Program MBG di Jombang Banjir Keluhan, Nasinya Mentah hingga Susu Diduga Kedaluwarsa

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMP di Jombang menikmati makanan dari program MBG.

Siswa SMP di Jombang menikmati makanan dari program MBG.

JOMBANG, LintasDaerah.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai digulirkan di wilayah Jombang Kota, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, rupanya tak berlangsung mulus. Beberapa keluhan, mewarnai program pemerintah pusat ini.

Hari pertama pada Senin 1 September 2025. program MBG dikeluhkan penerima manfaat. Terutama dari SMP Negeri 1 Jombang dan SMP Negeri 2 Jombang.

Penerima manfaat di SMPN 1 Jombang mengeluh soal kualitas makanan yang diterima. Ada nasi dan lauk yang tidak matang. Meski begitu, banyak siswa tetap menyantap makanan tersebut, alasannya lapar.

“Kemarin ayamnya masih ada darahnya, nasinya kurang matang. Tapi karena lapar, ya dimakan saja,” kata salah satu siswa.

Selain kualitas makanan, kebanyakan dari siswa/i sebagai penerima manfaat mengeluh, MBG tidak tepat waktu, alias lambat distribusi. Pihak sekolah mengaku, jadwal pengiriman semula direncanakan pukul 09.00 WIB, dan baru sampai sekitar pukul 12.00 WIB.

Pada hari kedua, pihak SMP Negeri 1 menyebut, kualitas makanan mulai membaik. Meski begitu, pihak sekolah akan terus melakukan evaluasi.

Sementara di SMPN 2 Jombang, lebih parah. Beberapa muridnya menerima nasi goreng yang sudah basi. Juga susu kemasan diduga kedaluwarsa, dan buah jeruk busuk dan tidak laik konsumsi.

Kondisi tersebut ditemukan Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang yang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sekolah tersebut, pada Selasa 2 September 2025.

Menanggapi keluhan tersebut, Lilis Wijayati, perwakilan vendor SPPG Kepatihan Jombang, mengaku telah menerima masukan dari sekolah maupun Dewan Pendidikan.

“Insya Allah kalau ada kekurangan-kekurangan sedikit akan jadi pembelajaran bagi kami,” ujarnya.

Lilis menegaskan evaluasi saat ini fokus pada perbaikan jadwal distribusi agar makanan datang tepat waktu.

“Untuk keterlambatan, maklum kita masih awal. Kami berjanji ke depan lebih tepat waktu,” jelasnya.

Terkait isu susu kadaluarsa, Lilis membantah tegas. Ia mengklaim semua produk yang dikirim aman dengan masa berlaku hingga tahun 2026.

“Silakan kalau mau sidak ke dapur, kami sedang packing. Tidak ada susu kedaluwarsa,” tegasnya. (*)

Baca Juga:

Penulis : Apriani Alva

Editor : Nury

Berita Terkait

Kepala Dinas Pendidikan Jombang Pantau Pelaksanaan TKA SMP 2026
Ketua PCNU Jombang Kritik Kebijakan Pendidikan, Kesejahteraan Guru dan Moral Siswa Jadi Sorotan
Disdikbud Jombang Verifikasi Data Sarana Prasarana SD untuk Akurasi Kebijakan
Perkuat Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Gelar Workshop Deep Learning bagi Guru SMP
Gus Wabup Salmanudin di Grand Final Guk & Yuk Cilik 2026: Kemenangan Sejati Adalah Mentalitas dan Keberanian
Bangkitkan Warisan Budaya, Jombang Gelar Rekonstruksi Kesenian Gambus Misri Bintang Sembilan
Optimalkan Potensi Siswa, 265 Guru di Jombang Ikuti Bimtek Deteksi Dini Inteligensi
Kabar Gembira! 5 Jalan Utama di Jombang Bakal Mulus, Ini Daftar Lokasinya 
Tag :

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 15:31 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Jombang Pantau Pelaksanaan TKA SMP 2026

Senin, 6 April 2026 - 14:45 WIB

Ketua PCNU Jombang Kritik Kebijakan Pendidikan, Kesejahteraan Guru dan Moral Siswa Jadi Sorotan

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:45 WIB

Disdikbud Jombang Verifikasi Data Sarana Prasarana SD untuk Akurasi Kebijakan

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:58 WIB

Perkuat Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Gelar Workshop Deep Learning bagi Guru SMP

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:38 WIB

Gus Wabup Salmanudin di Grand Final Guk & Yuk Cilik 2026: Kemenangan Sejati Adalah Mentalitas dan Keberanian

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

3 Bupati Kompak! Flyover Mengkreng Segera Dibahas, Solusi Macet Parah di Jatim

Kamis, 9 Apr 2026 - 15:13 WIB