JOMBANG, LintasDaerah.id – Meski mampu menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja, industri tahu di Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ternyata menghasilkan limbah cair sebanyak 1,26 juta liter per hari.
Jutaan liter limbah cair tersebut, dihasilkan dari aktivitas 88 unit usaha yang setiap hari mengolah sekitar 84 ton kedelai per hari.
Volume limbah sebesar itu mengalir dan mencemari sungai serta menurunkan kualitas air tanah, yang telah menimbulkan keluhan dari masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan ini, muncul proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kecamatan Jogoroto, Jombang. Nilainya cukup fantastis, yakni sebesar Rp 7,7 Miliar.
Proyek ini resmi dimulai dengan ditandai proses peletakan batu pertama, pada Selasa (16/9/2025), dilaksanakan Pemkab Jombang, Kementerian Lingkungan Hidup, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dan para pelaku usaha tahu
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup, Tulus Laksono, menjelaskan, proyek ini merupakan salah satu proyek strategis yang didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PGN sebesar Rp 7,7 miliar. Proyek ini akan dilaksanakan selama enam bulan.
Menurutnya, Jombang mendapat kehormatan menjadi lokasi proyek tersebut, meskipun ada daerah lain dengan jumlah perajin lebih banyak. Alasannya, produksi tahu di Jombang jauh lebih besar.
IPAL komunal tersebut, dibangun di lahan seluas 4.305 meter persegi yang disediakan Koperasi Sumber Berkah. Koperasi tersebut merupakan pengembangan dari Paguyuban Sumber Berkah sebagai wadah para pelaku usaha tahu.
“Dengan adanya IPAL ini, diharapkan terjadi penyusutan beban pencemar dari 4.200 kg per hari menjadi 420 kg per hari”, rinci Tulus Laksono.
Bupati Jombang, H Warsubi menyampaikan apresiasi kepada 88 pengusaha tahu di tiga desa di Kecamatan Jogoroto, di antaranya Sumbermulyo, Ngumpul, dan Mayangan. yang telah bersedia menghibahkan tanah mereka untuk pembangunan IPAL.
“Saya berharap, dengan sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan seluruh lapisan masyarakat, penanganan permasalahan lingkungan di Kabupaten Jombang semakin optimal dan berkelanjutan,” tutur Bupati Warsubi.
Perwakilan dari PGN, Rahmat Hutama, menegaskan komitmen perusahaannya terhadap kelestarian lingkungan melalui program CSR “Kampung Pangan Bersinar, Berwawasan Lingkungan, Sejahtera, dan Tenar”.
Program ini tidak hanya mencakup pembangunan IPAL komunal, tetapi juga pembuatan kolam fitoremediasi dan peralihan bahan bakar kayu ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Selain aspek lingkungan, PGN juga akan menjalankan program pemberdayaan sosial, seperti penguatan koperasi, serta program ekonomi untuk mengembangkan produk tahu.
Pembangunan IPAL ini diharapkan tidak hanya mengatasi masalah limbah secara teknis, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta memperkuat hubungan harmonis antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Sebagai bagian dari acara peletakan batu pertama, turut dilakukan penanaman pohon secara simbolis, kunjungan ke UMKM pengolahan tahu, dan dialog langsung dengan para pengusaha setempat.
Tamu undangan juga berkesempatan mencicipi berbagai produk olahan tahu lokal seperti tahu susu, tahu gejrot, tahu bakso, dan tahu walik. (*)
Baca Juga:
- Pengakuan Sopir Rantis Brimob Usai Lindas Driver Ojol Affan Kurniawan hingga Meninggal
- Tiba di Turki, Presiden Prabowo Subianto Disambut Hangat Presiden Erdogan
- Apel Ojol Kamtibmas, Polres Jombang Beri Apresiasi dan Resmikan Ojol Mart serta Auto Ojol Gratis
Editor : Nury






