JOMBANG, LintasDaerah.id – Kebakaran melanda gudang penyimpanan serbuk kayu milik CV Mitra Tani Anugrah di Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Sabtu (30/5/2026) pagi.
Selain meludeskan tumpukan bahan produksi, si jago merah juga merusak tiga unit mesin sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp350 juta.
Peristiwa itu terjadi saat sebagian warga baru memulai aktivitas pagi. Kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 05.45 WIB oleh Andri (29), warga Desa Rejoslamet. Dari kejauhan, ia melihat asap tebal membumbung dari area gudang yang berada di Jalan Raya Sumberboto.
Menyadari adanya kebakaran, Andri segera menghubungi Slamet Arifin (42). Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Mojowarno dan petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan penanganan cepat.
Kapolsek Mojowarno AKP Soesilo mengatakan, petugas langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima laporan dari warga.
“Sekitar pukul 05.45 WIB saksi melihat kobaran api dari dalam gudang penyimpanan serbuk kayu. Selanjutnya pelapor menghubungi Polsek Mojowarno serta petugas Damkar untuk melakukan penanganan,” ujar AKP Soesilo.
Banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang membuat api cepat membesar. Tumpukan serbuk kayu yang tersimpan di lokasi menjadi bahan bakar yang mempercepat penyebaran api ke sejumlah bagian bangunan dan area produksi.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Ngoro dan Mojoagung diterjunkan untuk memadamkan api. Petugas bahkan harus menggunakan alat berat guna membongkar tumpukan material yang masih menyimpan bara agar proses pemadaman berjalan lebih efektif.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengungkapkan bahwa kebakaran berdampak pada satu unit gudang produksi dan tiga unit mesin produksi milik perusahaan.
Dalam proses penanganan, BPBD mengerahkan dua unit truk tangki air dan satu unit rescue jeep. Sementara personel Polsek Mojowarno melakukan pengamanan lokasi sekaligus membantu kelancaran operasi pemadaman.
“Pemadaman telah berhasil dilaksanakan dan saat ini petugas masih melakukan proses pembasahan untuk meminimalisasi kemungkinan munculnya titik api kembali,” kata Wiku.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut meninggalkan kerusakan cukup serius. Serbuk kayu olahan yang tersimpan di dalam gudang hangus terbakar, sementara sebagian konstruksi bangunan dan fasilitas produksi mengalami kerusakan akibat terpapar panas dan kobaran api.
Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan guna mengungkap sumber api yang memicu kebakaran tersebut. (*)
Editor : Nury













Komentar