Bupati Pati Terseret Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta, KPK Siapkan Pemanggilan

- Redaksi

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pati Sudewo. (Foto: Instagram @pemkabpati_)

Bupati Pati Sudewo. (Foto: Instagram @pemkabpati_)

JAKARTA, LintasDaerah.id — Kasus korupsi proyek pembangunan jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memasuki babak baru. Nama Bupati Pati, Sudewo, resmi disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pihak yang diduga menerima aliran commitment fee.

“Benar, saudara SDW (Sudewo) merupakan salah satu pihak yang diduga menerima aliran commitment fee,” tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Rabu (13/8), di Gedung Merah Putih. Dugaan itu mengarah pada periode ketika Sudewo masih duduk sebagai anggota DPR.

KPK menyatakan tengah mendalami informasi tersebut dan tidak menutup kemungkinan memanggil Sudewo untuk diperiksa. “Jika diperlukan keterangannya, tentu akan dilakukan pemanggilan,” ujar Budi.

Fakta menarik terungkap di Pengadilan Tipikor Semarang pada November 2023. Dalam sidang kasus suap DJKA, KPK membeberkan penyitaan uang sekitar Rp3 miliar dari rumah Sudewo dalam pecahan rupiah dan mata uang asing.
Sudewo membantah keras uang itu terkait proyek jalur kereta. Ia menyebutnya sebagai gaji DPR dan hasil usaha pribadi.

Ia juga membantah tuduhan menerima Rp720 juta dari PT Istana Putra Agung maupun Rp500 juta yang disebut diberikan lewat stafnya. “Saya tidak pernah menerima atau mendapat laporan,” tegasnya di persidangan.

Namun badai politik di Pati justru kian membesar. Ribuan warga turun ke jalan menuntut Sudewo mundur. Pemicu utamanya, kebijakan kenaikan pajak hingga 250 persen yang meski telah dibatalkan, meninggalkan bara kemarahan publik. Pernyataan menantang dari Sudewo sebelum aksi meminta warga demo besar-besaran jika tak setuju, justru menjadi bensin yang menyulut gelombang protes.

Kini, sorotan publik dan langkah KPK mengarah ke satu pertanyaan: akankah Sudewo duduk di kursi saksi, atau justru menjadi tersangka berikutnya dalam mega-kasus DJKA?

Baca Juga:

Penulis : Brown

Editor : Nury

Berita Terkait

Forkopimcam Mojoagung Sidak Dapur MBG, Garuda Nusantara Lestari: “Gizi Anak Bangsa Adalah Harga Mati!
Program PK-RTLH Jombang 2026: 61 Rumah Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 2,045 Miliar
DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM
Menko Pangan dan Bupati Warsubi Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Targetkan Pemerataan ke Sekolah Agama
3 Bupati Kompak! Flyover Mengkreng Segera Dibahas, Solusi Macet Parah di Jatim
WFH Jumat Resmi Berlaku di Jombang, ASN Dituntut Lebih Produktif dan Digital
Kunjungan Arifatul Choiri Fauzi di Jombang: Sekolah Rakyat dan UPTD PPA Jadi Sorotan Perlindungan Anak
Tingkatkan Produktivitas, Dinas PUPR Jombang Rutinkan Agenda “Indonesia ASRI
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:03 WIB

Forkopimcam Mojoagung Sidak Dapur MBG, Garuda Nusantara Lestari: “Gizi Anak Bangsa Adalah Harga Mati!

Jumat, 17 April 2026 - 04:26 WIB

Program PK-RTLH Jombang 2026: 61 Rumah Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 2,045 Miliar

Rabu, 15 April 2026 - 14:12 WIB

DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM

Jumat, 10 April 2026 - 17:37 WIB

Menko Pangan dan Bupati Warsubi Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Targetkan Pemerataan ke Sekolah Agama

Kamis, 9 April 2026 - 15:13 WIB

3 Bupati Kompak! Flyover Mengkreng Segera Dibahas, Solusi Macet Parah di Jatim

Berita Terbaru