JOMBANG, LintasDaerah.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang kembali menyalakan sirine peringatan dini. Seiring meningkatnya intensitas hujan, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin nyata. Upaya pencegahan dan penanggulangan dini terus digencarkan, mengingat catatan angka kasus yang sudah menelan korban jiwa.
Data kumulatif menunjukkan situasi yang patut diwaspadai: hingga awal Maret 2024, tercatat 146 orang terjangkit DBD dengan 9 korban meninggal dunia. Sayangnya, memasuki pertengahan April 2024, jumlah korban jiwa bertambah menjadi 12 orang. Angka ini jelas menjadi alarm keras bagi seluruh masyarakat Jombang.
Menanggapi kondisi saat ini, lintasDaerah.id pada, Selasa 4 November 2025 mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, M.KP, menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah dan bergerak cepat.
”Ini bukan sekadar statistik, ini adalah nyawa warga Jombang. Kami di Dinas Kesehatan terus berupaya maksimal dalam aspek promotif dan preventif. Namun, penanggulangan DBD tidak bisa hanya di pundak kami. Kuncinya ada di tangan setiap warga Jombang,” tegas Hexawan.
Hexawan menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaksanakan gerakan 3M Plus secara konsisten, terutama di musim penghujan ini:
1. Menguras tempat penampungan air secara rutin.
2. Menutup rapat semua wadah penyimpanan air.
3. Mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Plus upaya pencegahan lain seperti menaburkan bubuk larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan kelambu, dan menghindari gigitan nyamuk.
”Kami tidak hanya bicara fogging. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik-jentiknyalah sumber masalah yang harus kita berantas. Pastikan lingkungan di sekitar rumah, tempat kerja, hingga sekolah, bebas dari genangan air yang bisa menjadi ‘hotel mewah’ bagi nyamuk Aedes aegypti,” tambahnya dengan sedikit gurauan.
Dinas Kesehatan Jombang berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dini, yang meliputi:
– Surveilans Epidemiologi: Mempercepat pelaporan dan pemetaan kasus untuk respons yang lebih cepat.
– Edukasi Massif: Mengoptimalkan peran Puskesmas dan kader kesehatan untuk edukasi 3M Plus.
– Kesiapsiagaan Faskes: Memastikan semua fasilitas kesehatan siap memberikan penanganan yang cepat dan tepat bagi pasien DBD.
”Kami siapkan amunisi terbaik, mulai dari obat hingga edukasi. Sekarang, kami ajak warga Jombang untuk ‘pasang kuda-kuda’ melawan DBD. Jangan tunggu ada korban lagi, mulai dari sekarang, mulai dari rumah kita sendiri! Bersama-sama, kita wujudkan ‘Jombang Bebas DBD’,” tutup dr. Hexawan.
Baca Juga:
- Apel Rutin Tanggal 17, Ini Sejumlah Arahan Bupati Jombang ke ASN
- Pemkab Jombang Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Karnaval Mobil Hias Hasil Bumi 2025
- Bupati Jombang H Warsubi Serahkan Kunci Huntara Bagi Warga Sambirejo Terdampak Longsor
Penulis : R Wijaya
Editor : Nury






