Kenaikan PBB P2 Jombang Capai 791 Persen, Emil Dardak Turun Tangan

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

JOMBANG — LintasDaerah.id | Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Kabupaten Jombang memicu gelombang protes dari warga. Sejak awal 2024, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat sekitar 5.000 pengajuan keberatan. Kenaikan pajak tercatat sangat fantastis, bahkan ada yang mencapai lebih dari 1.000%.

Salah satu warga yang terdampak, Heri Dwi Cahyono (61), mengaku kaget saat menerima tagihan PBB tanah dan rumahnya di Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo. Tagihan yang pada 2023 sebesar Rp292.631 melonjak menjadi Rp2.314.768 pada 2024, atau naik hampir 700%.

Tak hanya itu, pajak tanahnya di Dusun Ngesong VI juga melonjak drastis dari Rp96.979 menjadi Rp1.166.209.

Baca Juga  Bupati Jombang Gandeng INTI Jaga Kondusivitas Daerah di Tengah Situasi Nasional

“Jelas saya tidak mampu bayar, sampai sekarang belum saya bayar,” ujar Heri saat dihubungi LintasDaerah.id, Selasa (12/8/2025).

Imbas dari kenaikan PBB P2 ini pun menimbulkan protes warga. Joko Fattah Rochim (63) bahkan datang ke Kantor Bapenda membawa uang koin pecahan Rp200 hingga Rp1.000 yang disimpan dalam galon air mineral.

“Ini celengan anak saya sejak SMP, sekarang sudah kuliah semester dua. Uang koin ini untuk bayar PBB yang naik 370%,” katanya. Ia menyebut PBB rumahnya naik dari Rp334.178 menjadi Rp1.238.428.

Baca Juga  Dibayangi Penurunan PAD 2026, Pemkab Jombang dan PKDI Gelar Konsolidasi dan Audiensi

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, mengaku sudah menerima laporan kenaikan fantastis PBB di Jombang.

“Terkait itu, sedang kami cek,” ujar Emil usai pembukaan Rakerda Partai Demokrat Jawa Timur di Surabaya, Rabu (13/8/2025).

Ia menegaskan, hingga saat ini belum mengambil langkah teguran kepada Pemerintah Kabupaten Jombang, lantaran menunggu hasil verifikasi selesai.

Gelombang protes kenaikan PBB P2 di Jombang menambah sorotan publik terhadap kebijakan fiskal daerah. Warga menilai kebijakan tersebut memberatkan dan berpotensi menambah jumlah tunggakan pajak di Jombang.(*)

Penulis : Brown

Editor : Nury

Berita Terkait

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras
Akademisi Soroti Perbup Jombang tentang Seleksi Perangkat Desa, Dinilai Berpotensi Picu Konflik Sosial
Izin Forkopimda Rampung, 8 Desa di Jombang Siap Gelar KDAW
Sekda Jombang Kejar Pencairan Insentif RT/RW, Target Tuntas Sebelum 10 Maret
Pemkab Jombang dan Kejari Teken MoU Bidang Datun Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Lelang Jabatan di Pemkab Jombang Ditutup, Sekda Pastikan Tanpa Pungutan dan “Amplop Siluman”
Jombang Raih Penghargaan Nasional, Abah Warsubi Hadiahkan Umrah untuk 5 Pasukan Kebersihan
Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji: Pokir Harus Pro-Rakyat dan Transparan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 09:28 WIB

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:10 WIB

Akademisi Soroti Perbup Jombang tentang Seleksi Perangkat Desa, Dinilai Berpotensi Picu Konflik Sosial

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:52 WIB

Izin Forkopimda Rampung, 8 Desa di Jombang Siap Gelar KDAW

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:44 WIB

Sekda Jombang Kejar Pencairan Insentif RT/RW, Target Tuntas Sebelum 10 Maret

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:25 WIB

Pemkab Jombang dan Kejari Teken MoU Bidang Datun Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Berita Terbaru

Kondisi sebuah gudang rongsokan di Dusun Winong RT 03 RW 02, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, pada Senin (16/3/2026) dini hari.

Peristiwa

Gudang Rongsokan di Johowinong Jombang Ludes Terbakar

Senin, 16 Mar 2026 - 15:51 WIB

Politik & Pemerintahan

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Senin, 16 Mar 2026 - 09:28 WIB