80 Kursi Kosong, Bupati Warsubi Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan di Mutasi ASN Jombang

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Warsubi usai Rapat Paripurna di DPRD Jombang.

Bupati Warsubi usai Rapat Paripurna di DPRD Jombang.

JOMBANG — LintasDaerah.id | Bupati Jombang, Warsubi, memastikan proses mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jombang akan berjalan bersih tanpa praktik jual beli jabatan. Penegasan itu ia sampaikan menyusul rencana perombakan besar-besaran yang akan diumumkan pada 20 Agustus 2025, tepat enam bulan sejak dirinya dilantik.

“Mutasi adalah hal yang biasa dalam suatu organisasi. Tujuannya untuk penyegaran dan meningkatkan kinerja, agar pemerintahan di Jombang berjalan sebaik-baiknya,” ujar Warsubi usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jombang, Senin (11/8/2025).

Bupati menegaskan, ia berkomitmen menindak tegas jika ada pihak yang mencoba melakukan transaksi jabatan.

“Saya pastikan tidak ada jual beli jabatan, baik Eselon II, Eselon III, maupun Eselon IV. Kalau ada, langsung tangkap. Tunjukkan siapa yang jual dan siapa yang beli. Kami sudah komitmen, dan akan menerapkan aturan secara tegas,” ucapnya lantang.

Selama hampir enam bulan memimpin, Warsubi mengaku telah mempelajari kondisi masyarakat Jombang, serta bekerja sama dengan staf ahli dan OPD untuk menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.

Kepala BKPSDM Jombang, Bambang Suntowo, mengungkapkan saat ini terdapat 80 jabatan kosong per 1 Agustus 2025, termasuk lima kursi kepala dinas. “Kami menunggu instruksi,” ujarnya singkat, Jumat (8/8/2025).

Meski demikian, dinamika internal birokrasi memanas. Sumber internal menyebut, beredar dua daftar nama calon pejabat: versi tim bupati yang memprioritaskan loyalitas politik, dan versi Sekda yang menekankan kesinambungan program. Sekretaris Daerah yang merupakan figur senior, diketahui memiliki jaringan loyalitas kuat di kalangan ASN.

Ketegangan mulai terasa ketika sejumlah pejabat yang kabarnya masuk daftar rotasi dipanggil secara tertutup. Ada yang keluar dengan wajah sumringah, namun ada pula yang terlihat murung.

Pengamat lokal menilai, mutasi dapat menjadi instrumen penyegaran birokrasi yang sehat jika bupati dan sekda berjalan seirama. Namun, jika tarik-ulur pengaruh terus terjadi, publik bisa memandangnya sebagai ajang adu kuasa, bukan pembenahan birokrasi.(*)

Baca Juga:

Penulis : Brown

Editor : Nury

Berita Terkait

DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM
Menko Pangan dan Bupati Warsubi Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Targetkan Pemerataan ke Sekolah Agama
3 Bupati Kompak! Flyover Mengkreng Segera Dibahas, Solusi Macet Parah di Jatim
WFH Jumat Resmi Berlaku di Jombang, ASN Dituntut Lebih Produktif dan Digital
Kunjungan Arifatul Choiri Fauzi di Jombang: Sekolah Rakyat dan UPTD PPA Jadi Sorotan Perlindungan Anak
Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya
Disperindag Jombang Buka Sewa Lahan Parkir dan Toilet Sentra PKL Ahmad Dahlan, Cek Harga dan Syaratnya!
Bansos 2026 Cair! 2.495 Warga Jombang Terima Bantuan Uang Tunai dan Beras
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 14:12 WIB

DPRD Jombang Matangkan Raperda Jasa Konstruksi, Tekankan Kualitas Bangunan dan SDM

Jumat, 10 April 2026 - 17:37 WIB

Menko Pangan dan Bupati Warsubi Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jombang, Targetkan Pemerataan ke Sekolah Agama

Senin, 6 April 2026 - 15:56 WIB

WFH Jumat Resmi Berlaku di Jombang, ASN Dituntut Lebih Produktif dan Digital

Sabtu, 4 April 2026 - 14:56 WIB

Kunjungan Arifatul Choiri Fauzi di Jombang: Sekolah Rakyat dan UPTD PPA Jadi Sorotan Perlindungan Anak

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:07 WIB

Bupati Warsubi Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkab Jombang, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru