Pemkab Siapkan Rp 2,1 Miliar, Warga Jombang Siap-siap Nikmati WiFi Gratis

- Redaksi

Sabtu, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jombang, H Warsubi saat diwawancarai.

Bupati Jombang, H Warsubi saat diwawancarai.

JOMBANG, LintasDaerah.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai melakukan pendataan lokasi yang dianggap strategis untuk pemasangan wifi gratis.

Hal ini dalam rangka merealisasikan program penyediaan akses internet gratis di ruang-ruang publik pedesaan. Pendataan dilakukan dengan menggandeng langsung Pemerintah Desa dalam mengusulkan titik lokasi pemasangan, karena desa dianggap paling tahu kebutuhan nyata warganya.

Wifi gratis atau internet desa ini merupakan salah satu gagasan program target utama dalam 100 hari kerja Bupati.

Pemkab Jombang memberi keleluasaan pada desa untuk mengajukan titik strategis mana saja yang dinilai paling dibutuhkan warganya melalui akses internet. Usulan itu nantinya disampaikan melalui Dinas Komdigi.

“Silakan desa tentukan sendiri titik yang dianggap strategis. Nantinya akan diusulkan ke Komdigi untuk direalisasikan,” ujar Bupati Warsubi, Rabu (16/4/2025).

Meskipun titik awal yang diusulkan mayoritas berada di kantor desa, pasalnya kantor desa merupakan fasilitas layanan umum masyarkat.

“kantor desa adalah pusat pelayanan dan tempat berkumpulnya warga, sehingga penempatan Wifi di sana tetap relevan”, tandasnya.

Menindaklanjuti kebijakan ini, Dinas Komdigi Jombang sudah mulai bergerak menghimpun data lokasi yang diusulkan dari 302 desa dan 4 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten jombang.

Kepala Dinas Komdigi, Endro Wahyudi mengungkapkan, sudah menyelesaikan tahap awal, termasuk sosialisasi ke para Camat sejak Maret lalu.

“Semua data lokasi dari desa sudah masuk. Selanjutnya kami akan menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebelum masuk ke tahap pengadaan,” jelas Endro.

Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp 2,1 Miliar dari APBD 2025 untuk mendukung program ini. Anggaran tersebut ditujukan untuk menghadirkan konektivitas internet sebagai sarana penunjang aktivitas masyarakat di ruang-ruang publik desa.

Melalui pendekatan partisipatif ini, Pemkab Jombang berharap program Wifi gratis tak sekedar menjadi janji kampanye waktu lalu, melainkan menjadi solusi konkret atas kesenjangan akses digital yang masih dirasakan sebagian wilayah pedesaan.

Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LP2A), Mohamad Sholahuddin menilai kebijakan pemerintah dengan menyediakan fasilitas wifi gratis ini cukup bagus. Tapi bagaimana dengan wifi gratis itu benar-benar dapat memberikan manfaat kemanusian dan menekan sekecil mungkin kemudhorotannya itu yang patut diperhatikan.

“ini kebijakan bagus dari pemerintah yang patut didukung, cuman ada hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya harus ada proteksi jaringan, sehingga pengguna tidak bisa mengakses hal-hal yang negatif seperti pornografi. jangan sampai wifi gratis malah akan menjadi sarana yang memudahkan dan mempercepat terjadinya kerusakan moral bagi anak”, ungkapnya.

Wifi gratis harus dilengkapi dengan proteksi untuk membatasi akses terhadap hal-hal yang merusak moral seperti pornografi, famah-faham intoleransi, provokasi, video kekerasan sadisme dan lain-lain, sehinga fasilitas gratis benar-benar aman dapat diakses oleh anak-anak.

Termasuk kekuatan kapasitas transfer data wifinya berapa bandwidth yang disediakan, karena gratis di tempat fasilitas umum pasti penggunanya banyak dalam waktu bersamaan dan itu menyebabkan lemot bisa buffering. Kalau sudah begitu pasti akan ditinggal dan fasilitas kehilangan manfaatnya”, terangnya.

Udin mengusulkan titik-titik Hotspot Wi-Fi kalau bisa ditempat-tempat yang memiliki aura positip, sehingga kalau mau akses yang negative orang sudah sungkan sendiri misalnya di tempat-tempat ibadah, di taman baca masyarakat, Fasum layanan masyarakat. Harus juga ada pembatasan waktu hotspotnya, bukan 24 jam non stop,” pesannya.

“Kalau wifi di tempat ibadah disamping secara tidak langsung mengajak pengguna dekat dengan Tuhan, juga pasti ada rasa sungkan jika mau mengakses hal-hal negatif, apalagi yang mengandung unsur pornagrafi, dan itu secara tidak langsung menjadi kontrol diri dan kontrol sosial,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:

Editor : Ny

Berita Terkait

Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya
Disperindag Jombang Buka Sewa Lahan Parkir dan Toilet Sentra PKL Ahmad Dahlan, Cek Harga dan Syaratnya!
Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras
Akademisi Soroti Perbup Jombang tentang Seleksi Perangkat Desa, Dinilai Berpotensi Picu Konflik Sosial
Izin Forkopimda Rampung, 8 Desa di Jombang Siap Gelar KDAW
Sekda Jombang Kejar Pencairan Insentif RT/RW, Target Tuntas Sebelum 10 Maret
Pemkab Jombang dan Kejari Teken MoU Bidang Datun Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Lelang Jabatan di Pemkab Jombang Ditutup, Sekda Pastikan Tanpa Pungutan dan “Amplop Siluman”
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:07 WIB

Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:52 WIB

Disperindag Jombang Buka Sewa Lahan Parkir dan Toilet Sentra PKL Ahmad Dahlan, Cek Harga dan Syaratnya!

Senin, 16 Maret 2026 - 09:28 WIB

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:10 WIB

Akademisi Soroti Perbup Jombang tentang Seleksi Perangkat Desa, Dinilai Berpotensi Picu Konflik Sosial

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:52 WIB

Izin Forkopimda Rampung, 8 Desa di Jombang Siap Gelar KDAW

Berita Terbaru

Kondisi atap RSUD Ploso, Jombang yang rusak diterjang angin kencang.

Peristiwa

Hujan Angin, RSUD Ploso Jombang dan Atap Rumah Warga Rusak

Selasa, 31 Mar 2026 - 07:16 WIB

Politik & Pemerintahan

Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya

Jumat, 27 Mar 2026 - 22:07 WIB