Rupiah Masih Tertekan Aksi Demo, Investor Asing Tarik Modal Keluar

- Redaksi

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, LintasDaerah.id – Nilai tukar rupiah diprediksi masih berada dalam tekanan seiring maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah sejak 25 Agustus 2025. Ketidakstabilan politik dan keamanan disebut memperburuk persepsi risiko investor terhadap pasar Indonesia.

Rupiah sempat melemah signifikan di level Rp16.490 per dolar AS pada Jumat (29/8/2025). Padahal, Indeks Dolar AS (DXY) justru melemah ke bawah level 98.

“Pemulihan pasar sangat ditentukan seberapa cepat masalah sosial dan politik bisa diselesaikan,” jelas Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, Senin (1/9/2025).

Baca Juga  Trans Jatim Koridor Jombang Bakal Terealisasi, DPRD Jatim Beri Dukungan Penuh

Meski kondisi ekonomi masih relatif stabil, Mirae mengingatkan risiko gejolak jangka pendek jika kepercayaan investor tak segera pulih.

Bank Indonesia (BI) mencatat capital outflow Rp250 miliar dari pasar nonresiden pada periode 25–28 Agustus 2025. Tekanan terbesar terjadi di Sekuritas Rupiah BI (SRBI) yang dilepas asing hingga Rp10,79 triliun.

Meski begitu, aliran modal masih tertolong oleh inflow di pasar saham Rp2,62 triliun dan surat berharga negara (SBN) Rp7,93 triliun.

“BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga ketahanan eksternal,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan.

Baca Juga  Disdagrin Jombang Pastikan Penataan Pasar Ploso Sesuai Perbup No. 76 Tahun 2024

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai rupiah tetap dibayangi sentimen dalam negeri dan global. Dari eksternal, The Fed memberi sinyal pemangkasan suku bunga 25 bps pada September. Sementara dari sisi geopolitik, konflik Israel–Gaza kembali memanas.

“Untuk perdagangan Senin, rupiah fluktuatif tapi berisiko melemah di rentang Rp16.490–Rp16.520 per dolar AS,” jelas Ibrahim.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.12 WIB, rupiah berada di level Rp16.469 per dolar AS atau menguat tipis 30 poin. Sementara indeks dolar stabil di level 97,77.

Editor : Nury

Berita Terkait

Pasar Murah EPIK Mobile Hadir di Megaluh, Pemkab Jombang Perkuat Kendali Inflasi Jelang Idul Fitri
Disdikbud Jombang dan Bank Jatim Gelar Bazar Ramadan 4 Hari, Libatkan Puluhan UMKM
Disperta Jombang Pastikan Bantuan Pupuk Tembakau Tetap Berlanjut Tahun Ini
Kapolres Jombang Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Lahan 5 Hektare Desa Katemas
Bupati Warsubi Serahkan Bantuan Alsintan, Perkuat Posisi Jombang sebagai Lumbung Pangan Nasional
Dukung Swasembada Gula 2028, Pemkab Jombang dan Kodim 0814 Gelar Tanam Tebu Perdana
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolres Jombang dan BRI Salurkan 5 Unit Mesin Pengering Jagung
Disdagrin Jombang Pastikan Penataan Pasar Ploso Sesuai Perbup No. 76 Tahun 2024
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:49 WIB

Pasar Murah EPIK Mobile Hadir di Megaluh, Pemkab Jombang Perkuat Kendali Inflasi Jelang Idul Fitri

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:32 WIB

Disdikbud Jombang dan Bank Jatim Gelar Bazar Ramadan 4 Hari, Libatkan Puluhan UMKM

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:45 WIB

Disperta Jombang Pastikan Bantuan Pupuk Tembakau Tetap Berlanjut Tahun Ini

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:45 WIB

Kapolres Jombang Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Lahan 5 Hektare Desa Katemas

Senin, 5 Januari 2026 - 21:20 WIB

Bupati Warsubi Serahkan Bantuan Alsintan, Perkuat Posisi Jombang sebagai Lumbung Pangan Nasional

Berita Terbaru

Kondisi sebuah gudang rongsokan di Dusun Winong RT 03 RW 02, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, pada Senin (16/3/2026) dini hari.

Peristiwa

Gudang Rongsokan di Johowinong Jombang Ludes Terbakar

Senin, 16 Mar 2026 - 15:51 WIB

Politik & Pemerintahan

Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras

Senin, 16 Mar 2026 - 09:28 WIB