JOMBANG, LintasDaerah.id – Wakil Ketua I DPRD Jombang, Donny Anggun, menggelar agenda serap aspirasi warga atau reses di Perum Az Zahrah, Desa Kepuh Kembeng, Kecamatan Peterongan, Minggu (20/7/2025). Dalam kegiatan ini, Donny menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan layanan kesehatan, jalan rusak, hingga kondisi darurat narkoba di Kabupaten Jombang.
Acara ini juga dihadiri sejumlah elemen masyarakat, seperti tokoh LSM, media, komunitas, hingga warga setempat. Ketua MPN (Majelis Pers Nasional) Korwil Jombang, Harissa Bashoeki, dalam sambutannya mengatakan, forum seperti ini penting agar suara masyarakat bisa langsung disampaikan kepada wakil rakyat.
“Ini waktu yang pas untuk menyampaikan unek-unek, baik soal pendidikan, UMKM, atau masalah lainnya. Supaya bisa dibawa ke DPRD sebagai bahan pembahasan,” ujarnya.
Sementara itu, tuan rumah acara, Rehal, mengapresiasi kehadiran Donny yang bersedia terjun langsung mendengar keluhan warga.
“Bagi saya, forum seperti ini adalah tempat paling nyaman untuk menyampaikan masalah. Karena solusinya kadang butuh campur tangan pemerintah, bukan cuma diselesaikan secara personal,” ujarnya.
Dalam sesi tanya-jawab, Baret menyoroti soal banyaknya peserta KIS (Kartu Indonesia Sehat) yang tiba-tiba dinonaktifkan, padahal anggaran kesehatan daerah naik.
Menanggapi hal ini, Donny menjelaskan, sekitar 14 ribu warga Jombang memang terdampak penonaktifan KIS dari pusat tanpa pemberitahuan.
“Pemkab tidak bisa serta-merta menggantikan itu, karena KIS adalah program pusat. Tapi sebenarnya, ada skema bantuan lain melalui Universal Health Coverage (UHC) dari RSUD. Sayangnya, sosialisasinya kurang. Banyak pasien hanya diberi tahu kartunya mati, disuruh ke Dinsos, tanpa dijelaskan solusinya,” jelas Donny.
Masalah serius lain yang mencuat adalah soal maraknya narkoba. Adi Waluyo, penggiat anti-narkoba dari media BangJo, mempertanyakan langkah konkret DPRD untuk memperkuat sinergi dengan BNN.
Donny mengakui, Jombang saat ini masuk peringkat dua daerah darurat narkoba di Jawa Timur.
“Ini miris, karena Jombang dikenal sebagai kota santri. Saya terbuka untuk berdiskusi. Nanti bantu saya petakan daerah mana saja yang rawan narkoba, biar bisa saya bawa ke Rapat Paripurna sekitar bulan September. Kita cari solusi bareng-bareng,” ujar Donny yang juga menjabat sebagai sekertaris DPC PDIP Kabupaten Jombang.
Selain isu kesehatan dan narkoba, aspirasi lain datang dari Ibu Sumarni, seorang warga yang mengeluhkan jalan rusak.
“Suami saya sopir. Kalau pulang kerja sering ngeluh karena jalan banyak lubang, bikin badan capek,” keluhnya.
Donny menjelaskan bahwa perbaikan jalan memiliki kewenangan berbeda-beda, tergantung status jalan.
“Ada jalan yang tanggung jawabnya di provinsi, ada yang di kabupaten atau desa. Tapi meskipun itu bukan kewenangan kami, DPRD bisa tetap bantu menyurati dinas terkait supaya perbaikannya segera dilakukan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut juga dibahas potensi wisata di Jombang, termasuk daerah Wonosalam dan wisata religi yang dinilai bisa dikembangkan lebih jauh. Donny menyambut baik aspirasi ini dan berharap sektor pariwisata bisa digarap lebih serius ke depan.
Di akhir acara, Donny menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak.
“Terima kasih kepada seluruh warga, komunitas, media, LSM dan semua yang sudah hadir. Aspirasi kalian sangat penting untuk memperkuat arah pembangunan di Jombang,” pungkasnya.(*)
Penulis : Apriani Alva
Editor : Nury






