JOMBANG, LintasDaerah.id – Di tengah persaingan pasar yang ketat jelang Hari Raya Idul Adha 2025, seorang peternak kambing di Sumbermulyo, Jombang, Jawa Timur, berhasil memanfaatkan media sosial sebagai sarana efektif untuk memasarkan hewan ternaknya.
Lilik dan suaminya berkolaborasi menawarkan kambing di media sosial berbekal foto dan video. Bukan hanya itu, harga yang terjangkau juga menjadi strategi ampuh pasangan suami istri berjualan di era digital.
Jika rata-rata harga kambing di Jombang dijual Rp 2 juta, Lilik berani membuka harga Rp 1,7 juta.
Tentu saja harga kambing yang ditawarkan bervariasi yakni mulai dari Rp1,7 juta untuk jenis gibas dan Rp2 juta untuk kambing jawa.
Marketing yang efektif ditambah dengan harga yang terjangkau membuat dagangan laris manis. Seminggu sebelum Idul Adha, lebih dari separuh stock kambing di kandang telah bertuan.
“Stok tahun ini tidak banyak, karena ingin menggunakan modal secara mandiri. Dari 35 ekor kambing, sekitar 30 ekor sudah terjual, tinggal perawatannya saja,” ungkap Lilik saat dihubungi LintasDaerah.id, Minggu (1/03/2025).
Setiap tahunnya, ibu dua anak tersebut membantu suaminya melakukan pemasaran penjualan kambing melalui media sosial.
Ia menyebut, strategi pemasaran digital ini telah digunakan sejak tahun lalu dan terbukti ampuh.
“Penjualan kambing untuk kurban Idul Adha 2025 ini relatif stabil jika dibandingkan tahun lalu. Alhamdulillah, masih dengan metode pemasaran yang sama yakni memakai foto dan video yang diunggah di media sosial,” katanya.
Menurutnya, keunggulan strategi ini bukan hanya soal jangkauan yang lebih luas, tetapi juga menciptakan kepercayaan.
Banyak calon pembeli yang tertarik datang langsung ke lokasi setelah melihat visual kondisi kambing yang dibagikan secara transparan.
“Biasanya setelah lihat foto dan video, mereka datang langsung untuk memastikan sendiri. Dari situ akhirnya deal beli. Jadi memang penting memberikan gambaran nyata pada calon pembeli,” tambahnya.
Cara peternak kambing di Jombang memanfaatkan media sosial menawarkan dagangannya menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pemasaran sederhana dapat membawa hasil nyata, terutama bagi para pelaku usaha kecil di sektor peternakan.
Dengan konten visual yang menarik dan kejujuran dalam menampilkan kondisi ternak, kepercayaan konsumen pun tumbuh, dan penjualan pun mengalir lancar.
Di tengah era digital saat ini, strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.(*)
Baca Juga:
- Warsubi Tegas, Ingatkan Pungli Pendidikan Wajib Dihentikan, MBG Kawal Bersama
- Yuliati Nugrahani Hadiri HUT ke-45 Dekranas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Dorong UMKM Naik Kelas
- Laras Faizati Ditetapkan Tersangka Dugaan Hasutan Bakar Mabes Polri, Ditahan di Rutan Bareskrim
Penulis : Apriani Alva
Editor : Nury






