JOMBANG, LintasDaerah.id – Musim hujan di Wonosalam, Jombang, tahun ini datang tanpa kompromi. Turunnya nyaris tiap hari, kadang sopan, kadang deras tak kenal jeda.
Bagi sebagian tanaman, hujan adalah berkah. Tapi bagi tanaman durian di lereng Pegunungan Anjasmoro, cuaca seperti ini justru bikin segalanya serba tanggung, terutama soal berbunga dan berbuah.
Hujan berkepanjangan memang mempengaruhi proses pembungaan dan pembuahan pohon durian. Imbasnya, jumlah durian tahun ini tidak seramai musim lalu. Situasi ini sempat melahirkan kabar yang bikin pencinta durian deg-degan, bahwa panen durian Wonosalam disebut-sebut gagal hingga 90 persen.
Para pedagang dan penebas durian langsung angkat suara. Menurut mereka, kabar itu terlalu lebay. Tidak sepenuhnya salah, tapi jelas kebablasan.
“Memang tidak sebanyak tahun lalu karena faktor cuaca. Tapi kalau dibilang gagal sampai 90 persen, itu berlebihan. Lapak saya tiap hari tetap ada isinya,” ujar Mohadi, salah satu pedagang durian di Pasar Buah Wonosalam, Sabtu (24/1/2026).

Mohadi bilang, pasokan durian masih mengalir, baik dari petani maupun dari pohon yang ia tebas sendiri. Tidak membludak, memang. Tapi juga jauh dari kata nihil. Yang berubah cuma satu, yakni durian tahun ini sedikit lebih selektif muncul ke permukaan.
Kekhawatiran para pedagang bukan tanpa alasan. Isu gagal panen yang dibesar-besarkan bisa membuat wisatawan dari luar daerah berpikir dua kali untuk naik ke Wonosalam. Padahal, roda jual beli masih berputar seperti biasa, meski tak secepat musim panen raya.
Kabar lain yang ikut ditepis adalah soal durian luar daerah yang masuk dan dijual dengan label “durian Wonosalam”. Para pedagang lokal mengaku menjaga betul keaslian produk, karena nama Wonosalam bukan sekader tempat, tapi reputasi rasa durian itu sendiri.
“Kalau orang ke sini, ya harus dapat durian Wonosalam. Itu komitmen kami,” kata seorang pedagang asal Desa Jarak.
Faktanya, pembeli dari luar kota seperti Sidoarjo dan Surabaya masih tampak lalu-lalang di lapak-lapak durian. Seperti Rudi, salah satu pecinta durian asal Sidoarjo, mengaku tak pernah kesulitan mendapatkan durian Wonosalam setiap kali datang.
“Selalu ada stok. Nggak pernah pulang dengan tangan kosong,” ujarnya.
Meski hujan deras memang memangkas volume panen, durian lokal Wonosalam dipastikan tidak lenyap dari peredaran. Buat para pencinta durian, Wonosalam masih layak dikunjungi. Mungkin pilihannya tak sebanyak dulu, tapi rasanya tetap di situ, dengan aroma yang tak berubah.
Baca Juga:
- Mengapa Gerhana Bulan Total Terjadi di Indonesia? Ini Alasan Fenomena Blood Moon
- Jambore Posyandu Jombang 2025: Momen Penting Penguatan Lintas Sektor dan Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga
- Wakil Papua Sabet Juara 3 Sangrai Kopi Manual di Wiwit Kopi 2025 Segunung Wonosalam Jombang
Editor : Nury






