMBANG, LintasDaerah.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) merealisasikan program bantuan sosial (bansos) Idul Adha pada 29 Mei 2026. Aksi sosial yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial ini turut merangkul Sekolah Rakyat (SR) sebagai salah satu penerima manfaat serta mitra edukasi kebencanaan.
Kepala Sekolah Rakyat, Andik Minarto, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Dinas Sosial dan Tagana dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya di momentum Hari Raya Idul Adha.
“Alhamdulillah, melalui kegiatan bansos Idul Adha ini kami mendapatkan dukungan dari Dinas Sosial bersama Tagana. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga dan peserta didik tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama,” ujar Andik Minarto, Jum’at (29/05/2026)

Dalam realisasi program tersebut, Dinas Sosial memastikan penyaluran daging kurban kepada masyarakat di lingkungan sekitar berjalan dengan kondusif. Proses pendistribusian dilakukan secara tertib dengan melibatkan langsung para relawan Tagana dan jajaran unsur Dinas Sosial di lapangan.
Perwakilan kegiatan, Reza Yulian, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai gotong royong dan solidaritas sosial di masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dalam satu naungan Kementerian Sosial. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus mempererat hubungan antara lembaga sosial dan warga,” kata Reza Yulian.
Tidak hanya berfokus pada pembagian bansos, Dinas Sosial melalui Tagana juga menginisiasi pelatihan dapur umum. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan relawan dalam penyediaan layanan konsumsi, baik dalam situasi darurat bencana maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Reza menambahkan, kemampuan pengelolaan dapur umum menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki relawan sosial.
“Tagana tidak hanya bergerak saat terjadi bencana, tetapi juga melakukan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat. Melalui pelatihan dapur umum ini, kami ingin meningkatkan kapasitas relawan dan warga agar lebih siap memberikan pelayanan ketika dibutuhkan,” pungkasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari warga setempat, yang merasakan langsung manfaat pembagian daging kurban serta bekal edukasi melalui pelatihan tersebut.
Editor : Nury













Komentar