Road Safety Fellowship 2025 Dorong Regulasi ABS dan Pendidikan Keselamatan untuk Cegah Kecelakaan Motor

- Redaksi

Minggu, 27 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Road Safety Fellowship 2025.

Road Safety Fellowship 2025.

JAKARTA, LintasDaerah.id — Sebagai langkah strategis mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, Pijar Foundation bersama Kementerian Perhubungan RI dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan Road Safety Fellowship 2025 dengan tema “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Sistem Keselamatan Roda Dua yang Inovatif dan Adaptif”.

Forum yang digelar pada 16-17 Juli di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta ini melibatkan lebih dari 30 aparatur dari 12 Kementerian dan Lembaga. Tujuannya, merumuskan solusi konkret atas tingginya angka kecelakaan sepeda motor di kalangan usia produktif.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah penguatan regulasi teknologi keselamatan aktif seperti Anti-Lock Braking System (ABS). Teknologi ini diyakini bisa menekan risiko kecelakaan fatal dengan membantu pengendara mengontrol laju kendaraan saat pengereman mendadak.

“Rata-rata pengendara hanya memiliki waktu reaksi 0,75 detik sebelum kecelakaan. Ironisnya, hampir 50% tidak bereaksi sama sekali. Dengan teknologi seperti ABS, potensi kecelakaan bisa dikurangi secara signifikan,” jelas Ir. R. Sony Sulaksono Wibowo, Ph.D., pakar transportasi dari ITB.

Selain teknologi, Road Safety Fellowship 2025 juga menghasilkan lima rekomendasi kebijakan utama:

1. Peninjauan UU LLAJ 2009 dan aturan turunannya,

2. Pembentukan Task Force lintas kementerian/lembaga,

3. Studi kelayakan teknologi ABS disertai pilot project dan roadmap 5–10 tahun,

4. Integrasi kurikulum keselamatan berkendara di sekolah menengah,

5. Kewajiban produsen menyediakan edukasi keselamatan berbasis teknologi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si., melalui sambutan yang dibacakan Yusuf Nugroho menyatakan, inovasi keselamatan harus mengikuti perkembangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan regulasi yang inklusif agar kebijakan keselamatan jalan berdampak nyata.

Dengan target global WHO untuk menurunkan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas hingga 50%, langkah konkret seperti yang diusulkan dalam Road Safety Fellowship 2025 menjadi fondasi penting menuju sistem transportasi yang aman, adaptif, dan berkeadilan bagi semua.(*)

Baca Juga:

Penulis : Apriani Alva

Editor : Nury

Berita Terkait

Gudang SMPN 2 Sumobito Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Jombang Siaga Satu! 25.000 Dosis Vaksin PMK Dikerahkan Demi Amankan Stok Kurban Idul Adha
Cek Langsung ke SPBE, Polres Jombang Tegaskan LPG 3 Kg Tidak Langka
Banjir Carangrejo Mulai Surut, BPBD dan Dinsos Salurkan Bantuan dan Tangani Jalan Longsor di Plandaan
Sehari Pascabencana, BPBD Jombang Kirim Bantuan ke Korban Angin Kencang di Dua Kecamatan
Mobil Toyota Innova Terbakar di Mojoagung Jombang, Kerugian Capai Ratusan Juta
Hujan Angin, RSUD Ploso Jombang dan Atap Rumah Warga Rusak
Ratusan Pemudik Jombang Balik ke Jakarta Gratis! Dishub Siapkan Bus Eksekutif Nyaman
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:33 WIB

Gudang SMPN 2 Sumobito Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Rabu, 15 April 2026 - 06:45 WIB

Jombang Siaga Satu! 25.000 Dosis Vaksin PMK Dikerahkan Demi Amankan Stok Kurban Idul Adha

Jumat, 10 April 2026 - 17:42 WIB

Cek Langsung ke SPBE, Polres Jombang Tegaskan LPG 3 Kg Tidak Langka

Jumat, 3 April 2026 - 15:02 WIB

Banjir Carangrejo Mulai Surut, BPBD dan Dinsos Salurkan Bantuan dan Tangani Jalan Longsor di Plandaan

Rabu, 1 April 2026 - 15:11 WIB

Sehari Pascabencana, BPBD Jombang Kirim Bantuan ke Korban Angin Kencang di Dua Kecamatan

Berita Terbaru