PASURUAN, LintasDaerah.id – Prestasi membanggakan ditorehkan BPBD Kabupaten Jombang dalam ajang Gelar Peralatan Kesiapsiagaan Bencana Provinsi Jawa Timur 2025.
Kegiatan bergengsi ini menjadi ajang unjuk kemampuan dan kekompakan antar BPBD se-Jatim dalam menghadapi situasi darurat bencana yang diselenggarakan di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Rabu (23/7/2025).
Dalam ajang yang digelar oleh BPBD Provinsi Jawa Timur tersebut, BPBD Jombang sukses meraih Juara Umum II, mengalahkan puluhan peserta lainnya dari kabupaten/kota di Jawa Timur.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata keseriusan dan kesiapan tim BPBD Jombang dalam menjalankan peran penting sebagai ujung tombak penanggulangan bencana di daerah.
Tak hanya membawa pulang satu gelar, BPBD Jombang juga berhasil menorehkan prestasi di berbagai kategori lomba teknis kebencanaan, antara lain, Juara 3 Lomba Chainsaw, Juara 3 Lomba Yel-yel, Juara 3 Lomba Pasang Tenda serta Juara Umum II secara keseluruhan.

Kompetisi yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini melibatkan berbagai skenario simulasi teknis seperti Vertical Rescue, Navigasi Darat (Jungle Rescue), dan keterampilan penggunaan alat-alat berat dalam kondisi darurat.
Capaian ini tidak datang secara instan. Menurut perwakilan Unit Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Jombang, persiapan dilakukan secara matang dengan latihan rutin dan pembekalan teknis bagi seluruh personel. Soliditas tim dan kemampuan individu dalam menghadapi tekanan di lapangan menjadi kunci keberhasilan dalam setiap perlombaan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan Kabupaten Jombang merebut sejumlah juara dalam agenda ini.
“Kami sangat bersyukur atas hasil ini. Ini adalah kerja keras seluruh anggota tim, kami datang bersama 11 anggota dalam ajang ini. Keberhasilan ini tentu memacu kami untuk terus meningkatkan kapasitas dan pelayanan kebencanaan di Jombang,” ujarnya.

Kegiatan Gelar Peralatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Dr. Lilik Kurniawan, M.Si.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah memuji semangat para peserta dan menyebut bahwa kerja BPBD merupakan ladang amal.
“Kita tidak ingin ada bencana, tetapi jika bencana datang dan panjenengan hadir memberikan layanan terbaik, maka insyaAllah pahala dan jariyah panjenengan akan menjadi bekal menuju surga Allah,” kata Khofifah.
Senada dengan itu, Lilik Kurniawan menyampaikan, Provinsi Jawa Timur telah menjadi role model nasional dalam kesiapsiagaan bencana.
“Kami mengapresiasi Jawa Timur yang dua tahun berturut-turut menyelenggarakan Gelar Peralatan Kesiapsiagaan Bencana. Ini adalah praktik baik yang harus dicontoh oleh provinsi lain,” ujar Lilik.
Keberhasilan ini menjadi semangat baru bagi BPBD Jombang untuk semakin meningkatkan ketangguhan dan kesiapan menghadapi segala kemungkinan bencana.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan relawan, BPBD Jombang telah membuktikan kesiapan yang matang selalu membuahkan hasil terbaik.(*)
Baca Juga:
- Disdagrin Jombang Diharap Jadi Motor Penggerak Pembangunan Daerah Berorientasi Pelayanan Publik
- Jombang Kembali Diresahkan Ulah Gangster, Dua Insiden Pengeroyokan Warnai HUT RI ke-80, Kapolres Tegas!
- 80 Kursi Kosong, Bupati Warsubi Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan di Mutasi ASN Jombang
Penulis : Apriani Alva
Editor : Nury






