Wakil Papua Sabet Juara 3 Sangrai Kopi Manual di Wiwit Kopi 2025 Segunung Wonosalam Jombang

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baltasar Klauna Haqq, peserta asal Sorong, Papua Barat Daya yang berhasil meraih Juara Tiga dalam lomba Sangrai Kopi Manual di acara Wiwit Kopi 2025 Kampung Adat Segunung Wonosalam Jombang. (Foto: dok pribadi)

Baltasar Klauna Haqq, peserta asal Sorong, Papua Barat Daya yang berhasil meraih Juara Tiga dalam lomba Sangrai Kopi Manual di acara Wiwit Kopi 2025 Kampung Adat Segunung Wonosalam Jombang. (Foto: dok pribadi)

JOMBANG, LintasDaerah.id – Acara Wiwit Kopi 2025 di Kampung Adat Segunung, Wonosalam, Jombang, tak hanya menampilkan tradisi sakral dan budaya lokal. Namun, juga menjadi panggung inklusif bagi pecinta kopi dari seluruh penjuru Nusantara.

Salah satunya adalah Baltasar Klauna Haqq, peserta asal Sorong, Papua Barat Daya yang berhasil meraih Juara Tiga dalam lomba Sangrai Kopi Manual. Ia berhasil menyabet juara 3 bersama temannya yang berasal dari Jakarta.

Pria yang akrab disapa Kak Ball ini datang jauh-jauh dari ujung timur Indonesia untuk mengikuti kompetisi unik yang menjadi bagian dari rangkaian acara Wiwit Kopi 2025 Kampung Adat Segunung.

Ia mengaku mengetahui informasi acara tersebut melalui akun Instagram Akta Bumi, sebuah yayasan yang aktif mendampingi Kampung Adat Segunung dalam pengembangan SDM dan pelestarian budaya.

“Saya tertarik karena acara ini dilakukan bukan di kota besar, tapi di kampung adat. Dan ternyata acaranya benar-benar sesuai ekspektasi,” ungkapnya usai menerima penghargaan.

Lomba sangrai kopi yang diikutinya bukan sekadar adu cepat, tapi lebih pada feel dan teknik yang sangat tradisional. Para peserta, sebanyak 27 orang, ditantang menyangrai biji kopi secara manual, menggunakan tungku dari tanah liat dan api terbuka, tanpa bantuan mesin modern.

“Ini pertama kali saya sangrai manual. Apinya harus stabil dan kita harus terus mengaduk. Kalau terlalu panas bisa gosong, kalau kurang panas bisa mentah. Intinya harus sabar dan telaten,” tutur Kak Ball.

Satu hal yang membuat pengalaman ini makin berkesan, yaitu proses sangrai dilakukan diiringi gamelan Jawa. Kombinasi aroma kopi yang menguar dengan alunan musik tradisional menciptakan atmosfer yang menurut Kak Ball, “sangat berbeda dan berkesan.”

Saat ditanya mengenai kesukaannya dengan minuman warna hitam tersebut, Kak Ball langsung mengiyakan. Bahkan ia memiliki filosofi kopi yang unik.

“Saya punya filosofi kopi sendiri. Yaitu ‘Minumlah kopi karena hidup butuh inspirasi, bukan halusinasi’,” tambahnya dengan tawa khas.

Kak Ball tidak hanya datang untuk bertanding, tapi juga ingin menyerap kearifan lokal dan kehangatan warga Kampung Adat Segunung. Usai mengikuti lomba, ia berencana melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk menjelajah kebudayaan Jawa lebih dalam.

“Sudah jauh-jauh datang, rasanya sayang kalau tidak sekalian menjelajahi Pulau Jawa,” ujarnya sambil tertawa.

Wiwit Kopi 2025 menjadi bukti dari tradisi lokal bisa menjangkau lebih luas tanpa kehilangan akarnya. Selain prosesi pemetikan kopi perdana dan arak-arakan gunungan hasil panen, lomba sangrai kopi manual menjadi salah satu ajang yang membuka ruang bagi kolaborasi budaya.

Kepala Adat Kampung Segunung, Supi’i, mengungkapkan, partisipasi dari luar daerah seperti ini memperkuat semangat persaudaraan antar daerah.

“Kami senang Wiwit Kopi tidak hanya dinikmati warga Jombang, tapi juga teman-teman dari luar pulau yang ingin belajar dan ikut merayakan bersama.”

Dengan semangat menjaga tradisi sekaligus membuka ruang kreativitas dan kolaborasi, Wiwit Kopi 2025 di Kampung Adat Segunung tak hanya menyajikan kopi yang hangat, tapi juga cerita-cerita yang inspiratif, salah satunya dari Sorong, Papua.(*)

Baca Juga:

Penulis : Apriani Alva

Editor : Nury

Berita Terkait

Sehari Pascabencana, BPBD Jombang Kirim Bantuan ke Korban Angin Kencang di Dua Kecamatan
Mobil Toyota Innova Terbakar di Mojoagung Jombang, Kerugian Capai Ratusan Juta
Hujan Angin, RSUD Ploso Jombang dan Atap Rumah Warga Rusak
Ratusan Pemudik Jombang Balik ke Jakarta Gratis! Dishub Siapkan Bus Eksekutif Nyaman
Biawak 1,5 Meter Masuk Rumah Warga di Mojoagung Jombang, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Tiga Remaja di Genukwatu Jombang Terluka Parah Saat Meracik Mercon Jelang Idul Fitri
Astaghfirullah, Penemuan Jasad Pria Bersimbah Darah di Bareng Jombang, Ini Identitasnya
Atap Kanopi Pasar Ploso Jombang Ambruk, Padahal Baru Direvitalisasi Rp3,9 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 15:11 WIB

Sehari Pascabencana, BPBD Jombang Kirim Bantuan ke Korban Angin Kencang di Dua Kecamatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:35 WIB

Mobil Toyota Innova Terbakar di Mojoagung Jombang, Kerugian Capai Ratusan Juta

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:16 WIB

Hujan Angin, RSUD Ploso Jombang dan Atap Rumah Warga Rusak

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:24 WIB

Ratusan Pemudik Jombang Balik ke Jakarta Gratis! Dishub Siapkan Bus Eksekutif Nyaman

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:32 WIB

Biawak 1,5 Meter Masuk Rumah Warga di Mojoagung Jombang, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Berita Terbaru

Kondisi atap RSUD Ploso, Jombang yang rusak diterjang angin kencang.

Peristiwa

Hujan Angin, RSUD Ploso Jombang dan Atap Rumah Warga Rusak

Selasa, 31 Mar 2026 - 07:16 WIB

Politik & Pemerintahan

Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya

Jumat, 27 Mar 2026 - 22:07 WIB