JOMBANG, LintasDaerah.id – Lapangan Kecamatan Sumobito dipadati warga saat digelar acara “Pentas Seni dan Hiburan Pelajar” dalam rangka GETUK EMAS (Gelar Potensi UMKM Kecamatan Sumobito), pada Minggu (24/8/2025). Agenda tahunan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ajang promosi produk unggulan lokal dari 21 desa.
Bupati Warsubi, hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Jombang, Yuli Nugrahani. Turut mendampingi Wakil Bupati, Gus Salmanudin bersama istri, Ema Erfina. Kehadiran mereka disambut hangat Camat Sumobito, Heru Cahyono bersama Forkopimcam dan para kepala desa.
Acara berlangsung meriah dengan pameran hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga kuliner khas. Ratusan stan UMKM berjajar, menampilkan potensi lokal yang kaya dan beragam. Tidak sekadar berkunjung, Bupati dan Wakil Bupati pun tampak memborong sejumlah produk sebagai bentuk dukungan nyata.
“UMKM adalah penggerak ekonomi desa. Lewat kegiatan seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa potensi lokal Sumobito bisa bersaing dan memberi kontribusi besar bagi perekonomian Jombang,” tegas Bupati Warsubi dalam sambutannya.
Sorotan khusus tertuju pada Kopi Deplok dari Desa Plemahan. Produk robusta dan excelsa khas Wonosalam ini diolah secara murni tanpa campuran bahan lain. Bupati Warsubi bahkan menyebutnya sebagai contoh nyata produk lokal berdaya saing tinggi.
“Kopi Deplok ini bukan hanya punya cita rasa khas, tetapi juga berpeluang menembus pasar yang lebih luas. Inilah bukti bahwa inovasi masyarakat desa bisa mengangkat nama daerah,” imbuhnya.
Pernyataan itu disambut antusias Kepala Desa Plemahan, Chamami. Ia menyebut dukungan pemerintah menjadi suntikan semangat bagi warganya.
“Apresiasi dari Bupati sangat berarti bagi kami. Warga akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk unggulan desa,” ujarnya.
Selain pameran, gelaran ini juga diramaikan dengan pentas seni pelajar. Tari Remo yang ditampilkan siswi SMK Khoiriyah Sumobito berhasil memukau penonton, sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda turut ambil bagian dalam melestarikan seni dan budaya lokal.
Camat Sumobito, Heru Cahyono menegaskan, GETUK EMAS bukan sekadar seremoni, melainkan sarana memperkuat jejaring ekonomi antar-desa.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi. Setiap desa punya potensi, dan ketika ditampilkan bersama, kekuatan ekonomi rakyat akan semakin terasa,” katanya.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah, GETUK EMAS di Sumobito tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga meneguhkan posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi desa.(*)
Baca Juga:
- Revitalisasi SMPN 3 Jombang Telan Rp2,7 Miliar, Dikerjakan Swakelola
- Singgung OPD Bermasalah Jelang Job Fit, Gus Sentot Ingatkan Bupati Pilih Pejabat Berintegritas dan Bermoral
- Mayat Pria Mengapung di Sungai Kedungpapar Jombang, Polisi Telusuri Dugaan Kematian
Editor : Nury






