JOMBANG, LintasDaerah.id — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jombang dalam sepekan terakhir tak hanya menyuburkan area persawahan, tetapi juga memutus akses penghubung antarwilayah. Jembatan yang menghubungkan Dusun Kempreng, Desa Laksari, Kecamatan Mojowarno, dengan Desa Tebel, Kecamatan Bareng, dilaporkan terputus akibat derasnya aliran air.
Jembatan tersebut selama ini menjadi jalur vital bagi warga, khususnya petani yang setiap hari melintas menuju lahan pertanian maupun mengangkut hasil panen. Putusnya jembatan sempat menghambat mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi desa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Imam Bustomi, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan sebenarnya sudah terdeteksi sebelumnya.
“Awalnya kami melihat ada retakan di sisi utara dan sempat dilakukan perbaikan. Namun karena curah hujan tinggi, bagian selatan akhirnya jebol,” terang Imam Bustomi.
Menyikapi kondisi tersebut, tim PUPR Jombang bersama perangkat desa dan warga bergerak cepat membangun jembatan darurat menggunakan bambu dan material sederhana lainnya. Langkah tersebut diambil agar akses warga dapat segera kembali digunakan meskipun bersifat sementara.

Imam Bustomi menjelaskan bahwa jembatan darurat tersebut merupakan solusi cepat agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total dan jembatan ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua demi menjaga keamanan dan kekuatan konstruksi.
“Untuk sementara, jembatan darurat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Kami mengimbau warga tetap berhati-hati saat melintas,” jelasnya pada media Lintasdaerah.id (20/02/2026) .
Meski demikian, perbaikan permanen belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu ketersediaan anggaran. Kerusakan yang terjadi secara mendadak membuat pembangunan ulang belum masuk dalam perencanaan tahun berjalan.
Ke depan, pemerintah daerah berencana tidak hanya memperbaiki, tetapi juga meningkatkan kapasitas jembatan agar lebih kokoh dan representatif.
Sementara itu, warga berharap jembatan darurat tersebut cukup kuat menopang aktivitas sehari-hari. Salah satu warga Desa Laksari mengaku lega akses sementara sudah tersedia.
“Yang penting sekarang bisa lewat dulu, meskipun hanya pakai motor. Kami berharap segera ada pembangunan permanen supaya lebih aman,” ujarnya.
Bagi masyarakat setempat, jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan penghubung kehidupan antara sawah dan rumah, antara kerja dan harapan. Ketika akses terputus, yang terhenti bukan hanya langkah kaki, tetapi juga denyut ekonomi warga desa.
Baca Juga:
- Rakor Progres 100 Hari Kerja Bupati-Wabup, Diskominfo Jombang Harapkan OPD Aktif Kelola Kanal Informasi
- Lungguh Bareng, Bupati Jombang Warsubi dan Ketua Paguyuban Sepakati Aturan Sound Horeg Jelang HUT RI Ke-80
- Hadirkan Pejabat Tinggi Kejaksaan RI, Jombang Adhyaksa Playon 2025 Meriahkan Jombang Fest
Editor : Nury






