JOMBANG, LintasDaerah.id – Kabupaten Jombang menjadi satu di antara 100 lokasi pilot project Sekolah Rakyat secara nasional yang akan dibuka Juli 2025.
Program Sekolah Rakyat bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (desil 1–2 DTSEN).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang tengah mempersiapkan sekolah Rakyat yang saat ini melakukan kunjungan pada calon siswa.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang, Agus Purnomo, mengunjungi calon siswa Sekolah Rakyat didampingi Kepala Dinas Sosial, Hari Purnomo, dan Kepala Disdikbud, Wor Windari, Rabu (11/06/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk mengecek kesiapan keluarga untuk sistem boarding school sekligus memastikan calon peserta didik yang terpilih benar-benar tepat sasaran.
Harapannya, siswa yang terpilih memiliki komitmen kuat untuk mengikuti semua program Sekolah Rakyat.
“Kami ingin memastikan anak-anak dan orang tua mereka siap dengan sistem boarding school atau asrama yang akan diterapkan, serta mematuhi segala peraturan yang ada,” tutur Agus
Sekda Agus mengunjungi lima siswa yang tersebar di Kecamatan Gudo dan Diwek. Berikut nama kelima siswa yang mendapatkan kunjungan jelang berlangsungnya Sekolah Rakyat.
1) Hani Salma dari MI Miftahul Ulum Desa Kedawong, Kecamatan Diwek
2) Wigid Juliansyah dari SDN Sukoiber 2, Desa Mentaos, Kecamatan Gudo
3) Mochammad Fikrul M. dari SDN Sukoiber 2, Desa Mentaos, Kecamatan Gudo
4) Wahyu Yeyen Setianingsih dari SDN Sukopinggir, Gudo
5) Iffah Nur Qolbia dari SMPN I Diwek
Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang telah dipersiapkan secara matang, dimulai dengan menggunakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung sebagai lokasi sementara.
Para siswa dijadwalkan mulai tinggal di asrama pada 15 Juli 2025, sebagai awal dari proses pembelajaran berasrama yang terintegrasi.
Sementara itu, Pemkab Jombang juga telah menetapkan rencana pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang, yang ditargetkan rampung dan mulai digunakan pada tahun 2026.
Kabupaten Jombang termasuk dalam 12 daerah di Jawa Timur yang ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan Sekolah Rakyat, bersama dengan total 100 titik lainnya di seluruh Indonesia.
Program ini akan mulai menerima siswa baru pada tahun 2025, sebagai bagian dari upaya nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Meski akan berlangsung bulan depan, ternyata beberapa orang masih belum mengetahui apa itu Sekolah Rakyat.
Hal itu terlihat dari netizen yang memberikan komentar di akun Instagram @Jombang_kab.
“Opp (Opo,red) seh sekolah rakyat iku, ngapunten,” tulis pemilik akun Instagram @sangtuar.
Rupanya, informasi tentang Sekolah Rakyat belum tersebar secara masif. (*)
Baca Juga:
- Digerebek Warga Dituduh Open BO, Guru di Nganjuk Tempuh Jalur Hukum
- Akhirnya Prabowo Pidato Usai Satu Nyawa Melayang, Tapi Bungkam Soal Bubarkan DPR
- Konflik Pengelolaan UMKM Jombang Kuliner Memanas, Ketua DPRD Jombang: Parkir dan PKL Harusnya Masih Gratis
Penulis : Apriani Alva
Editor : Nury






