JOMBANG, LintasDaerah.id – Sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus diperkuat guna mempercepat perbaikan infrastruktur jalan yang rusak. Langkah taktis ini diambil menyusul tingginya curah hujan yang memicu kerusakan di sejumlah ruas jalan strategis di Jombang.
Pada Minggu (22/2/2026), Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau langsung kondisi lapangan didampingi Bupati Jombang, Warsubi. Peninjauan ini bertujuan memastikan percepatan penanganan infrastruktur berjalan optimal, khususnya demi menjamin kenyamanan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Tingginya intensitas hujan diakui menjadi tantangan utama karena mempercepat munculnya lubang-lubang baru secara masif setiap harinya.
“Dalam satu hari bisa muncul hingga 60 lubang baru di satu segmen jalan, sementara kapasitas standar tim pemeliharaan sekitar 50 lubang per hari. Karena itu, kapasitas kita gandakan menjadi 10 tim agar penanganan lebih cepat,” ujar Emil Dardak saat di lokasi.
Selain faktor cuaca, Emil menyoroti usia teknis jalan yang sudah melewati masa ideal. Banyak ruas jalan yang terakhir kali mendapatkan pengaspalan ulang (overlay) pada tahun 2017 silam.
“Dengan usia mendekati sembilan tahun, peremajaan total dinilai lebih efektif dibanding tambal sulam berulang,” tambahnya.

Pemerintah telah memetakan beberapa titik prioritas yang akan segera mendapatkan penanganan serius:
–Ruas Mojosari – Jombang: Akan dilakukan overlay sepanjang 4 kilometer di kedua sisi hingga area flyover. Pekerjaan diprediksi mulai dalam dua minggu ke depan.
– Jalan Gatot Subroto & Area Stasiun Jombang: Perbaikan menyeluruh di pusat kota untuk mendukung akses ekonomi dan mobilitas penumpang kereta api.
–Jalan Dr. Katamso: Penanganan darurat melalui metode patching (tambal sulam) dilakukan sebagai langkah awal sebelum perbaikan total direalisasikan.
Bupati Jombang, Warsubi, mengapresiasi kolaborasi lintas instansi ini. Ia menegaskan bahwa meskipun pengerjaan dikebut di tengah bulan Ramadan dan kondisi cuaca yang sering gerimis, kualitas aspal harus tetap terjaga. Tim lapangan tetap menggunakan aspal panas (hotmix) agar daya tahan jalan lebih lama.
“Fokus utama pemerintah adalah keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat, terutama menjelang musim mudik Lebaran,” tegas Warsubi.
Pemerintah turut mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur yang sedang dalam proses pengerjaan. Dengan percepatan ini, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan dan distribusi barang di wilayah Jombang tetap berjalan tanpa hambatan.
Baca Juga:
- Diterpa Isu Permainan PPDB dan Seragam Gratis, Kadisdikbud Jombang Membantah Sampai Bersumpah
- Buahnya Kecil Terbungkus Kelopak Tipis, Ini Sejumlah Manfaat Ciplukan
- Kejati Jatim Tahan Dua Tersangka Korupsi Rp179 Miliar Dana Pendidikan, Seret Eks Pj. Bupati Sidoarjo
Editor : Nury






