Husein Mutahar: Bapak Paskibraka, Ajudan Bung Karno, Pencipta Lagu Perjuangan

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LintasDaerah.id | Husein Mutahar barangkali tidak sepopuler Bung Karno atau para jenderal revolusi. Namun namanya tercatat tebal dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Dialah otak di balik berdirinya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), pasukan muda yang setiap tahun menjadi wajah utama upacara 17 Agustus di Istana Merdeka.

Mutahar, ajudan kepercayaan Presiden Soekarno dengan pangkat Mayor Laut, mengajukan gagasan sederhana namun sarat makna: pengibaran Sang Saka sebaiknya dilakukan oleh pemuda dan pemudi dari seluruh penjuru negeri. Ide itu ia lontarkan pada 1946, saat Bung Karno menyiapkan peringatan pertama Proklamasi Kemerdekaan di Yogyakarta—Jakarta kala itu masih genting.

Kondisi politik membuat gagasan itu sulit diwujudkan. Mutahar akhirnya menunjuk lima anak muda Yogyakarta, dua pemuda dan tiga pemudi, untuk bertugas mengibarkan bendera. Angka lima bukan kebetulan. Bagi Mutahar, itu lambang Pancasila. Ia bahkan merancang sendiri seragam mereka, terinspirasi dari jas militer Bung Karno. Sejak upacara itulah, Mutahar mendapat sebutan Bapak Paskibraka.

Formasi yang ia kembangkan kemudian lebih dikenal sebagai 17-8-45: Pasukan 17 pengiring, Pasukan 8 inti, dan Pasukan 45 pengawal. Jumlah pasukan itu jelas-jelas mengacu pada tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Lahir di Semarang, 5 Agustus 1916, Mutahar menempuh pendidikan hukum di Universitas Gadjah Mada. Ia sempat menjadi sekretaris Panglima Angkatan Laut di Yogyakarta, lalu menduduki berbagai posisi penting, termasuk Penjabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri dan Duta Besar RI untuk Vatikan pada 1969–1973.

Namun kiprahnya tidak berhenti di protokol kenegaraan. Mutahar juga seorang komponis. Lagu “Syukur” ciptaannya pada 1944 masih sering dilantunkan di sekolah-sekolah. Lagu “Hari Merdeka” menjadi soundtrack abadi setiap perayaan kemerdekaan. Total hampir seratus lagu ia tinggalkan, termasuk Dirgahayu Indonesia dan beberapa himne universitas.

Mutahar juga pejuang. Ia ikut terlibat dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang. Atas jasanya, ia menerima Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra, dan berbagai penghargaan pramuka tingkat internasional.

Jejak Mutahar seakan menyatukan tiga hal: nasionalisme, musik, dan pendidikan pemuda. Dari situ lahirlah Paskibraka, tradisi kenegaraan yang hingga kini masih berdiri gagah setiap 17 Agustus.(*)

Baca Juga:

Berita Terkait

Kepala Dinas Pendidikan Jombang Pantau Pelaksanaan TKA SMP 2026
Ketua PCNU Jombang Kritik Kebijakan Pendidikan, Kesejahteraan Guru dan Moral Siswa Jadi Sorotan
Disdikbud Jombang Verifikasi Data Sarana Prasarana SD untuk Akurasi Kebijakan
Perkuat Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Gelar Workshop Deep Learning bagi Guru SMP
Gus Wabup Salmanudin di Grand Final Guk & Yuk Cilik 2026: Kemenangan Sejati Adalah Mentalitas dan Keberanian
Bangkitkan Warisan Budaya, Jombang Gelar Rekonstruksi Kesenian Gambus Misri Bintang Sembilan
Optimalkan Potensi Siswa, 265 Guru di Jombang Ikuti Bimtek Deteksi Dini Inteligensi
Kabar Gembira! 5 Jalan Utama di Jombang Bakal Mulus, Ini Daftar Lokasinya 

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 15:31 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Jombang Pantau Pelaksanaan TKA SMP 2026

Senin, 6 April 2026 - 14:45 WIB

Ketua PCNU Jombang Kritik Kebijakan Pendidikan, Kesejahteraan Guru dan Moral Siswa Jadi Sorotan

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:45 WIB

Disdikbud Jombang Verifikasi Data Sarana Prasarana SD untuk Akurasi Kebijakan

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:58 WIB

Perkuat Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Gelar Workshop Deep Learning bagi Guru SMP

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:38 WIB

Gus Wabup Salmanudin di Grand Final Guk & Yuk Cilik 2026: Kemenangan Sejati Adalah Mentalitas dan Keberanian

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

3 Bupati Kompak! Flyover Mengkreng Segera Dibahas, Solusi Macet Parah di Jatim

Kamis, 9 Apr 2026 - 15:13 WIB