Fatwa Sound Horeg MUI Jatim Bisa Timbulkan Kerugian, Pemilik Usaha: DP Sudah Masuk, Kami Bingung

- Redaksi

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paguyuban Sound System Jombang (PSSJ). Foto: Apriani Alva.

Paguyuban Sound System Jombang (PSSJ). Foto: Apriani Alva.

JOMBANG, LintasDaerah.id – Ditetapkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tentang pembatasan penggunaan sound system dengan istilah “sound horeg” mulai menuai reaksi dari para pelaku usaha hiburan.

Di Jombang, para pemilik sound system yang tergabung dalam Paguyuban Sound System Jombang (PSSJ) mengaku berpotensi rugi, baik secara ekonomi maupun secara relasi dengan pelanggan.

Ketua PSSJ Jombang, Koiman, dalam sesi wawancara menyampaikan keresahan yang saat ini melanda anggotanya. Menurutnya, pasca fatwa MUI Jatim dikeluarkan pada 16 Juli 2025, banyak pelanggan yang mulai ragu dan mempertanyakan nasib acara yang telah mereka jadwalkan sebelumnya.

“Akibat fatwa ini, masyarakat yang sudah men-DP sound horeg jadi resah. Mereka bertanya-tanya, bagaimana nasib uang mereka kalau ternyata acara tidak bisa digelar? Kami para penyedia jasa juga bingung harus jawab apa,” ungkap Koiman.

Lebih lanjut, Koiman menyayangkan mengenai fatwa tersebut dikeluarkan tanpa proses komunikasi dengan komunitas penyedia jasa sound system di Jombang.

Baca Juga  Oleng Lalu Tabrak Guardrail, Mobil Sedan Terbalik di Tol Jombang-Mojokerto

“Kalau di Kabupaten Jombang, tidak ada komunikasi atau pelibatan PSSJ dalam proses pembahasan fatwa ini. Yang diundang hanya dari Malang dan Jember,” tambahnya.

Koiman Ketua Paguyuban Sound System Jombang. Foto Apriani Alva
Koiman, Ketua Paguyuban Sound System Jombang. (Foto Apriani Alva)

Dalam menyikapi situasi yang berkembang, Koiman mengaku telah menghubungi Bupati Jombang untuk meminta agar keputusan lanjutan, khususnya dalam bentuk Surat Edaran (SE), tidak dibuat secara sepihak. Ia berharap ada audiensi terbuka terlebih dahulu yang melibatkan semua pihak terkait.

“Saya sudah hubungi Pak Bupati. Harapan kami, sebelum surat edaran diterbitkan, ada pertemuan resmi antara pihak pemkab, Polres, MUI, dan Paguyuban Sound System. Supaya tidak ada yang merasa dirugikan atau diuntungkan,” tegas Koiman.

Ia menambahkan bahwa audiensi direncanakan berlangsung pada hari Jumat mendatang. Melalui pertemuan ini, PSSJ berharap bisa menjelaskan kondisi di lapangan secara menyeluruh, sekaligus mencari solusi terbaik agar tidak ada mata pencaharian yang terhenti secara mendadak.

Baca Juga  Pengesahan Warga Baru PSHT di Jombang Kerahkan Personel Gabungan, Ini Kata Kapolres

PSSJ mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika tidak ada kejelasan atau kebijakan yang adil terhadap pelaku usaha sound system. Selain kerugian finansial dari pembatalan acara, mereka juga bisa kehilangan kepercayaan konsumen secara permanen.

“Kami ini bukan cuma nyewa alat, tapi menghidupi keluarga dari usaha ini. Ada teknisi, sopir, crew angkat-angkat, semua terlibat. Kalau ini dihentikan mendadak, banyak yang terdampak,” kata Koiman.

Paguyuban berharap fatwa MUI tidak serta-merta diikuti dengan kebijakan daerah yang melarang secara mutlak, melainkan lebih ke arah pembinaan, pengawasan, dan penyesuaian teknis(*)

Baca lainnya:
Fatwa MUI tentang Sound Horeg Picu Perdebatan, Paguyuban Sound System Jombang ‘Mentahi’ Pakai SPL Meter
Awal Mula Munculnya Fatwa Haram Sound Horeg yang Dikeluarkan MUI Jatim, Satunya Petisi 828 Penolak

Penulis : Apriani Alva

Editor : Nury

Berita Terkait

Bupati Warsubi Lepas Keberangkatan 1.500 Jemaah Mujahadah Kubro NU Jombang ke Malang
Proyek Rehab Madrasah Rp2,5 Miliar di Jombang Diduga Siluman, Ketua Yayasan Mengaku Tak Tahu Apa-apa
Polres Jombang Mulai Operasi Keselamatan Jelang Ramadan, Janji Humanis
Masak Pagi Berujung Petaka, Satu Rumah di Mojoagung Jombang Ludes Terbakar
Jombang Panen Prestasi Lingkungan, Bupati Warsubi Serahkan Penghargaan Tingkat Nasional dan Provinsi
Diseruduk Motor di Pandanwangi Jombang, Pesepeda Tua Meninggal
Dari 8 sampai 32 Tahun Setia di Barisan, 61 Polisi Jombang Diganjar Satyalancana
Avanza Ngebut, Enam Motor Jadi Korban di Parimono Jombang, Satu Nyawa Melayang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Warsubi Lepas Keberangkatan 1.500 Jemaah Mujahadah Kubro NU Jombang ke Malang

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:45 WIB

Proyek Rehab Madrasah Rp2,5 Miliar di Jombang Diduga Siluman, Ketua Yayasan Mengaku Tak Tahu Apa-apa

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:17 WIB

Polres Jombang Mulai Operasi Keselamatan Jelang Ramadan, Janji Humanis

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:04 WIB

Masak Pagi Berujung Petaka, Satu Rumah di Mojoagung Jombang Ludes Terbakar

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:16 WIB

Jombang Panen Prestasi Lingkungan, Bupati Warsubi Serahkan Penghargaan Tingkat Nasional dan Provinsi

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

SAH ! Yuliati Nugrahani Resmi Jadi Ketua Dekopinda Jombang Periode 2026-2030

Selasa, 10 Feb 2026 - 20:12 WIB