JOMBANG, LintasDaerah.id – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi Pemuda Pelopor 2025.
Acara ini diikuti lebh dari 60 peserta yang merupakan perwakilan dari Karang Taruna, anggota Pramuka, hingga organisasi kepemudaan yang tersebar di Kabupaten Jombang.
Bertempat di Gedung Bung Tomo, sosialisasi Pemuda Pelopor Kabupaten Jombang 2025 dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang, Purwanto, yang akrab disapa Cak Gempur, pukul 09.30 WIB pada Rabu (11/06/2025).
Acara ini merupakan bagian Peningkatan Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kesukarelawanan bagi para pemuda dari seluruh kecamatan di wilayah Jombang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Pemuda Pelopor Jombang 2025, sebuah inisiatif yang bertujuan mencari dan memberikan penghargaan kepada anak-anak muda yang punya peran aktif serta berdampak positif di masyarakat.
Dalam sambutannya, Cak Gempur memberikan motivasi yang inspiratif pada para pemuda agar tidak terjebak dalam sikap pesimis dan apatis dalam memandang masa depan.
“Pemuda itu aset bangsa. Kesempatan menuju sukses masih terbuka lebar. Kalian bisa menjadi bupati, pejabat eselon, bahkan presiden. Optimislah untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya nada suara menggelegar.
Cak Gempur juga membagikan kisah perjuangan pribadinya semasa muda. Ia menyampaikan selama menjalani jenjang pendidikan dari SD hingga S2, Purwanto selalu mendapat beasiswa bahkan berhasil melanjutkan pendidikan ke APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri).
“Setelah lulus dari APDN, saya langsung bergabung dengan Pemuda Pancasila di Jombang dan juga menjadi pengurus Kwarcab Pramuka. Dari SD hingga S2, saya tidak pernah membayar sekolah karena selalu mendapatkan beasiswa,” kenangnya.
Ia menutup sambutan dalam pembukaan sosialisasi Pemuda Pelopor Kabupaten Jombang 2025 dengan mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar dan doa.
Menurutnya, keberhasilan bukan hanya hasil dari kerja keras, tetapi juga bergantung pada kehendak Tuhan.
“Hidup kita ada dalam penguasaan Allah SWT. Kita harus berusaha semaksimal mungkin, tapi tetap ingat, hasilnya ada di tangan Tuhan,” tutupnya.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan para dewan juri Pemuda Pelopor Kabupaten Jombang 2025 yang berasal dari berbagai bidang dan kedinasan. Berikut LintasDaerah.id merangkumnya:
1. Astika Cendana Wangi – Perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jombang
Astika memaparkan di zaman digital semua orang memiliki smartphone. Kak Astika begitu sapaannya hari itu, ia menyarankan para peserta untuk menemukan masalah di sekitarnya agar menjadi Pemuda Pelopor yang solutif.
“Temukan masalah tentang digital di sekitar dan cari solusi sederhana bisa dalam bentuk aplikasi, sosial media, membuat konten yg bisa menggerakkan banyak orang,” ungkapnya.
Ia juga membangkitkan semnagat pemuda yang hadir dengan membagikan cuplikan Najwa Shihab tentang pemuda yang harus memiliki semangat meraih masa depan.
“Pemuda hari ini hidup di era digital. Maka, kepeloporan tidak bisa lepas dari inovasi teknologi dan komunikasi. Saya ingin melihat pemuda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkapnya.
2. Anom Antono – Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang
Dalam acara ini, Anom Antono mengenalkan berbagai kesenian khas Jombang diantaranya Besutan yang jadi cikal bakal Ludruk, Riyaya Undhuh Undhuh, hingga kesenian Jaran Dor (Kuda Lumping).
“Kepeloporan harus berangkat dari basis nilai dan budaya lokal. Pendidikan karakter menjadi fondasi penting agar para pemuda tidak kehilangan jati diri di tengah modernisasi.”
3. Rudi Priono – Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang
“Saya berharap ada pelopor-pelopor muda di bidang pertanian yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan praktik pertanian berkelanjutan. Regenerasi petani muda sangat krusial untuk ketahanan pangan daerah.”
4. Nuning Fitriana – Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang
Nuning mengajak para pemuda yang hadir untuk diskusi bersama sekaligus menggalakkan agar terus berinovasi.
Ia menjelaskan sebuah inovasi dapat terjadi bila ada masalah yang membutuhkan solusi. Jika para pemuda peka dengan sekitarnya dan memiliki kemauan untuk mencari solusi atas masalah yang ada di masyarakat, maka banyak masalah bisa teratasi. Nuning juga menegaskan, sumber bantuan bisa datang dari mana saja, termasuk pihak desa setempat.
“Dana Desa itu bisa untuk program pemberdayaan pemuda. Maka berinovasilah, nanti pihak desa pasti akan bantu,” ungkap Nuning.
5. Igna – Founder Anya Craft
Igna berhasil memberdayakan masyarakat sekitarnya untuk membuat kerajinan tangan dari daun pandan.
Ia memproduksi tas, tempat pencil dan berbagai produk bermanfaat lainnya dari daun pandan. Berkat kreasinya, pemilik usaha anyaman pandan ini berhasil meraih juara 3 dalam Pemuda Pelopor 2024 di tingkat Provinsi.
Acara sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab, terlihat banyak peserta antusias mengikuti setiap sesinya.(*)
Baca Juga:
- Sudewo di Ujung Tanduk, Warga Pati Kembali Gelar Aksi Demo 25 Agustus, DPRD Bergegas
- Skandal KUR Jombang, Warga Ngusikan Jadi Korban Seret Nama Ulama Ternama
- Innova Seruduk Truk Muatan Beton di Tol Jombang-Mojokerto, Tiga Orang Meninggal Satu Balita Selamat
Penulis : Apriani Alva
Editor : Nury






